apa itu seo

Apa Itu SEO? Pengertian, Cara Kerja, dan Panduannya

Di media sosial, misalnya TikTok, kadang cuma butuh hitungan jam untuk suatu postingan tiba-tiba viral. Algoritma medsos punya cara kerjanya sendiri untuk menyebarkan kontennya. 

Ketika performa awal sudah menunjukkan tanda-tanda populer, algoritma tidak ragu untuk menempatkan konten itu di daftar rekomendasi pengguna lain. Jumlah views-nya pun akhirnya meledak. 

Apa kabar dengan postingan di website atau blog? 

Meskipun tidak seinstan media sosial, konten web juga bisa “viral” dengan bantuan algoritma. Namun, algoritma yang ini butuh “disogok” agar mau bekerja optimal. Sogokannya adalah SEO alias search engine optimization.   

Artikel ini akan membahas apa itu SEO, mengapa ia penting, hingga faktor-faktor apa saja yang perlu diperhatikan dalam praktiknya. Sudah tidak sabar? Yuk, langsung mulai saja!

Apa itu SEO? 

SEO adalah trik untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas kunjungan website (traffic). Caranya, dengan mengoptimasi website agar muncul di halaman terdepan hasil pencarian. Trik ini dilakukan secara organik alias tanpa perlu membayar si search engine. 

Meskipun namanya search engine optimization atau “optimasi mesin pencari”, SEO juga ada untuk meningkatkan user experience pengguna ketika berselancar di dunia maya. 

SEO memastikan pengguna internet mendapatkan informasi yang benar dan relevan dengan mudah. Buktinya, bermodal kata kunci dan tombol “cari”, mesin pencari langsung bisa menyodorkan halaman website yang kamu butuhkan

Dengan teknik search engine optimization yang tepat, konten yang baru saja kamu upload di web dapat lebih cepat untuk tertampil di halaman pertama hasil pencarian. Kalau sudah begitu, websitemu pun punya potensi untuk kebanjiran traffic. Enak, kan?

Baca juga: Daftar SEO Tools yang Wajib Diketahui Calon SEO Master

Cara kerja SEO

Mesin pencari bekerja dengan melacak seluruh konten yang ada di internet. Kemudian, ia membuat katalognya berisi laman web, file PDF, gambar, video, bahkan suara.

Proses ini dikenal dengan nama crawling dan indexing. Setelah melalui itu, hasilnya kemudian disusun dan diurutkan berdasarkan “standar ranking” algoritmanya. 

Ranking inilah yang nantinya sangat berperan besar dalam mendatangkan traffic organik. Konon, 40 persen traffic website itu berasal dari traffic organik ini. 

Kalau kamu bisa masuk tiga besar halaman #1 hasil pencarian, kamu sudah berhasil menguasai 75 persen semua traffic di internet.

Baca juga: Ini Dia Cara Search Engine Bekerja

SEO ini bisa diterapkan secara mudah dan gratis. Sudah begitu, traffic organik hasil dari SEO ini juga sifatnya awet. 

Asalkan kompetitor tidak membuat artikel serupa dengan membidik kata kunci yang sama, web-mu akan tetap nangkring di posisi terbaik!

Beda banget dengan paid search atau hasil pencarian dari sponsor (iklan/tidak organik). Memang, websitemu akan lebih gampang masuk halaman #1.

Cuma, hasil pencarian model iklan ini punya batas waktu penayangan. Kalau duitmu habis, ya hasilnya akan diganti oleh iklan dari pemasang lain. 

3 Teknik SEO

Dalam SEO, terdapat tiga teknik kunci yang bisa digunakan: on-page, off-page, dan technical. 

1. On-Page SEO

Ini adalah teknik SEO yang memberikan perhatian utama pada kualitas konten yang diunggah di website. Algoritma akan melihat seberapa baik postingan itu dioptimasi sesuai dengan aturan SEO dan kata kunci yang relevan. 

Selain itu, on-page memastikan bahwa pengunjung nantinya akan menikmati waktunya ketika sedang mampir. 

Baca juga: Cara Riset Keyword untuk Konten SEO

2. Off-Page SEO

Aspek search engine optimization ini menitikberatkan pada link dari website lain yang menuju ke website-mu. Link yang berkualitas dan relevan akan bertindak layaknya jumlah “vote” yang diterima ketika pemilu. 

