daftar rumus excel yang wajib kamu pahami

Daftar Rumus Excel Terlengkap untuk Menunjang Pekerjaanmu [Terbaru!]

Microsoft Excel adalah salah satu aplikasi dasar yang sangat penting untuk dikuasai. Jadi, tak heran jika banyak lowongan pekerjaan yang mensyaratkan kandidatnya untuk menguasai Excel.

Contoh profesi yang perlu menguasai Excel adalah akuntan dan data analyst. Mereka perlu menggunakan Excel untuk mengumpulkan dan mengelola data yang mereka miliki.

Tidak hanya itu, bahkan profesi seperti marketer pun perlu menguasai Excel juga. Karena, grafik dan diagram yang dibuat di Excel dapat membantu mereka dalam mengambil keputusan.

logo excel

Nah, pasti kamu tertarik untuk belajar Excel juga, kan?

Tenang, di artikel ini, kamu akan mempelajari 20 rumus penting di Excel. Dengan begitu, kamu dapat memanfaatkannya untuk banyak hal.

Penasaran? Yuk simak artikelnya lebih lanjut!

Apa itu Rumus Excel?

Dengan mengklik artikel ini, tentu kamu sudah tahu dong apa itu rumus di Excel? Tapi tenang, kalaupun kamu belum familiar dengan rumus Excel, kami akan menjelaskannya secara singkat.

Jadi, rumus (alias formula) adalah cara untuk menjalankan suatu perintah di Excel. Setiap rumus mesti diawali dengan tanda “sama dengan” (=). Contohnya seperti ini:

=C1+C2+C3

Dengan rumus di atas, kamu akan melihat hasil dari penambahan angka di sel C1, C2, dan C3.

Tapi, bagaimana  jika jumlah sel yang dikalkulasi ternyata banyak? Tentu menambahkan sel ke dalam rumusnya satu per satu akan terasa melelahkan, bukan?

Nah, di sinilah peran fungsi diperlukan. Jadi, fungsi adalah versi lebih simpel dari rumus.

Contohnya, rumus penambahan bisa diganti dengan fungsi SUM, alias “=SUM”. Contohnya seperti:

=SUM(C1:C3)

Dengan menggunakan rumus tersebut, kamu akan langsung mendapat akumulasi angka dari C1 sampai C3. Cara ini tentu jauh lebih sederhana daripada menulis nama sel satu per satu ke dalam rumusnya.

Nah, jadi apa saja sih yang bisa kamu lakukan dengan rumus Excel? Yuk kita lihat langsung di daftar rumusnya!

20 Rumus Excel yang Perlu Kamu Ketahui

Berikut adalah 20 rumus Excel yang cukup sering dipakai. Wajar, karena rumus-rumus di bawah ini memang fungsinya cukup mendasar. Mari kita lihat sama-sama:

1. SUM

SUM adalah rumus untuk menjumlahkan angka yang ada di sel-sel tertentu. Contohnya, misalkan kamu ingin menjumlahkan angka dari sel A1 sampai A5, maka rumusnya adalah:

=SUM(A1:A5)

2. COUNT

COUNT berfungsi untuk menghitung jumlah sel yang berisi angka. Misalkan dari sel A1 sampai A10, hanya A1 sampai A7 saja yang berisi angka. Maka, jika dihitung dengan rumus berikut:

=COUNT(A1:A10)

Hasil dari rumusnya adalah 7, karena hanya tujuh sel yang berisi angka.

3. COUNTA

Fungsinya kurang lebih sama seperti COUNT. Bedanya, COUNTA tidak hanya menghitung jumlah sel yang berisi angka, tapi sel yang berisi apapun. Sehingga, kamu bisa tahu jumlah sel yang tidak kosong.

Contohnya, misalkan sel A1 hingga A4 berisi kata, dan sel A7 hingga A10 berisi angka. Maka, jika dihitung dengan rumus berikut:

=COUNTA(A1:A10)

Hasil rumusnya adalah 8. Karena, sel yang kosong hanya A5 dan A6. Sehingga jumlah sel yang terisi adalah 8.

4. AVERAGE

Sesuai dengan namanya, AVERAGE berfungsi untuk menghitung rata-rata angka pada range sel tertentu. Contohnya, misalkan kamu sedang menghitung rata-rata nilai mata kuliah yang ada di sel A1 hingga A5, maka kamu bisa menggunakan rumus:

=AVERAGE(A1:A5)

5. IF

Rumus ini mungkin terdengar agak kompleks, tapi fungsinya sangat penting. IF dapat membantumu mengidentifikasi data berdasarkan logika tertentu. Biasanya dalam bentuk benar/salah.

