apa itu algoritma

Apa itu Algoritma? Sejarah, Fungsi, dan Hal Lain yang Perlu Kamu Tahu

“Wah, algoritma Google update lagi!”

Kamu pasti pernah denger kata-kata semacam itu kan? Istilah algoritma emang sering sekali disebut di dunia IT. Tapi, apakah kamu benar-benar paham apa itu algoritma sebenarnya?

Nggak usah khawatir! Di sini, kamu akan temukan jawabannya. Mulai dari pengertian algoritma, sejarah algoritma, fungsi algoritma, sampa hal-hal lain yang perlu kamu tahu.

Apa itu Algoritma?

Algoritma adalah instruksi yang ditujukan ke komputer agar dirinya bisa menyelesaikan tugas yang diberikan. 

Agar tugas tersebut bisa diselesaikan tanpa kesalahan, instruksinya pun ditulis secara spesifik. Mulai dari istilah yang dipakai sampai dengan langkah-langkahnya. 

Beberapa instruksi yang biasa dipakai adalah “IF” atau jika, “THEN” atau lalu, dan “ELSE” atau atau.

Biar nggak bingung, begini nih contoh penerapannya. Agar mobil Tesla bisa menjalankan fitur berkendara otomatis (self-driving), perlu ada algoritma yang berbunyi:

“Jika peta menunjukkan perlu belok kanan, lalu belok lah kanan.”

Beneran spesifik kan instruksinya?

Nah, itu baru sedikit saja aturan penulisan algoritma yang bisa dicontohkan. Ada banyak lagi aturan penulisan yang bisa kamu pelajari nantinya.

Baca juga: 15+ Contoh Algoritma dan Flowchart dalam Kehidupan Sehari-hari

Sejarah Algoritma

Algoritma bukan lah hal yang baru-baru ini saja muncul. Sejarah algoritma bahkan dimulai jauh dari beratus-ratus tahun sebelum Masehi. Namun, lebih banyak ahli sepakat kalau sejarah algoritma modern pertama dimulai di abad ke-9.

Abad ke -9, Muhammad bin Musa al-Khawarizmi menulis buku tentang algoritma.

Tahun 1360-an, algoritma mulai diterapkan untuk menjawab masalah komputasi dan juga matematis. Sebuah awal untuk kemunculan logaritma.

Tahun 1684, algoritma mulai digunakan secara lebih luas, yaitu untuk menyelesaikan masalah kalkulus.

Tahun 1759, algoritma mulai diakui sebagai metode untuk menyelesaikan masalah.

Tahun 1936, algoritma mulai didefinisikan secara lebih jelas sehingga bisa menyelesaikan problem matematika yang sebelumnya tidak terjawab. Salah satunya, dilakukan oleh Alan Turing.

Tahun 1950, algoritma mulai akrab disebut bersamaan dengan komputer dan AI.

Tahun 1956, mesin AI pertama kali diciptakan untuk menjawab problem geometrik berbekal bahasa pemrograman dan informasi tertentu. Di tahun ini, peneliti mulai serius melihat potensi komputer yang diprogram dengan bahasa tertentu untuk menyelesaikan masalah sehari-hari.

Tahun 1958, LISP atau bahasa pemrograman untuk AI mulai diperkenalkan.

Tahun 1963, program bernama “ANALOGY” diperkenalkan. Program ini mampu mengerjakan tes masuk universitas (SAT versi Amerika Serikat) hanya dengan aturan semantik untuk interpretasinya.

Tahun 1961, “UNIMATE” robot industrial pertama mulai digunakan oleh General Motors.

Tahun 1966, AI pertama kali diajari untuk menerjemahkan informasi visual, tapi gagal. Ada juga “ELIZA”, mesin percakapan pertama yang dibuat berbekal pola tingkah laku manusia.

Tahun 1967, muncul bahasa pemrograman “LOGO” untuk memprogram robot.

Tahun 1979, muncul sistem untuk mendiagnosa penyakit berbahaya hanya lewat darah. Namun, praktik ini dihentikan karena alasan etis.

Tahun 1982, muncul mesin “speech recognition” pertama yang mampu mengubah suara menjadi informasi.

Tahun 1997, mesin “Deep Blue” mampu mengalahkan pemain catur dunia dalam pertandingan catur.

Tahun 2005, Amerika Serikat menggunakan robot otomatis untuk melontarkan bom di Iraq dan Afghanistan.

Tahun 2008, Google memperkenalkan teknologi “voice recognition”.

Fungsi Algoritma

Intinya, algoritma itu berfungsi untuk memudahkan kita melakukan sesuatu dan memecahkan masalah sehari-hari. Kalau ingin lebih jelas, berikut ini penjelasan fungsi algoritma yang sudah diterapkan sehari-hari.

