Social Media Marketing: Pengertian, Contoh, dan Strateginya

Media sosial ga cuma bermanfaat untuk mencari relasi dan bersosialisasi saja lho. Platform ini juga bisa membantu bisnis untuk tumbuh dan berkembang. Itulah mengapa banyak bisnis yang tertarik dengan potensi social media marketing.

Tapi, apakah aktivitas social media marketing hanya sekadar melakukan promosi di media sosial? Tentunya tidak dong. Ada banyak aktivitas lain yang bisa membuat kampanye pemasaran di media sosial menjadi lebih efektif.

Nah, jika kamu ingin tahu apa itu social media marketing, contohnya, hingga berbagai strategi penerapannya, yuk simak artikel ini sampai selesai!

Apa itu Social Media Marketing?

Social Media Marketing adalah aktivitas yang bertujuan untuk memasarkan bisnis melalui berbagai platform media sosial, seperti Facebook, Twitter, Instagram, dan TikTok.

Umumnya, proses pemasarannya dilakukan dengan menggunakan konten. Entah itu konten berbentuk gambar, tulisan, hingga video. Konten-konten inilah yang nantinya dapat membantu bisnis berinteraksi dengan calon konsumennya.

ilustrasi social media officer sedang memegang hp

Jika kamu sering berselancar di berbagai platform media sosial, tentu kamu sadar bahwa cara bisnis melakukan promosi di setiap platform media sosial berbeda-beda, kan?

Contohnya, saat melakukan promosi di Instagram, biasanya bisnis kerap memanfaatkan konten casual. Sedangkan jika promosinya dilakukan di LinkedIn, konten yang digunakan lebih serius karena platformnya cenderung lebih formal.

Intinya, kamu bisa menggunakan social media marketing untuk menjangkau calon konsumen dari berbagai kalangan. Entah itu tua, muda, awam, profesional, pokoknya semuanya bisa menemukan bisnismu di platform media sosial.

Oke, bisnismu bisa ditemukan banyak orang melalui media sosial. Namun, apakah hal ini dapat memberikan keuntungan bagi bisnismu? Tentu saja!

Berdasarkan Global Web Index, 54% pengguna media sosial kerap menggunakan platform media sosial untuk mencari tahu tentang produk sebelum melakukan pembelian.

Bayangkan jika ada calon pembeli yang ingin mencari tahu tentang produkmu di media sosial, tapi tak menemukan apa-apa. Tentunya kamu tidak ingin hal ini terjadi, kan?

Oleh karena itu, jika kamu ingin memasarkan bisnismu secara digital, social media marketing wajib kamu terapkan. Ada banyak manfaat yang akan bisnismu dapatkan, untuk lebih jelasnya, mari kita bahas di bagian selanjutnya!

Tujuan Social Media Marketing

Sebagian dari kamu mungkin masih ada yang berpikir, “Udah banyak banget bisnis yang ngeksis di media sosial, dan belum tentu sukses juga, tuh!”.

Eits, jika kamu masih berpikiran seperti ini, patut dicatat bahwa: social media marketing—sama seperti praktik digital marketing lainnya—perlu perencanaan, eksekusi, dan pengelolaan yang matang agar bisa berhasil.

Di luar itu, ada berbagai manfaat yang bakal bisnismu dapatkan jika memanfaatkan social media marketing. Berikut di antaranya:

1. Menjaring Calon Konsumen

Manfaat pertama dari social media marketing adalah menjaring calon konsumen. Dengan menampilkan bisnismu di berbagai platform media sosial, calon konsumen tentu akan lebih mudah untuk menemukan bisnismu.

ilustrasi mengecek aplikasi di smartphone

Contohnya, misalkan calon konsumen sempat melihat nama bisnismu di mesin pencari. Lalu, mereka mencoba mencari bisnismu di Instagram. Di dalam akun bisnismu, mereka menemukan berbagai promo produk yang sesuai dengan keinginan mereka.

Di lain kasus, ada calon konsumen yang ingin mencari tahu apakah bisnismu aktif atau tidak. Jadi, mereka mencari bisnismu di Facebook dan Instagram. Setelah melihat bahwa bisnismu rajin posting, akhirnya mereka pun tertarik untuk mencari tahu lebih lanjut tentang bisnismu.

