content marketing adalah

Apa itu Content Marketing? Cara Jitu untuk Promosi Digital

Content marketing di dunia digital marketing itu ibarat daging kalau kamu mau bikin sate. Tanpanya, mana bisa satenya jadi malihhh?!

Mau posting Instagram? Butuh konten. Mau bikin website bisnis yang berkualitas? Butuh konten. Bahkan internet itu sendiri dipenuhi oleh konten.

Dalam marketing, kehadiran konten ini akan memudahkan brand untuk membangun relasi dengan pelanggan. Mereka bisa mencari informasi produk/jasanya, melakukan interaksi dua arah, memperoleh informasi penawaran khusus secara langsung, dan masih banyak lagi.

Artikel ini pas banget buatmu kalau sedang ingin mengulik pembahasan content marketing secara mendalam. Makin penasaran? Cuss langsung simak sampai tuntas!

Apa Itu Content Marketing?

Content marketing adalah strategi jangka panjang yang bertujuan untuk membangun relasi erat dengan target audiens. Caranya, melalui pemberian konten berkualitas dan relevan secara konsisten.

Nah, strategi ini umumnya terdiri dari dua pilar, yaitu: pembuatan konten dan distribusi konten. Kontennya sendiri beragam, mulai dari teks, audio, gambar, hingga klip video. Sedangkan, distribusinya biasa dilakukan melalui berbagai saluran, seperti media sosial, email, hingga situs web yang dimiliki.

Content marketing yang dibuat dan didistribusikan dengan baik akan mampu menghasilkan engagement yang tinggi. Hal ini otomatis bisa menaikkan pamor brand, menjaga loyalitas konsumen, dan mampu menarik lebih banyak calon pelanggan baru.

Mengapa Content Marketing Penting?

Inilah 3+ alasan mengapa content marketing penting buat bisnismu!

1. Membangun kesadaran brand dan menghemat budget

Content marketing merupakan cara terbaik dan terefektif untuk membangun kesadaran brand kepada audiens target dengan biaya yang relatif rendah.

Sudah menjadi rahasia umum bahwa cara membangun brand awareness melalui iklan konvensional dan PR sangatlah menguras kantong. Tingkat keberhasilannya pun sulit diukur.

Dengan content marketing, bisnis besar maupun kecil sama-sama punya kesempatan untuk memperoleh niche-nya masing-masing. Melalui konten, kamu bisa dengan mudah memberi tahu publik tentang produk yang ada tanpa ada batasan kreativitas. Untuk saat ini, konten video masih merajai kampanye brand awareness.

2. Solusi digital marketing

Konten adalah pilar utama digital marketing. Ambil contoh SEO (Search Engine Optimization). Untuk memulai SEO, hal pertama yang muncul di benakmu adalah kata kunci. Ia merupakan bagian dari konten artikel yang akan dimasukkan ke dalam situs web.

Algoritma mesin pencari terus berubah dari waktu ke waktu. Akan tetapi, satu-satunya hal yang tetap konstan adalah ketergantungan pada konten. Dalam cakupan website, konten jenis teks sangatlah penting untuk memperoleh peringkat SERP yang baik.

Selain itu, gambar atau video juga merupakan jenis konten yang umum kita jumpai. Ia lebih sering ditemukan di kanal media sosial seperti Facebook, Instagram, dan LinkedIn untuk mempromosikan produk/layanan agar tampil lebih menarik.

Dari dua contoh di atas saja kita bisa melihat bahwa content marketing merupakan urat nadi digital marketing itu sendiri.

3. Memperkuat relasi dengan audiens

Jika brand-mu memiliki konten yang berkualitas, basis audiens bisa terbentuk dengan sendirinya. Namun, kualitas saja tidak cukup, kamu perlu merawatnya dengan konsisten agar relasinya terjaga. Caranya adalah dengan rutin mengunggah sajian baru.

Dengan begitu, audiens pun bisa merasa ada hal yang selalu ditunggu-tunggu. Hubungan yang terjalin dengan baik seringkali membuat audiens rela membagikan ulang konten yang ada secara sukarela.

4. Meningkatkan konversi

Namanya juga content “marketing”, pasti tujuan utamanya berujung pada peningkatan konversi. Baik itu jumlah klik, pendaftar, maupun pembelian. Agar bisnis tetap berjalan, tentu saja jualannya harus laku agar roda finansialnya terus berputar.

Dengan content marketing dan strategi call to action yang tepat, relasi yang terbangun dengan audiens organik dapat mendorong konversi jadi lebih tinggi.

