panduan belajar email marketing

Email Marketing: Panduan Komplit untuk Pemula [Terbaru!]

Mungkin kamu pernah mendengar kalau email marketing adalah cara yang ampuh untuk melakukan promosi secara digital. Tapi benarkah demikian?

Faktanya: Ya. Email masih menjadi salah satu saluran pemasaran yang patut kamu perhitungkan. Saat ini jumlah pengguna email mencapai hampir 4 miliar. Angkanya pun diprediksi akan terus meningkat.

Selain itu, kampanye email marketing yang tepat bisa meningkatkan keuntungan bisnis hingga 760%!

Jadi, jika kamu melewatkan email marketing, sama saja seperti melewatkan peluang yang besar untuk bisnismu. Tentu kamu tidak ingin melakukannya, kan?

Itulah mengapa kamu perlu mempelajari email marketing. Untungnya, sekarang kamu berada di artikel yang tepat! Karena di sini, kamu akan mempelajarinya secara lengkap.

Mulai dari memahami konsepnya, manfaatnya, hingga cara menerapkannya. Jadi, tunggu apa lagi? Yuk kita mulai!

Apa itu Email Marketing?

Email marketing adalah pemasaran dengan menggunakan email. Dengan kata lain, kamu mengirimkan email ke calon pembeli dengan tujuan untuk memasarkan brand atau produk.

Tapi, apakah email yang kamu kirim akan selalu berisi promosi? Belum tentu.

Soalnya, tidak semua orang mau kotak emailnya terisi dengan iklan atau promosi. Iya, kan? Jadi, ada beberapa jenis email yang sering digunakan untuk email marketing:

  1. Email Promosi – Email ini berisi hal-hal terkait promosi. Contohnya seperti pengumuman diskon, undian, atau promo beli satu gratis satu.
  2. Email Product Update – Email ini berisi update tentang produk yang kamu tawarkan. Contohnya seperti pengumuman tentang fitur terbaru atau launching produk baru.
  3. Newsletter – Apakah bisnismu punya blog? Kamu bisa mengirimkan update postingan blogmu via email melalui newsletter.
  4. Email Pengumuman – Biasanya email ini berisi pengumuman terkait bisnismu. Contohnya seperti perubahan kebijakan atau penggantian jam operasional.
  5. Email Transactional – Email ini dikirimkan sebagai reaksi dari interaksi pelanggan dengan bisnismu. Contohnya seperti email konfirmasi pembayaran.

Walau fungsinya berbeda, tapi seluruh email tersebut punya tujuan yang sama: memasarkan brand atau produk.

Contohnya, email newsletter memastikan bahwa calon pembeli bisa terus menikmati konten-konten bermanfaat dari bisnismu. Ini adalah cara yang efektif untuk terus terhubung dengan konsumen.

Selain itu, email transactional bisa dijadikan media promosi juga. Saat pembeli selesai membayar, Anda bisa mengirimkan email konfirmasi yang berisi penawaran produk tambahan.

Eits, tapi manfaat email marketing tidak sebatas untuk promosi saja lho. Penasaran? Yuk lihat di bagian selanjutnya!

Apa Saja Manfaat Email Marketing?

Berikut adalah beberapa manfaat yang akan kamu nikmati jika mempraktikkan email marketing:

1. Meningkatkan Traffic ke Website

Misalkan kamu baru saja mempublish postingan baru di blogmu. Kamu bisa saja mengirimkan cuplikan postingannya via email, lalu menyematkan link yang akan mengarahkan pembaca ke postingan aslinya.

Dengan begitu, jumlah pembaca kontenmu akan semakin banyak. Jumlah traffic di websitemu pun akan terus meningkat.

contoh link untuk menarik traffic website di email

Ada banyak cara yang bisa kamu coba untuk mengarahkan pembaca dari email ke website. Selain melalui postingan blog, kamu juga bisa menawarkan produk-produk andalanmu.