Intinya, eksis di media sosial akan membuat bisnismu lebih mudah ditemukan calon konsumen.

Baca juga: Apa itu Buyer Persona?

2. Membangun Hubungan dengan Konsumen

Media sosial adalah salah satu platform terbaik untuk berinteraksi dengan para konsumen. Mereka bisa dengan mudah berkomentar di postingan yang kamu buat, dan kamu pun bisa langsung menjawab pertanyaan-pertanyaan mereka.

Bentuk interaksi langsung seperti ini dapat membantu bisnismu agar menjadi lebih dekat dengan para konsumen. Khususnya jika kamu mampu memberikan pengalaman berkomunikasi yang menyenangkan untuk mereka.

Contohnya, misal ada calon konsumen yang bertanya tentang detail produk yang kamu tawarkan di salah satu postingan. Lalu bisnismu menjawabnya dengan cepat dan memberikan informasi sesuai yang mereka butuhkan.

Lalu, ada pula konsumen yang menyampaikan keluhan terkait produkmu di kolom komentar. Kemudian bisnismu memberikan jawaban yang menawarkan solusi untuk meringankan kekecewaan mereka.

Jika kamu mampu memanfaatkan media sosial untuk berinteraksi dengan para konsumen, niscaya para konsumen akan menjadi semakin dekat dengan bisnismu.

3. Mengurangi Biaya Pemasaran

Bayangkan berapa banyak biaya yang mesti kamu keluarkan untuk memasarkan bisnis menggunakan media lama, seperti flyer, baliho, atau iklan radio. Jelas banyak banget, kan?

Nah, dengan memanfaatkan media sosial, kamu ga perlu keluar banyak biaya untuk bisa ditemukan calon konsumen. Karena, kamu bisa membuat akun media sosial secara gratis. 

Kemungkinan kamu hanya perlu mengeluarkan biaya untuk beriklan di media sosial, serta menggaji admin media sosial dan desainer grafis. Tapi jika kamu bisa mengelola akun media sosialnya sendiri, tentu biaya yang perlu dikeluarkan menjadi semakin sedikit.

Jadi, jika kamu ingin memulai pemasaran digital dengan biaya yang minim, social media marketing adalah pilihan yang tepat.

4. Meningkatkan Potensi Penjualan

Media sosial ga cuma bisa membantumu mencari calon konsumen lho, tapi juga mengubah calon konsumen menjadi konsumen.

Caranya gimana? Banyak. Kamu bisa menawarkan berbagai promo menarik melalui postingan-postingan yang kamu publish, kamu pun bisa memamerkan fitur-fitur produk yang kamu jual.

Dengan begitu, calon konsumen ga sekadar tau tentang produkmu aja, tapi juga tertarik untuk membelinya. 

Setelah mengajak calon konsumen untuk membeli, pastikan mereka tahu ke mana mereka harus membeli produknya. Jadi, kamu harus mengarahkan mereka ke link pembelian yang ada website atau online marketplace.

Kamu bisa menaruh link pembeliannya di profilmu, atau kamu juga bisa langsung menuliskan linknya di postingan yang kamu buat.

5. Mengawasi Strategi Pemasaran Kompetitor

Di platform media sosial, bukan cuma bisnismu saja yang sedang berusaha menggaet konsumen, tapi juga kompetitormu.

Agar bisnismu tetap unggul, kamu mesti mengawasi strategi pemasaran yang kompetitormu jalankan di media sosial. Kira-kira apa sih jenis postingan yang membantu mereka mendapat banyak konsumen? Dan bagaimana cara mereka menjaring calon pembeli baru?

ilustrasi scrolling social media marketing

Contohnya, setelah melihat akun media sosial kompetitor, kamu menyimpulkan bahwa mereka mendapat banyak like dan komentar di postingan-postingan yang berisi tips-tips dan wawasan menarik. 