Contohnya, misalkan kamu ingin mengecek apakah angka di A1 lebih besar dari angka di B1. Jika angkanya lebih besar, kamu ingin melihat kata “Benar”, dan jika lebih kecil, kamu ingin melihat kata “Salah”. Maka rumusnya akan seperti ini:

=IF(A1>B1; “Benar”;”Salah”)

6. MAX dan MIN

Rumus ini berguna untuk mencari angka tertinggi atau terendah di dalam suatu deretan data. Contohnya, misalkan ada dua puluh siswa yang nilainya ditulis di sel A1 hingga A20. Jika kamu ingin tahu nilai yang paling tinggi, kamu bisa menggunakan rumus:

=MAX(A1:A20)

Sebaliknya, jika kamu ingin tahu nilai yang paling rendah, kamu bisa menggunakan rumus:

=MIN(A1:A20)

7. TRIM

Terkadang, ada data yang tidak bisa diproses karena ada spasi berlebih di dalamnya. Hal ini dapat menimbulkan error saat proses kalkulasi.

Di sinilah rumus TRIM berguna. Jadi, rumus ini dapat menghapus spasi berlebih yang ada di dalam sel, contohnya seperti spasi di awal kalimat, akhir kalimat, atau spasi ganda. 

Tapi ingat, rumus ini hanya bisa diaplikasikan pada satu sel saja. Jadi, Anda tidak bisa menggunakannya pada beberapa sel sekaligus, harus satu per satu. Contohnya seperti ini:

=TRIM(A1)

8. AND

Rumus AND merupakan fungsi logika. Kamu bisa menggunakannya untuk mencari tahu apakah isi dari suatu sel benar (TRUE) atau salah (FALSE). Berikut adalah contoh rumusnya:

=AND(A1>50;A1<100)

Jika angkanya memenuhi kriteria (A1>50 dan A1<100), maka hasilnya adalah TRUE. Begitu pula sebaliknya.

9. OR

Sama seperti rumus AND, rumus OR bisa digunakan untuk mencari tahu apakah kriteria yang ditentukan TRUE atau FALSE. Bedanya, jika rumus AND harus memenuhi semua kriteria untuk menjadi TRUE, rumus OR bisa dipenuhi dengan salah satu kriteria saja:

=OR(A1>50;A1<100)

Jika angkanya memenuhi kriteria (A1>50 atau A1<100), maka hasilnya adalah TRUE. Begitu pula sebaliknya.

10. NOT

Rumus NOT adalah kebalikan dari rumus AND. Contohnya, misalkan kamu menggunakan rumus ini:

=NOT(A1>50;A1<100)

Berarti, hasilnya adalah TRUE jika angkanya tidak memenuhi kriteria (A1>50 dan A1<100). Sedangkan jika angkanya memenuhi kriteria, hasilnya adalah FALSE.

11. LEN

Rumus LEN berfungsi untuk menghitung jumlah karakter yang ada di dalam satu sel. Jadi, yang dihitung tidak hanya kata, tapi juga spasi dan tanda baca seperti titik dan koma. Berikut contoh rumusnya:

=LEN(A1)

Tapi ingat, rumus LEN tidak bisa diaplikasikan pada beberapa sel sekaligus. Dengan kata lain, kamu perlu menggunakan rumus ini satu per satu pada sel tertentu.

12. AREAS

Apakah kamu ingin menghitung jumlah area yang kamu seleksi? Jika iya, kamu bisa menggunakan rumus AREAS.

Jadi, rumus ini dapat menghitung jumlah area yang kamu jadikan referensi. Contohnya, misalkan kamu memasukkan rumus ini:

=AREAS(A1:A5)

Maka hasilnya adalah 1, karena kamu hanya menyeleksi satu range sel. Lalu, jika rumusnya begini:

=AREAS(A1:A5;B1:B5;C1)

Maka hasilnya adalah 3, karena kamu menyeleksi 2 range sel (A1:A5 dan B1:B5) dan 1 sel (C1).

13. VLOOKUP

Rumus VLOOKUP memang terlihat ribet. Tapi jangan salah, jika kamu tahu cara menggunakannya, rumus ini akan sangat mempermudah pekerjaanmu.