Kamu hanya perlu menyertakan link menuju produk tersebut. Sehingga, jika mereka tertarik, mereka bisa langsung meluncur ke websitemu untuk membelinya.

2. Mengubah Pengunjung Menjadi Pembeli

Salah satu kemampuan email marketing yang membuatnya banyak dilirik adalah konversi. Email marketing mampu mengubah pengunjung menjadi seorang pembeli.

Caranya bagaimana? Cukup sederhana. Pengunjung website akan diberi sebuah konten menarik secara gratis (atau biasa disebut lead magnet).

Bentuk lead magnet bisa bermacam-macam. Contohnya seperti ebook gratis atau template gratis. Untuk mendapatkannya, pengunjung perlu memasukkan alamat email mereka.

Nah, setelah mendapatkan alamat email pengunjung, bisnis bisa mulai mengirimkan email-email menarik ke sana. Dalam skenario ini, ada dua kemungkinan:

  1. Pengunjung tidak tertarik dengan email lanjutan dari bisnisnya, lalu berhenti berlangganan email dari bisnis tersebut.
  2. Pengunjung merasa semakin dekat dengan bisnisnya. Karena konten yang dikirimkan sesuai dengan minat mereka. Semakin lama, mereka pun jadi penasaran untuk mencoba produk bisnisnya.

Sebelum kamu berpikir bahwa opsi kedua too good to be true, 59% konsumen mengaku bahwa email marketing turut berpengaruh terhadap keputusan pembelian mereka.

3. Melakukan Targeting Secara Tepat

Apakah setiap orang dalam email listmu akan mendapat email yang sama? Belum tentu.

Kamu harus mengirimkan email yang sesuai dengan minat mereka. Karena, kamu tidak akan bisa memuaskan semua orang hanya dengan satu jenis email saja, kan?

Nah, kamu dapat mengatasi masalah ini dengan email marketing software seperti MailChimp atau Constant Contact. Bagaimana caranya?

Jadi, setiap pengunjung website yang memberikan alamat emailnya dapat disortir sesuai dengan minat mereka. Misalnya, pengunjung yang mendownload ebook programming dibedakan dengan pengunjung yang mendownload ebook digital marketing.

Nah, setelah menyortir email list berdasarkan minat, kamu tinggal mengirimkan email yang relevan dengan mereka. Dengan cara ini, kampanye pemasaranmu akan lebih efektif dan tepat sasaran.

4. Mengurangi Ongkos Pemasaran

Bisa dibilang, email marketing merupakan salah satu praktik pemasaran yang ramah bagi kantong pebisnis. Kok bisa?

Ya, kamu bisa bandingkan dengan praktik pemasaran lain. Contohnya seperti beriklan di Google atau di media sosial. Tiap ada yang mengklik, kamu harus mengeluarkan biaya. Padahal belum tentu yang mengklik berminat dengan produkmu.

Belum lagi jika dibandingkan dengan praktik pemasaran tradisional seperti memasang billboard. Atau bahkan iklan di TV yang harganya jutaan hingga puluhan juta per spot.

Sedangkan dengan email marketing, kamu bisa menargetkan orang-orang yang berminat dengan bisnis atau produkmu dengan biaya yang sedikit atau bahkan tanpa biaya sama sekali.

Cara Mempraktikkan Email Marketing dalam 6 Langkah Mudah

Oke, sejauh ini kamu sudah tahu bahwa email marketing merupakan praktik pemasaran yang patut dicoba. Tapi, bagaimana caranya?

Berikut adalah langkah-langkah yang bisa kamu ikuti untuk mempraktikkan email marketing:

1. Gunakan Email Marketing Software yang Tepat

Hal pertama yang perlu kamu lakukan adalah memilih Email Marketing Software (EMS) yang tepat. Eh, tapi EMS itu apa sih?

Jadi, EMS adalah software yang akan membantumu mengelola pengiriman email serta membuat email yang menarik. Dengan EMS yang tepat, mengelola ribuan alamat email tak akan terasa sulit.