Bermodalkan informasi ini, kamu bisa mencoba menggunakan cara yang sama untuk meningkatkan engagement di akun media sosialmu. Tentunya, dengan catatan kamu tidak melakukan plagiat, dan menerapkan prinsip amati-tiru-modifikasi (ATM).

Contoh Social Media Marketing

Nah, sekarang kamu sudah tahu bahwa social media marketing adalah aktivitas pemasaran di media sosial. Tapi contoh social media marketing di lapangan seperti apa sih?

Berikut adalah beberapa contoh aktivitas pemasaran yang kerap dijalankan di platform media sosial:

  • Menjalankan iklan di Facebook – Kamu bisa menjalankan kampanye iklan di Facebook untuk meningkatkan pembelian. Contohnya, kamu bisa mengarahkan calon konsumen potensial ke halaman pembelian di websitemu melalui iklannya.
  • Membuat kampanye “reaksi” di Facebook – Reaction di Facebook  bisa digunakan untuk mengundang engagement. Misal, kamu bisa memberikan list fitur yang disukai pembeli, lalu mereka bisa memilih opsinya menggunakan reaction yang tersedia.
  • Membuka polling di Twitter – Selain menjalankan polling menggunakan reaksi di Facebook, kamu juga bisa membuka polling di Twitter untuk mengundang engagement.
  • Menjalankan Live Q&A di Twitter – Ingin mengundang interaksi dengan target audiensmu? Salah satu cara yang bisa kamu gunakan adalah membuka Live Q&A di Twitter. Dengan begitu, kamu bisa ngobrol langsung dengan calon konsumenmu.
  • Melakukan promosi di Instagram Story – Saat ini, Instagram Story adalah salah satu media promosi yang cukup populer. Kamu bisa menampilkan gambar yang menarik untuk menawarkan produkmu atau mengajak audiens berkunjung ke websitemu.
  • Membuat kampanye giveaway di Instagram – Banyak bisnis yang menjalankan kampanye giveaway di Instagram, sebab cara ini dapat meningkatkan brand awareness dan juga engagement di akun media sosial mereka.
  • Mempromosikan produk di carousel Instagram – Dengan menggunakan carousel di Instagram, kamu bisa memasukkan materi promosi produkmu ke dalam beberapa gambar dan video hanya dalam satu postingan. 
  • Menjalankan iklan di Instagram – Selain menjalankan kampanye iklan di Facebook, kamu juga bisa menjalankan iklan di Instagram. Nanti iklannya bisa muncul dalam bentuk post atau story.
  • Bekerja sama dengan influencer di TikTok – Kamu bisa mencari influencer TikTok yang target audiensnya cocok dengan bisnismu. Lalu, kamu bisa bekerja sama dengan influencer tersebut untuk mempromosikan produkmu.
  • Live streaming di TikTok – Untuk menjaring lebih banyak target audiens, kamu juga bisa melakukan live streaming di TikTok. Bawakan topik atau tema yang menarik saat menjalankan live streaming-nya, agar banyak orang yang tertarik untuk menonton.

Selain beberapa contoh social media marketing di atas, masih banyak lagi praktik yang bisa kamu coba. Intinya, apapun metode yang kamu pilih, pastikan sesuai dengan tujuan bisnismu.

Strategi Social Media Marketing yang Bisa Kamu Coba

Walaupun kamu sekarang sudah tahu apa itu social media marketing serta contoh praktiknya, tapi mungkin kamu masih bingung harus mulai dari mana jika ingin mengaplikasikan social media marketing ke dalam bisnismu.

Untuk itu, berikut adalah beberapa langkah yang bisa kamu ikuti untuk membangun social media marketing strategy yang efektif:

1. Riset Konsumen

Pertama-tama, kamu perlu melakukan riset konsumen terlebih dulu. Sebab, kamu harus tahu siapa yang akan membeli produkmu, dan mengapa mereka membutuhkan produkmu.

Tanpa melakukan riset konsumen, strategi social media marketing yang kamu jalankan bisa salah sasaran.

Apa yang perlu kamu lakukan saat riset konsumen? Jadi, kamu harus mencari tahu karakteristik calon konsumenmu, serta apa yang mereka inginkan. Untuk mendapat informasi ini, kamu bisa melakukan survei atau mewawancarai calon konsumenmu.