5 Manfaat Content Marketing

Selain mampu memberikan eksposur jangka panjang buat bisnismu, ternyata content marketing punya segudang manfaat lain, lho! Penasaran? Yuk kita kupas satu-satu!

1. Memberi manfaat lebih bagi audiens dan meningkatkan citra brand

Audiens bisa menemukan kontenmu secara sengaja maupun tidak disengaja. Namun, satu hal yang pasti, jika informasi yang mereka temukan itu ternyata memang bermanfaat dan memenuhi harapan, pasti impresinya akan positif.

Bayangkan, kamu sengaja mengetikkan keyword tutorial memasang RAM karena memang sedang butuh. Ternyata, ada konten dari toko online penyedia perlengkapan komputer yang menyajikan informasinya secara runtut dan lengkap.

Hal tersebut pasti akan memberimu kepuasan. Selain itu, di kemudian hari sangat mungkin kamu akan memilih untuk belanja komponen dari toko itu karena pernah merasa terbantu.

2. Menarik pengunjung dan meramaikan lalu lintas website

Tidak sedikit orang yang akan mengetikkan kata kunci di mesin pencarian jika ingin mencari tahu lebih banyak informasi tentang produk tertentu. Oleh karena itu, memiliki konten berkualitas dan relevan di website-mu sudah jadi keharusan.

Mengapa? Sebab hal tersebut akan mempermudah algoritma mesin pencarian untuk melakukan pengindeksan secara akurat. Konten yang berkualitas umumnya akan memperoleh ranking yang lebih tinggi di hasil pencarian. Otomatis hal ini berpotensi untuk memperoleh lebih banyak jumlah klik organik.  

Baca juga: Panduan Lengkap Belajar SEO untuk Pemula di Tahun 2022

3. Meningkatkan interaksi

Ketika kamu memberikan konten yang relevan dan bermanfaat kepada audiens, mereka berpotensi akan membagikannya ke orang lain. Entah dengan mengunggah ulang di akun pribadi, maupun dengan mengirimkan tautan atau tangkapan layarnya ke kontak yang dimiliki.

Beruntunglah content marketing belakangan ini memang semakin memudahkan aktivitas ini. Orang bisa membagikan video TikTok dengan cepat, dan mereka pun dapat dengan mudah melacak siapa pengunggahnya. Alhasil, konten pun bisa lebih cepat viral.

4. Mendorong penjualan jadi lebih laris

Namanya juga content “marketing”, pasti tujuan akhirnya adalah peningkatan penjualan. Satu konten berkualitas yang kamu buat, bisa membantu membimbing ratusan bahkan ribuan calon pembeli sampai mereka memutuskan untuk checkout.

Inilah salah satu kehebatan konten. Bandingkan dengan jika kamu adalah seorang sales yang harus mengulang-ulang hal yang sama dari satu pintu ke pintu lainnya. Jangkauannya akan jauh lebih sedikit dan mereka pun belum tentu akhirnya membeli.

Dengan mengadopsi content marketing, kamu sangat mungkin untuk memenangkan cakupan pasar yang lebih besar. Penargetan konsumennya pun bisa lebih akurat. Dan satu lagi, biaya Customer Acquisition Cost (CAC) akan jauh lebih rendah!

5. Mengedukasi pasar

Banyak orang mungkin tidak sadar bahwa ternyata ada lho produk dan jasa yang bisa menyelesaikan masalah mereka sehari-hari. Ketidaktahuan ini umumnya didalangi oleh minim dan jeleknya informasi yang ada tentang hal terkait.

Padahal, content marketing bisa menyelesaikan hal ini. Dengan penyampaian yang baik, kamu bakal mampu mengedukasi pasar dengan memberikan solusi atas permasalahan mereka.

4 Komponen Penting Content Marketing

Untuk menghasilkan content marketing berkualitas, kamu tidak bisa menggarapnya asal-asalan. Ada beberapa komponen penting yang sebaiknya kamu jadikan bekal. Apa saja? Simak poin-poin berikut ini!

1. Buyer persona

elemen buyer persona

Langkah pertama untuk membuat konten yang berkualitas adalah dengan memahami terlebih dulu calon audiensmu. Cara terefektifnya adalah dengan membuat buyer persona. Tenang, Bitlabs sudah pernah membahas tentang buyer persona.

Sederhananya, kamu akan membuat persona buat target audiens-mu. Detail itu bisa mencakup nama, kelas sosial, riwayat hidupnya, keinginan, masalah, minat, hingga detail khusus lain. Semakin spesifik produk/jasa yang ingin kamu tawarkan, biasanya akan semakin mengerucut pula audiens kontennya.