Tapi.. di luar sana ada banyak EMS yang bisa kamu pilih. Contohnya seperti Constant Contact, ConvertKit, AWeber, dan MailChimp. Manakah yang paling bagus?

Sebetulnya tiap EMS punya keunggulannya masing-masing. Tapi jika kamu ingin opsi gratis, salah satu pilihan terbaik adalah MailChimp

halaman utama mailchimp

Dengan paket gratis MailChimp, kamu sudah bisa mengelola hingga 2000 alamat email. Kamu juga bisa menikmati fitur Marketing CRM dan Website Builder.

Baca juga: 19+ Marketing Tools Ampuh di Era Digital

2. Tentukan Tujuan Email Marketing Bisnismu

Selanjutnya, kamu perlu menetapkan tujuan pemasarannya. Dengan begitu, kamu bisa mengukur target yang akan kamu capai di akhir kampanye.

Masih bingung menentukan tujuannya? Berikut adalah beberapa contohnya:

  • Memberi informasi – Kamu ingin calon pembeli tahu segala hal tentang bisnismu. Jadi, kamu mengirimkan info terkait update produk, info promo, atau perubahan harga.
  • Membangun hubungan dengan calon pembeli – Kamu ingin membangun hubungan yang lebih erat dengan calon pembeli. Caranya dengan mengirimkan email yang isinya konten-konten bermanfaat.
  • Meningkatkan jumlah traffic – Kamu ingin mengarahkan pembaca ke websitemu. Jadi, kamu mengirimkan email yang berisi CTA serta link menuju websitemu.
  • Meningkatkan penjualan – Kamu ingin mendorong pembaca untuk melakukan pembelian. Caranya dengan menawarkan produk secara langsung atau mengarahkan mereka ke halaman produk di website.

Nah, jika kamu sudah menetapkan tujuannya, kamu tinggal memastikan bahwa segala praktik pemasarannya mendukung tujuan tersebut.

3. Buatlah Lead Magnet

Sebelum berpikir tentang bagaimana cara membuat email yang menarik, kamu harus membuat orang-orang mau mengirimkan alamat emailnya ke bisnismu.

Lalu, bagaimana cara melakukannya?

Cara paling simpel tentunya dengan menawarkannya secara langsung ke pengunjung websitemu. Contohnya dengan menampilkan kolom seperti ini:

contoh opt in simple

Tapi, cara itu hanya efektif jika brand atau blogmu sudah terkenal. Sudah pasti ada orang-orang yang penasaran dan tertarik dengan kontenmu. 

Bagaimana jika brandmu masih baru? Kamu bisa menawarkan sesuatu secara gratis untuk mendapatkan alamat email pengunjung. Contohnya seperti:

  • Ebook
  • Cheatsheet
  • Template 
  • Resource list
  • Free trial software
contoh lead magnet ebook

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, konten ini biasa disebut juga sebagai lead magnet. Jika ditawarkan secara efektif, kamu bisa mendapat banyak alamat email darinya.

4. Kirimkan Email yang Menarik

Di tahap ini, kamu perlu mengandalkan EMS. Pertama-tama, kamu perlu menyortir email list berdasarkan minat mereka.

Setelah itu, kamu tinggal membuat email yang sesuai dengan minat mereka masing-masing. Contohnya, pengunjung yang minatnya SEO akan mendapat email yang berbeda dengan pengunjung yang berminat dengan social media marketing.

Hal lain yang perlu kamu perhatikan adalah desain emailnya. Sebagus apapun tulisannya, jika emailnya tidak terlihat menarik, pembaca akan malas membacanya hingga akhir.

Tapi kamu tidak perlu punya keahlian desain kok untuk punya desain email yang menarik. Biasanya EMS sudah menyiapkan template email yang bisa langsung kamu pakai.