Berikut adalah beberapa pertanyaan yang mesti kamu gali jawabannya:

  • Apa karakteristik demografis (umur, usia, dll.) calon konsumen?
  • Masalah apa yang calon konsumen alami?
  • Bagaimana cara produkmu memecahkan masalah tersebut?
  • Apa saja platform media sosial yang sering dikunjungi calon konsumen?

Dengan menjawab keempat pertanyaan di atas, kamu akan tahu cara menjalankan strategi social media marketing yang menarik untuk calon konsumen.

Baca juga: Riset Pasar 101

2. Tentukan Tujuan Pemasaran

Setelah mengetahui karakteristik calon konsumen, kamu bisa mulai menentukan tujuan kampanye pemasaranmu. Ada beberapa tujuan yang bisa kamu pilih, yaitu:

  • Meningkatkan brand awareness – Tujuan ini cocok dengan bisnis yang baru dibangun. Karena, dengan meningkatkan brand awareness, bisnismu akan dikenal lebih banyak orang.
  • Menambah traffic ke websitemu – Kamu bisa menambah lebih banyak calon pembeli dengan mengarahkan pengunjung media sosial ke website bisnismu.
  • Menjaring leads baru – Leads adalah orang-orang yang berpotensi menjadi konsumen. Kamu bisa memanfaatkan konten di media sosial untuk mendapatkan lebih banyak leads.
  • Meningkatkan engagement – Ingin meningkatkan minat orang-orang terhadap bisnismu? Jika iya, kamu bisa coba meningkatkan engagement bisnismu di media sosial. Untuk mengukurnya, kamu bisa melihat jumlah like, komentar dan share di postinganmu.
  • Menumbuhkan tingkat penjualan – Melalui konten di media sosial, kamu bisa mengajak target audiens untuk membeli produkmu. Contohnya melalui konten promo, perkenalan fitur produk, dan sejenisnya.

Di antara tujuan-tujuan tersebut, manakah yang paling cocok dengan kebutuhan bisnismu? Jika kamu sudah menemukan tujuan yang tepat. Sekarang kamu perlu melakukan riset kompetitor.

Baca juga: Metode SMART: Cara Tepat Tentukan Tujuan Bisnis

3. Lakukan Riset Kompetitor

Agar strategi social media marketing yang kamu jalankan sukses, kamu harus mengawasi strategi yang digunakan oleh kompetitor. Dengan begitu, kamu akan tahu apakah performa strategimu lebih baik dibanding mereka.

Berikut adalah beberapa praktik yang bisa kamu coba saat melakukan riset kompetitor:

  • Cek strategi konten kompetitor – Kira-kira konten seperti apa yang membuat kompetitor meraih banyak engagement? Bagaimana cara mereka menyampaikan konten tersebut?
  • Perhatikan audiens kompetitor – Bagaimana karakteristik audiens yang sering berkunjung ke akun media sosial kompetitor? Apa yang membuat mereka sering berkunjung ke sana?
  • Cari tahu brand yang diikuti target pasarmu – Kamu bisa mengecek brand-brand kompetitor yang disukai oleh target pasarmu. Setelah itu, buatlah list yang berisi brand-brand tersebut. Jadi, kamu tahu brand apa saja yang mesti kamu “kalahkan”.
  • Periksa keunggulan kompetitor – Perhatikan apa yang menjadi nilai lebih kompetitor di mata konsumen. Dengan mengetahui hal ini, kamu bisa mencari celah agar brandmu bisa memiliki keunggulan kompetitif juga.

Setelah melakukan praktik-praktik di atas, niscaya kamu akan mengenal lebih jauh tentang kompetitormu, dan bisa jadi kamu juga menemukan cara untuk bisa bersaing dengan mereka.

4. Tentukan Platform Media Sosial yang akan Kamu Gunakan

Saat menjalankan social media marketing, apakah kamu harus melakukan promosi di semua platform media sosial? Belum tentu.

Kamu memang bisa menargetkan audiens di semua platform media sosial. Tapi tentu saja usahamu akan sia-sia jika ternyata calon konsumenmu tidak berkunjung ke platform yang kamu targetkan.