Strategi buyer persona ini dapat menghasilkan konten yang menjawab keraguan mereka, sekaligus menciptakan ikatan antara brand dan audiens.

2. Tujuan pemasaran dan KPI

Setelah mengetahui detail buyer persona, kamu mesti menentukan tujuan pemasaran sekaligus metrik pengukuran kesuksesan kontennya.

Di dunia content marketing, tujuan yang paling sering dipakai antara lain:

  • Meningkatkan lalu lintas website
  • Menambah prospek penjualan
  • Meningkatkan penjualan
  • Mengedukasi pasar
  • Meningkatkan eksposur brand
  • Menciptakan nilai brand
  • Menghasilkan interaksi
  • Mengurangi Customer Acquisition Cost (CAC)
  • Memupuk loyalitas pelanggan

Kalau sudah mengetahui tujuannya, selanjutnya kamu bisa menentukan indikator untuk memudahkan monitoring. Nah, ialah yang disebut dengan Indikator Kinerja Utama atau lebih terkenal dengan sebutan KPI (Key Performance Indicators).

Jadi, si KPI ini merupakan metrik yang digunakan layaknya parameter untuk memantau hasil yang dicapai dengan lewat content marketing. Ingat ya, KPI ini harus memiliki hubungan dengan tujuan yang sudah ditentukan sebelumnya.

Contoh dari KPI antara lain:

  • Jika tujuannya ingin meningkatkan lalu lintas, pantau statistik lalu lintas website
  • Jika tujuannya ingin menambah prospek penjualan, pantau tingkat konversi dari analytic website-mu
  • Jika tujuannya ingin meningkatkan popularitas brand, pantau interaksi media sosial seperti komentar, jumlah reshares, dan wujud reaksi lainnya di media sosial
  • Jika tujuannya ingin meningkatkan penjualan, perhatikan data jumlah penjualan dan pembukuan lain
  • Jika tujuannya ingin mengedukasi pasar, amati jumlah penambahan pelanggan mailing list, pembaca konten di website, dan sebagainya
  • Jika tujuannya ingin memupuk loyalitas pelanggan, perhatikan berapa lama mereka setia menjadi pelanggan bisnismu

3. Riset Kata Kunci

Biasanya, kontak pertama publik dengan konten yang kamu buat terjadi lewat bantuan mesin pencari (SERP). Sehingga, cara terbaik untuk muncul di sana adalah dengan menggunakan kata kunci yang relevan di konten yang kamu buat.

Kamu harus melakukan riset keywords untuk tahu kata kunci apa saja yang sedang/berpotensi naik daun. Kata kuncinya bisa short maupun long tail. Artinya semakin spesifik (long tail), semakin presisi hasilnya dan semakin berkualitas target audiensnya.

Baca juga: Apa itu Long Tail Keyword? Berikut Manfaat Serta Cara Mencarinya!

4. SEO (Search Engine Optimization)

Seo content marketing

Nah, sebenarnya, riset kata kunci merupakan bagian dari sebuah strategi marketing internet yang lebih besar: Search Engine Optimization (SEO).

Ia bisa dipahami sebagai seperangkat teknik yang digunakan untuk mencapai ranking pertama di hasil halaman mesin pencarian.

Semakin tinggi peringkat kontenmu di Google, semakin besar pula kemungkinan audiens untuk mampir ke website. Dari situ mereka bisa mengulik isi web lebih jauh, bahkan akhirnya melakukan transaksi.

Untuk itu, content marketing yang kamu buat pun perlu dioptimalkan untuk mesin pencarian. Namun, tidak hanya itu, konten yang ada tetap harus nyaman dikonsumsi oleh pembaca. Mentang-mentang SEO, jangan sampai ia ramah algoritma tetapi susah dibaca oleh manusianya itu sendiri.

Praktik berikut dapat kamu contoh untuk meningkatkan kemampuan SEO:

  • Gunakan Google Analytics untuk mengetahui postingan mana yang perlu dimutakhirkan
  • Pakai tool Google Search Console untuk riset kata kunci dan jangan lupa untuk mengunggah sitemap
  • Install plugin SEO seperti Yoast di situs website-mu untuk mempermudah setting
  • Pilih kata kunci yang disarankan Google di tool seperti Keyword Planner
  • Optimalkan kata kunci dengan meletakkannya di antara 100 kata pertama dan di subjudul
  • Sesuaikan URL agar tidak terlalu panjang dan tetap mengandung kata kunci di dalamnya
  • Optimasi website-mu supaya ramah perangkat mobile
  • Tingkatkan kecepatan web dan rutin mengujinya dengan tool Google PageSpeed ​​Insights
  • Jangan lupakan backlink

9 Contoh dan Kanal Content Marketing

Berikut ini Bitlabs rangkumkan contoh sekaligus kanal content marketing yang masih relevan untuk kamu praktikkan.