Jadi, rumus ini berguna untuk mengambil data yang disusun secara vertikal. Contohnya, misalkan kamu menawarkan beberapa paket yang terdiri dari bundling produk dan layanan. Berikut adalah tabel rincian biaya-nya (tabel rincian biaya ada di sel B15:D17):

tabel rincian paket

Lalu, kamu ingin tahu berapa biaya yang dikeluarkan oleh tujuh konsumenmu. Maka kamu membuat tabel ini:

tabel konsumen paket

Untuk mengisi kolom Harga Produk dan Biaya Layanan, kamu menggunakan rumus VLOOKUP (karena datanya disusun secara vertikal). Jadi, rumusnya seperti ini:

rumus vlookup

Pertama-tama sel yang perlu dimasukkan adalah C4, karena sel ini yang mengindikasikan jenis paket yang dibeli konsumen.

Selanjutnya, kamu perlu memasukkan range sel untuk tabel rincian biaya (B15:D17). Agar nilai tabelnya absolut, tekan F4 (sehingga di dalam kode range selnya jadi ada persennya).

Lalu, masukkan angka 2 di bagian selanjutnya. Karena di tabel rincian biaya, Harga Produk terletak di kolom kedua.

Terakhir, kamu hanya perlu memasukkan nilai 0. Dan berikut adalah hasil rumusnya:

hasil vlookup

Bagaimana? Angka yang muncul sesuai kan dengan yang ada di tabel rincian biaya? Nah, kamu bisa coba mempraktikkan cara yang sama dengan mengisi tabel Biaya Layanan melalui VLOOKUP.

14. HLOOKUP

HLOOKUP sebetulnya sama saja dengan VLOOKUP. Bedanya, kalau VLOOKUP berguna untuk mengambil data yang disusun secara vertikal, HLOOKUP berguna untuk mengambil data yang disusun secara horizontal. Sesuai dengan namanya, yaitu HLOOKUP.

Jadi, jika tabel rincian biayanya disusun seperti ini:

tabel rincian biaya horizontal excel

Tandanya, kamu harus menggunakan rumus HLOOKUP. 

Bagaimana dengan rumusnya? Well, rumusnya sama saja dengan VLOOKUP. Jadi, kamu tinggal memasukkan rumus:

=HLOOKUP(Sel yang berisi jenis paket;Range sel tabel rincian biaya;Letak kolom data yang ingin diambil;0)

15. CHOOSE

Rumus CHOOSE berguna untuk mengambil nilai dari suatu tabel data. Penggunaannya juga cukup simple. Contohnya, misalkan kamu membuat tabel ini:

tabel choose excel

Lalu, kamu membuat kolom baru untuk No. Paket dan Jenis Paket. Tujuannya, jika kamu mengisi nomor 1, 2, atau 3 di kolom No. Paket, kolom Jenis Paket secara otomatis akan terisi Gold, Silver, atau Bronze. 

Berikut adalah rumus yang perlu kamu masukkan di kolom Jenis Paket:

rumus choose

Pertama-tama, masukkan sel E1, yaitu sel nomor paketnya (Sel pertama hanya bisa diisi angka). Lalu, masukkan sel B2, B3, dan B4. Karena ketiga sel tersebut berisi value Gold, Silver, dan Bronze.

Setelah memasukan rumus CHOOSE, berikut adalah hasilnya (jika kamu memasukkan angka 2 di kolom No. Paket):

hasil rumus choose

16. MATCH

Rumus MATCH punya banyak fungsi. Untuk mempermudah penjelasan, mari kita lihat fungsinya yang paling sederhana.

Jadi, rumus MATCH dapat digunakan untuk menemukan data pada baris tertentu. Contohnya misalkan kamu melihat tabel ini:

contoh tabel brand mobil

Lalu, kamu ingin tahu brand mobil Mazda ada di baris ke berapa. Jadi kamu menggunakan rumus berikut:

rumus match excel

Pertama-tama, masukkan dulu kata yang ingin kamu cari (di dalam tanda kutip). Lalu, masukkan range sel yang berisi data brand mobilnya (B3:B11).

Setelah memasukkan rumusnya, hasil yang akan kamu dapatkan adalah 5. Karena brand Mazda berada pada urutan kelima di dalam daftarnya.

17. CEILING

Rumus CEILING berfungsi untuk membulatkan angka (kelipatan sepuluh) ke angka atas terdekat. Berikut adalah contoh penggunaannya:

rumus ceiling excel

Seperti yang kamu lihat, di dalam rumus ceilingnya ada sel B2, yaitu sel yang ingin kita bulatkan angkanya. 