Contohnya, misalkan kamu menjalankan promosi di Facebook, Twitter, LinkedIn, TikTok, Instagram, dan YouTube. Padahal, sebetulnya target audiensmu hanya sering berkunjung ke YouTube dan Instagram saja. Tentu amat disayangkan, bukan?

Oleh karena itu, kamu harus menentukan di mana kamu akan melakukan promosi. Saat mengambil keputusan ini, kamu bisa mempertimbangkan hasil analisis yang kamu dapatkan saat riset konsumen.

Baca juga: 7+ Cara Menambah Followers Instagram

5. Buat Konten yang Menarik

Bila kamu sudah tahu platform yang akan kamu targetkan, sekarang kamu bisa langsung membuat konten yang sesuai dengan karakteristik target audiens di platform tersebut.

Misal, berdasarkan hasil riset, kamu mengetahui bahwa target konsumenmu sering menghabiskan waktu di Instagram dan YouTube. Oleh karena itu, kamu pun berencana untuk melakukan penetrasi ke dua platform ini.

Tapi, bagaimana caranya untuk membuat konten yang menarik di platform media sosial? Ikuti tips-tips berikut:

  1. Pasang style konten yang unik – Salah satu hal yang bisa membedakan kontenmu dengan konten kompetitor adalah style-nya. Pastikan konten yang diposting punya karakteristik unik yang mudah diingat oleh target audiens.
  2. Gunakan hashtag yang relevan – Hashtag dapat membuat kontenmu lebih mudah ditemukan oleh target audiens. Walau begitu, pasanglah hashtag yang benar-benar relevan dengan topik kontennya dan hindari spam hashtag.
  3. Ikuti tren yang sedang ramai – Agar brandmu terlihat lebih up-to-date, kamu bisa membuat konten yang sesuai dengan tren saat ini. Tapi, pastikan trennya masih relevan dengan bisnismu dan tidak kontroversial, ya!
  4. Pastikan desain kontennya menarik – Desain yang menarik ga cuma membuat orang betah menikmati kontennya lho, tapi juga membuat bisnismu terlihat lebih profesional.
  5. Dengarkan respons target audiens – Perhatikan berbagai masukan di kolom komentar. Contohnya, misal banyak target audiens mengatakan kalau konten informatif yang diposting sangat menarik bagi mereka.

Oh ya, selain membuat konten yang menarik, kamu juga harus memastikan bahwa strategi kontenmu tepat. Contohnya, jika kamu ingin meningkatkan brand awareness, kamu bisa memposting konten-konten yang sifatnya informatif atau menghibur.

Namun, jika kamu sedang ingin meningkatkan penjualan, buatlah konten yang dapat mengajak calon konsumen untuk membeli. Contohnya seperti konten promo dan konten perkenalan produk.

Baca juga: Marketing Funnel: Alat Wajib untuk Sukseskan Pemasaran Digital!

6. Iklankan Konten Bisnis Anda

Setelah membuat konten, apakah pengunjung akan datang begitu saja? Belum tentu. Ada kalanya akun media sosialmu butuh dukungan iklan untuk menarik calon pembeli.

Dengan mengiklankan konten, maka kemungkinan kontenmu dilihat banyak orang akan semakin besar. Walau begitu, sama seperti praktik iklan pada umumnya, ada biaya yang harus kamu keluarkan untuk melakukan kampanye iklan di platform media sosial.

Itulah mengapa bisnis yang mengiklankan kontennya biasanya punya tujuan yang cenderung urgent. Contohnya seperti mendongkrak jumlah penjualan atau menambah jumlah leads.

Platform untuk beriklan di media sosial pun cukup banyak, contohnya seperti:

  • Facebook Ads
  • Instagram Ads
  • Twitter Ads
  • TikTok Ads
  • LinkedIn Ads

Di antara pilihan di atas, kamu tinggal memilih platform yang kamu targetkan sebagai tempat untuk beriklan.

Baca juga: Apa itu Facebook Pixel?