1. Postingan blog

Postingan blog adalah solusi jitu untuk meningkatkan strategi SEO. Artikel-artikel yang diunggah di sini akan bekerja untuk menarik lalu lintas organik dari mesin pencarian.

Untuk menulis posting blog yang berkualitas, kamu bisa ikuti checklist berikut. Di awal, lakukan riset kata kunci dari konten yang ingin dibuat. Riset kata kunci sangat krusial untuk mengecek apa yang sedang hits.

Berikutnya, riset pula sumber-sumber bacaan yang akan memperkaya isi artikel. Baru setelah itu tulis sampai tuntas. Setelah konten ditulis, kamu bisa mengoptimalkannya dengan mengikuti aturan SEO.

Optimasi ini adalah kunci untuk membuat kontenmu nangkring di halaman pertama mesin pencarian.

Baca juga: 9 Cara Menulis Artikel SEO Agar Ranking di Google!

2. Infografis

Infografis adalah format konten yang memuat informasi yang disajikan dalam kombinasi visual seperti gambar, vektor, grafik, hingga tipografi. Infografis yang berkualitas tidak hanya sedap dipandang, tetapi juga informatif dan tidak membingungkan.

Mengapa? Sebab fungsi infografis adalah untuk menjelaskan sesuatu dengan cepat dan objektif. Artinya, hanya kamu bisa menangkap isi informasi bahkan hanya dalam sekali tengok.

Proses produksi infografis cukup mirip dengan postingan blog. Yang membedakan, setelah materi jadi ia akan dilempar ke desainer grafis sebelum dipublikasikan.

3. Video

Content marketing video benar-benar jadi primadona dalam lima tahun terakhir. Bahkan, sekarang mayoritas netizen mengonsumsi lebih banyak konten video dibanding format lain. Alhasil, sebagai content marketer, kamu pantang melewatkan ini.

Bahkan, menurut Think With Google, 80% pengguna internet beralih antara pencarian video dan hasil pencarian lain ketika mereka sedang riset produk untuk dibeli.

4. Postingan media sosial

Postingan media sosial dapat mempromosikan konten yang dipublikasikan di saluran lain, misalnya yang dari blog. Ada beberapa cara untuk memanfaatkan kanal ini. Akan tetapi, yang paling menarik adalah kemungkinan menciptakan relasi dengan konsumen dan mempersuasi mereka agar berinteraksi dengan brand-mu.

Meskipun bisa menyebarkan konten dari kanal lain, kamu pun bisa mendedikasikan konten khusus di sini. Misalnya dengan membuat utas di Twitter maupun postingan rutin di Instagram. Pastikan kamu merangkai caption terbaik dan memilih foto yang enak dipandang sehingga bisa menarik perhatian audiens.

5. Email marketing

Kata siapa email marketing sudah ketinggalan zaman?

Kamu bisa memanfaatkan email untuk mengirimkan tawaran maupun newsletter yang terkesan personal langsung ke “alamat” pelanggan. Apalagi, kemajuan internet saat ini memungkinkan algoritma untuk mengacak konten yang sudah dibuat agar sesuai dengan selera pemilik emailnya.

Baca juga: Email Marketing: Panduan Komplit untuk Pemula [Terbaru!]

6. Studi kasus dan testimoni pelanggan

Studi kasus dan testimonial merupakan penguat kredibilitas terbaik untuk brand yang kamu punya. Studi kasus biasanya menceritakan kisah sukses pelanggan yang didukung oleh testimoni mereka.

Salah satu ciri konten semacam ini adalah adanya pembahasan yang menonjolkan manfaat yang ditawarkan produk/jasa. Untuk membuat konten studi kasus dan testimonial, kamu bisa mewawancarai konsumen.

Minta mereka untuk bicara tentang jenis masalah yang coba diselesaikan dan tunjukkan bagaimana produk/jasamu dapat membantu mereka mengatasi masalah yang dihadapi.

7. Buku elektronik

Ebook adalah format konten menggiurkan untuk menjaring data “pelanggan” baru. Apalagi kalau topik bahasannya memang yang mereka cari. Kamu cukup bilang: dengan mendaftar di mailing list, link unduhan buku ini akan dikirimkan langsung ke email-mu!

Dan… itulah salah satu cara untuk memperoleh data nama dan email mereka yang nantinya bisa digunakan untuk email blast.