Sedangkan angka 10 merupakan batas yang kita tetapkan. Jadi, kita ingin membulatkan angkanya (maksimal) ke 10 angka yang lebih tinggi dari angka original-nya.

Setelah memasukkan rumusnya, kamu akan melihat hasil berikut:

contoh hasil rumus ceiling excel

18. FLOOR

FLOOR adalah kebalikan dari rumus CEILING. Karena, rumus ini akan membulatkan angka (kelipatan sepuluh) ke angka bawah terdekat. Berikut adalah contoh penggunaannya:

rumus floor excel

Sama seperti rumus CEILING, kita harus memasukan sel yang ingin dibulatkan terlebih dahulu (B2). Kemudian, masukkan angka 50. Artinya, kita ingin membulatkan angkanya ke 50 angka bawah terdekat. Hasilnya jadi seperti ini:

contoh hasil rumus floor excel

19. COUNTIF

COUNTIF adalah rumus yang berguna untuk menghitung jumlah sel yang kriterianya sama. Sehingga, kamu tak perlu lagi kesusahan dalam menyortir data.

Contohnya, misalkan kamu sedang melakukan survei. Dari 20 responden, kamu ingin tahu berapa orang yang profesinya PNS. Jadi, kamu bisa menggunakan rumus ini:

rumus countif

Pertama-tama, yang perlu kamu masukkan ke dalam rumus COUNTIF adalah range sel yang ingin kamu identifikasi (B2:B21)

Kemudian, kamu tinggal memasukkan kriteria sel yang akan dihitung, yaitu “PNS” (harus di dalam tanda kutip).

Hasil dari rumus tersebut adalah 7. Jadi, dari 20 responden, tujuh di antaranya berprofesi sebagai PNS.

20. SUMIF

Jika COUNTIF berfungsi untuk menghitung jumlah sel dengan kriteria tertentu, SUMIF berfungsi untuk mengakumulasi angka yang ada pada sel-sel dengan kriteria tertentu.

Sebagai contoh, misalkan dari 20 responden yang kamu survei, kamu ingin mengakumulasi total jumlah pengeluaran dari seluruh responden yang berprofesi sebagai PNS. Jadi, berikut adalah rumus yang kamu gunakan.

rumus sumif

Pertama-tama, kamu harus memasukkan range sel yang ingin diidentifikasi (A2:A21). Kemudian, masukkan kriteria sel yang ingin kamu cari (“PNS”).

Setelah itu, masukkan range sel yang ingin kamu identifikasi penjumlahannya (B2:B21).

Berikut adalah hasilnya:

hasil rumus sumif excel

Berdasarkan hasilnya, dapat diketahui bahwa akumulasi dari pengeluaran per bulan seluruh responden PNS adalah Rp. 20.750.000.

Sudah Siap Mengolah Data di Excel?

Awesome! Sekarang kamu sudah paham cara menggunakan 20 rumus dasar Excel. Berbekal wawasan ini, kamu pasti bisa memanfaatkan Excel untuk mempermudah pekerjaanmu.

Tapi, masih banyak lho rumus Excel yang bisa kamu pelajari. Karena manfaat Excel sangatlah luas. Oleh karena itu, untuk mendapat manfaat Excel sebanyak-banyaknya, kamu juga harus mempelajarinya secara lebih mendalam.

Nah, rumus Excel juga bisa digunakan di Google Sheets, yaitu program spreadsheet buatan Google. 

Saat ini, banyak orang-orang yang menggunakan Google Sheets karena bisa digunakan secara gratis, fungsinya sama persis seperti Excel, serta file-filenya secara otomatis tersimpan di akun Google.  

Kabar baiknya, kamu bisa dengan mudah menguasai Google Sheets di Bitlabs! Karena di sini, kami menyediakan kelas Menguasai Google Sheets dengan Mudah untuk Pemula.

kelas google sheets bitlabs

Kelas ini dipandu langsung oleh data analyst Gojek Indonesia yang sudah berpengalaman lebih dari 5 tahun di bidangnya. Jadi, ada banyak sekali materi dan wawasan yang akan kamu dapatkan!

Tertarik? Yuk daftar di Bitlabs sekarang juga!

Baca juga: Apa Itu Data Mining? Berikut Pengertian Serta Contoh Praktiknya!

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

0

Comments

0 comments

apa itu algoritma

Apa itu Algoritma? Sejarah, Fungsi, dan Hal Lain yang Perlu Kamu Tahu

rekomendasi buku untuk Fresh Graduate

11+ Rekomendasi Buku untuk Fresh Graduate