7. Ukur Performa Social Media Marketing

Terakhir, kamu perlu mengukur apakah performa kampanye social media marketing yang kamu jalankan sudah sesuai ekspektasi atau belum.

Masalahnya, ada begitu banyak metrik di platform media sosial yang bisa kamu ukur. Manakah yang paling penting?

Berikut adalah beberapa metrik di media sosial yang wajib kamu pahami:

  • Impressions – Seberapa sering kontenmu muncul di feed target audiens.
  • Reach – Jumlah pengunjung yang berpotensi melihat kontenmu.
  • Engagement – Seberapa sering pengunjung berinteraksi dengan kontenmu. Kamu bisa mengukur engagement dengan melihat jumlah like, komentar, dan juga share.
  • Share of voice – Seberapa sering target audiens membicarakan atau mencari brandmu jika dibandingkan dengan kompetitor.
  • Return of Investment (ROI) – Berapa banyak keuntungan yang didapat dari kampanye media sosial yang kamu jalankan.

Sekarang mungkin kamu penasaran, bagaimana caranya kamu mengukur metrik-metrik tersebut? Dalam hal ini, kamu bisa menggunakan social media analytics tools.

Sebetulnya, kamu bisa menggunakan analytics tools yang sudah tersedia di masing-masing platform media sosial secara gratis. Contohnya seperti Instagram Insights atau Facebook Audience Insights.

Tapi, jika kamu ingin mengukur berbagai metrik media sosial secara lebih mendalam, kamu bisa menggunakan analytics tools berbayar seperti Hubspot, Buzzsumo, dan Sprout Social.

Baca juga: 20 Instagram Tools Wajib untuk Pebisnis

Yuk Manfaatkan Social Media Marketing di Bisnismu!

Setelah membaca panduan di atas, apakah kamu semakin tertarik untuk menjalankan kampanye social media marketing untuk bisnismu? Jika iya, kamu bisa mulai dengan membangun akun media sosial untuk bisnismu terlebih dulu.

Kemudian, kamu bisa melakukan riset konsumen dan menjalankan social media strategy yang sudah kamu rencanakan. Jangan lupa untuk mengukur performa kampanye pemasaranmu dari waktu ke waktu.

Social media marketing adalah satu dari sekian banyak praktik digital marketing yang bisa kamu gunakan untuk memasarkan bisnismu secara online. Jika kamu ingin belajar lebih dalam tentang digital marketing, kamu bisa gabung ke Digital Marketing Career Acceleration Bootcamp di Bitlabs!

Di program ini, kamu bakal diajarin sama berbagai mentor berpengalaman, seperti Senior Online Marketing di Lazada dan MarTech Lead di Gojek.

Materinya juga lengkap banget, ini sebagian di antaranya:

  • Fundamental of Marketing & Branding – Kamu akan belajar dasar-dasar dari ilmu pemasaran dan juga branding.
  • Search Engine Optimization – Kamu juga akan diajarkan cara agar bisnismu bisa semakin mudah untuk muncul di Google. 
  • Google Ads – Kamu akan tahu cara mengiklankan bisnismu di Google.
  • Content Marketing – Di sini, kamu akan belajar cara membuat strategi konten yang menguntungkan.
  • TikTok Marketing – Selain menyajikan konten yang menghibur, TikTok juga bisa menjadi media pemasaran yang menjanjikan. Di sini kamu akan mengetahui cara menggunakannya.
  • Facebook & Instagram Ads – Kamu juga akan belajar cara mengiklankan bisnismu di Facebook dan Instagram.

Pokoknya bootcamp ini menawarkan banyak manfaat buat kamu. Kalo kamu pengen tahu programnya lebih lanjut, yuk klik tombol di bawah:

Sementara nunggu kelasnya mulai, kamu bisa gabung dulu ke  komunitas Digital Marketing Bitlabs di Discord.

Di grup ini, kamu bisa saling berbagi wawasan dengan sesama penggiat digital marketing secara gratis! Tertarik? Klik banner di bawah untuk join:

discord digital marketing bitlabs

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Loading…

0

Tertarik Menjadi Data Analyst? Kamu Wajib Baca Ini Dulu!