  • Algoritma dapat memperkecil kesalahan atau error dalam pemrograman. Sebab, algoritma dapat menjalankan segala sesuatu secara otomatis sesuai rumus atau instruksi yang sudah ditentukan.
  • Algoritma juga membantu developer mencari kesalahan atau error dari program yang sudah dibuat sebelumnya.
  • Algoritma membuat penulisan kode dalam sebuah program menjadi lebih efisien. Developer tidak perlu mengulang-ulang penulisan kode untuk program yang ingin dibuat.
  • Algoritma membantu sebuah program atau aplikasi menjadi lebih ringkas dan berukuran kecil. Sebab, aplikasi berjalan lewat proses otomatis algoritma. Bukan dari kode yang ditulis secara manual. 
  • Algoritma membantu pembuatan program yang lebih terstruktur dan logis. Percayalah ini akan memudahkan developer ketika perlu mengembangkan fitur tambahan.

Karakteristik Algoritma

Kenapa algoritma bisa membuat dan menjalankan sesuatu yang sangat kompleks? Jawabannya, karena algoritma itu tidak ditulis dengan sembarangan.

Ada beberapa karakteristik algoritma yang membuatnya bisa menjalankan program dengan baik:

  • Jelas, tidak ambigu. Setiap instruksi yang ditulis langsung bisa dipahami dan tidak membuat orang salah mengartikannya.
  • Punya input yang jelas. Jika memerlukan input atau data, ia harus sudah ditentukan secara jelas.
  • Punya output yang jelas. Hasil dari algoritma juga perlu ditentukan dengan jelas. 
  • Finite atau terbatas. Algoritma memiliki langkah-langkah yang terbatas. Ini untuk memastikan algoritma secepat mungkin menghasilkan output yang diinginkan.
  • Feasible atau mungkin dieksekusi. Algoritma tidak boleh mengandung komponen yang tidak universal atau bagian dari teknologi masa depan. Tujuannya, agar algoritma bisa menjalankan tugasnya dengan mudah tanpa hambatan.
  • Tidak bergantung pada bahasa pemrograman tertentu. Algoritma harus ditulis dengan instruksi sederhana, hingga bisa ditulis ulang dengan bahasa pemrograman apapun. 

Kelebihan dan Kekurangan Algoritma

Karena karakteristiknya ini, algoritma otomatis juga memiliki kekurangan dan kelebihan. Berikut adalah penjelasan singkatnya:

Kelebihan AlgoritmaKekurangan Algoritma
Sangat mudah dipahami.Sulit dan butuh waktu lama untuk menulisnya.
Menunjukkan langkah problem-solving dengan gamblang. Branching dan looping akan sulit terlihat.
Langkah-langkah yang singkat dan jelas memudahkan developer mengubahnya ke program.

Algoritma vs Program

Setelah banyak ngobrolin algoritma, kamu mungkin bertanya-tanya: apa sih bedanya algoritma sama program?

Supaya nggak kebolak-balik, simak penjelasannya berikut ini ya.

Algoritma itu berisi sekumpulan langkah-langkah untuk menyelesaikan suatu masalah. 

Untuk memudahkan orang memahaminya, algoritma juga diubah bentuknya ke flowchart ataupun pseudocode. Selain itu, algoritma juga bisa diubah bentuknya ke dalam bahasa pemrograman apa saja.

Akan tetapi, kerja algoritma tidak terbatas pada mesin saja. Orang pun bisa menggunakan algoritma untuk menyelesaikan masalah tertentu.

Beda halnya dengan program yang mesti dijalankan di mesin. Program perlu dijalankan dengan bahasa pemrograman tertentu. Selain itu, program yang valid juga perlu memiliki langkah-langkah pengerjaan yang dipahami oleh si mesin.

Gimana? Sudah Lebih Paham Algoritma, Kan?

Di artikel singkat ini, kita sudah belajar serba-serbi algoritma. Mulai dari pengertian algoritma,

sejarah algoritma, fungsi algoritma, sampai kelebihan kekurangan juga bedanya dengan program.

Semoga bisa membantu kamu buat memahami materi-materi lain seputar pemrograman yaa~

Kalau kamu mau belajar skill digital dengan cara yang gampang. Jangan lupa untuk subscribe Blog Bitlabs dan pantengin terus postingan terbarunya. Karena kita akan selalu update info-info menarik speutar dunia digital.

So, see you on the next post!

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

0

Comments

0 comments

Rekomendasi Emulator Android Terbaik

10+ Emulator Android Terbaik, Teringan, dan Tercepat 2021

daftar rumus excel yang wajib kamu pahami

Daftar Rumus Excel Terlengkap untuk Menunjang Pekerjaanmu [Terbaru!]