Vote ini akan membantu web-mu untuk “naik kelas” di mata mesin pencarian. Sebab ia dianggap lebih terpercaya dan berkualitas. 

3. Technical SEO

Strategi teknis ini berfokus pada bagaimana algoritma dari mesin pencari itu sendiri dapat melakukan crawling dan indexing di website-mu tanpa hambatan. 

***

Kamu bisa membaca 13+ Teknik SEO Agar Website-mu Semakin Populer untuk penjelasan lebih lengkap tentang ketiga teknik ini lengkap dengan tips-tips-nya .

*** 

White hat SEO versus black hat SEO

Teknik search engine optimization tidak membatasi kreativitas pengguna agar dapat memperoleh perhatian utama dari algoritma mesin pencarian. Alhasil, muncul lah SEO model white hat dan black hat. Apa itu? 

White hat SEO artinya search engine optimization yang mematuhi aturan dari search engine dalam mempraktikkan teknik, variasi, serta strateginya. Orientasinya adalah membantu memberikan hasil yang memuaskan kepada para pencari informasi. 

Sedangkan black hat SEO adalah teknik dan strategi yang tujuannya untuk mengelabui dan melakukan spam ke mesin pencari. 

Jangan salah, search engine optimization model ini tetap bisa berjalan. Akan tetapi tentu saja ini bakal menempatkan si website ke jurang petaka. 

Kalau kamu mempraktikkan ini, web-mu berisiko kena penalti turun ranking hingga benar-benar dihapus dari halaman hasil pencarian karena melanggar kode etik. 

Aturan-aturan dalam SEO

Sebenarnya untuk mempraktikkan “white hat SEO” itu tidak sulit. Masing-masing mesin pencarian biasanya sudah mengeluarkan panduannya. 

Misalnya Google mengeluarkan “Webmaster Guidelines”. 

Prinsip dasar Google Webmaster Guidelines

  • Buat konten yang user friendly atau ramah pembaca, bukan untuk mesin. 
  • Jangan menipu pengguna dengan konten yang tidak sesuai.
  • Hindari trik manipulatif yang bertujuan untuk meningkatkan ranking. 
  • Fokus ke manfaat yang akan didapatkan pengguna. 
  • Pikirkan masak-masak tentang aspek apa saja yang membuat website-mu unik, bernilai, ataupun bikin betah. 

Google Webmaster Guidelines melarangmu untuk:

  • Membuat konten otomatis menggunakan generator.
  • Terlibat dalam komplotan manipulator tautan.
  • Membuat konten dengan cara memplagiat konten lain (copy-paste).
  • Melakukan cloaking atau membuat tampilan yang berbeda untuk crawler dan pengguna.
  • Menyembunyikan teks dan tautan.
  • Membuat doorway pages atau halaman yang sengaja dibuat agar meningkatkan ranking di pencarian tertentu dan menjadi corong utama dari keseluruhan traffic yang datang.

Siap Pakai SEO ke Websitemu? 

Akhirnya, kamu mengenal apa itu SEO. Kamu pun jadi tahu, kalau SEO bukan sekadar mengelabui mesin pencari.

Daripada melanggar panduan search engine optimization yang sudah ada, lebih baik fokuslah membuat konten yang bisa berumur panjang. Konten macam ini biasanya memang sudah paham dengan kebutuhan pengguna. 

Konten yang dimaksud dapat dirangkum dalam tiga tipe:

  • Informasi: pengguna mencari informasi tertentu. Mmisalnya dengan mengetikkan: kursus online belajar Python terbaik.
  • Navigasi: pengguna mencari website khusus di mesin pencari karena tidak mau repot menghafalkan URL lengkapnya. Misalnya dengan mengetikkan: Bitlabs.
  • Jual-beli: pengguna ingin melakukan transaksi. Misalnya mengetikkan: promo kursus online pembuatan website.

Agar SEO-nya optimal, kamu dapat melakukan riset kata kunci lebih dulu sebelum membuat tipe konten-konten di atas.

Hal ini penting untuk dilakukan sebab konten yang berkualitas dan relevan akan membuat web-mu memiliki ranking lebih tinggi di halaman hasil pencarian. 

Jadi, apakah kamu sudah siap untuk belajar search engine optimization lebih jauh? 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

tugas marketing

9+ Tugas Marketing dan Jenjang Kariernya

tools seo gratis yang wajib kamu pakai

10+ SEO Tools Terbaik yang Wajib Kamu Coba [Gratis!]