Contohnya, berikut adalah template email yang disediakan oleh AWeber:

template email di aweber

5. Tentukan Waktu yang Tepat untuk Mengirim Email

“Wah emailnya udah jadi nih, tinggal dikirim aja!”

Eits, tunggu dulu. Kamu harus tahu kapan waktu yang tepat untuk mengirim emailnya.

Karena, hal ini dapat menentukan apakah emailnya akan dibuka atau tidak. Jika emailnya sampai di momen yang tepat, kemungkinan emailnya dibuka akan lebih besar.

Tapi, bagaimana caranya kamu tahu waktu yang tepat untuk mengirim email? Tiap orang pasti preferensi waktunya berbeda-beda, kan?

Dalam hal ini, (lagi-lagi) kamu bisa mengandalkan fitur EMS. Contohnya, Sendinblue punya fitur Send Time Optimization.

send time optimization sendinblue

Fitur ini akan mengidentifikasi kapan penerima membuka emailnya. Sehingga, EMS tahu kapan waktu di mana mereka paling sering membuka email.

Jika waktunya sudah ditemukan, EMS akan mengirimkan emailnya pada waktu tersebut. Jadi tiap orang bisa menerima email di momen yang tepat.

6. Pantau Performa Email Marketing Bisnismu

Setelah mengirim email, apakah semuanya sudah selesai? Tentu saja belum. Kamu masih harus memastikan bahwa performa emailnya sesuai harapan.

Lalu, bagaimana cara mengukur performa email marketing? Gampang, kamu hanya perlu memperhatikan beberapa metriks berikut:

  • Open rate – Jumlah orang yang membuka emailmu dibandingkan dengan jumlah orang yang menerima emailnya.
  • Clickthrough rate – Jumlah orang yang mengklik link di dalam email dibandingkan dengan jumlah orang yang menerima emailnya.
  • Conversion rate – Jumlah orang yang mengklik link di dalam email, lalu melakukan pembelian.
  • Bounce rate – Jumlah email yang gagal terkirim dibandingkan dengan jumlah email yang dikirim. 
  • Unsubscribe rate – Jumlah orang yang berhenti berlangganan dibandingkan dengan jumlah penerima email.

Berdasarkan deskripsi di atas, dapat diketahui bahwa semakin tinggi open rate dan clickthrough ratenya, semakin bagus performanya. Karena, artinya emailmu mampu menarik banyak pembaca.

Lebih bagus lagi jika conversion ratenya tinggi. Berarti kamu berhasil menaikkan jumlah penjualan dari kampanye marketingnya.

Tapi, kamu harus berhati-hati jika bounce rate dan unsubscribe ratenya tinggi. Karena itu artinya banyak orang yang tidak tertarik dengan email yang kamu kirim.

Jadi, kamu mesti mengevaluasi emailnya, apakah isinya memang benar-benar sesuai dengan minat mereka atau tidak.

Yuk Praktikkan Email Marketing untuk Bisnismu!

Sekarang kamu sudah mempunyai wawasan dasar yang cukup untuk mempraktikkan email marketing. 

Mulailah dengan menentukan tujuan email marketing-nya terlebih dahulu. Lalu, gunakan EMS yang gratis seperti MailChimp. Jadi, kamu bisa mempelajari praktiknya secara langsung.

Selain email marketing, ada banyak metode pemasaran digital lain yang bisa kamu pelajari. Contohnya seperti SEO, Content marketing, dan Facebook Ads.

Kabar baiknya, kamu bisa mempelajari semua materinya di Bitlabs! Di sini, kamu dapat mempelajari materi basic digital marketing untuk mempromosikan bisnismu secara lebih efektif.

Yuk daftar Bitlabs sekarang juga!

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

0

Comments

0 comments

apa itu user experience

Apa itu User Experience (UX)? Berikut Manfaat dan Tips Penerapannya!

10 cara menambah viewer youtube

10+ Cara Menambah Viewer YouTube [Terampuh & Terbaru]