Selain untuk memperoleh data pelanggan, ebook memungkinkanmu untuk membahas topik secara lebih mendalam. Ia bisa digunakan untuk menjelaskan poin yang tidak dibahas dalam postingan blog biasa. Dengan kata lain, format konten ini adalah paket lengkap.

8. Webinar

Sejak pandemi, pamor webinar di kalangan content marketer makin yahud aja. Webinar menjadi kesempatan emas untuk menjalin relasi dengan pelanggan sekaligus mengedukasi mereka. Selama sesi, kamu dan tim dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan mereka secara real-time.

Pastikan kamu telah merencanakan dan mempersiapkan semua peralatan pendukung agar webinarnya tampil prima. Satu lagi, mendekati jadwal, kamu bisa mengirimkan pengingat agar mereka tidak lupa untuk menghadiri acaranya.

9. Podcast

Podcast juga naik daun di kalangan marketer dalam lima tahun belakangan. Menariknya lagi, ia yang awalnya identik sebagai media suara berdurasi panjang, kini umum ditemui dalam format hibrid audio dan video.

Kondisi tersebut membuat podcast relatif ramah untuk berbagai macam produk/jasa yang ingin kamu tawarkan. Kamu bisa mengundang narasumber, bahkan pelanggan secara langsung untuk urun cerita.

6 Langkah Jitu Membuat Content Marketing

Meskipun media/kanalnya berbeda, cara pembuatan content marketing kurang lebih mirip-mirip. Kamu tinggal melakukan sedikit penyesuaian agar sesuai dengan karakteristik masing-masing. Berikut Bitlabs sajikan panduan singkatnya:

1. Petakan audiens

Untuk membuat konten untuk audiens tertentu, kamu harus memiliki gambaran yang jelas tentang preferensi mereka. Pahami apa masalahnya, kecenderungan dalam transaksi, strata ekonomi, dan sebagainya. Semakin detail, kamu bisa lebih fokus dan terkesan personal dalam pembuatan kontennya nanti.

2. Tentukan format yang terbaik

Setelah memahami audiens, kombinasikan hal itu dengan tujuan marketing produk/jasanya agar gampang dalam penentuan format. Kalau menjual peralatan masak, format video dan teks lebih cocok dibandingkan podcast audio, misalnya.

3. Bagi tugas

Tentukan siapa yang akan menulis, mengedit, dan mengoreksi konten yang dibuat. Pembagian tugas yang berlapis ini pun bermanfaat untuk memfilter konten agar kualitasnya terjaga. Artinya, kalau ternyata ada kesalahan atau dirasa kurang nyambung, koreksinya bisa dilakukan dengan lebih terkendali.

4. Tentukan cara distribusi kontennya

Apakah kamu akan memposting konten di website, mengirimkannya melalui mailing list, atau mengunggahnya di media sosial? Cara terbaik dalam menjawabnya adalah sesuaikan dengan di mana mayoritas audiens targetmu berkumpul. Perhatikan pula jenis kontennya.

5. Buat jadwal pembuatan konten yang konsisten

Jadwal yang konsisten akan membuat ritme kerja serta monitoring KPI-nya menjadi lebih jelas. Buat target berjangka, misalnya tiga atau enam bulan untuk kemudian dilakukan evaluasi di akhir. Catat pula kendala yang dihadapi, berapa lama pembuatan masing-masing konten, sampai dengan urusan budget yang dikeluarkan.

6. Ulangi siklus sesuai dengan hasil evaluasi

Semua hasil evaluasi akan menghasilkan petunjuk pelaksanaan baru yang bisa diterapkan untuk siklus selanjutnya. Harapannya, agar di fase berikutnya pekerjaan yang dilakukan bisa semakin matang dan terstruktur dengan baik.

Siap membuat Content Marketing?

Di dunia digital marketing, content marketing adalah keharusan. Dengannya, kamu bisa meracik konten yang relevan dan efektif untuk menggaet audiens.

Asyiknya lagi, tidak ada batasan tentang call to action yang nantinya ingin kamu sematkan di dalamnya. Mau agar mereka daftar mailing list? Bisa. Supaya mereka beli dagangan? Ayok. Agar mereka gabung di group diskusi? Boleh banget.

Kalau kamu semakin tertarik dengan bidang ini, yuk gabung di channel Discord dari Bitlabs! Kita ngobrol bareng tentang topik ini sampai ke akar-akarnya!

discord digital marketing bitlabs

Selamat belajar!

 

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Loading…

0

Apa itu Executive Summary? Berikut Pengertian, Contoh, dan Cara Membuatnya!

Apa itu Copywriting? Belajar Teknik Copywriting & Menyelami Contohnya