long tail keyword cara gampang raih peringkat tinggi di google

Apa itu Long Tail Keyword? Berikut Manfaat Serta Cara Mencarinya!

Katanya, riset keyword merupakan salah satu cara terbaik untuk meraih peringkat tinggi di Google.

Kamu pun mulai menargetkan beberapa keyword dan membuat konten yang sesuai untuk masing-masing keyword tersebut.

Tapi, sayangnya tidak ada satupun kontenmu yang berhasil menembus halaman pertama hasil pencarian Google. Kenapa ya?

Oh! Ternyata, ada satu masalah: kamu memilih keyword yang terlalu banyak dipakai orang alias persaingannya terlalu ketat.

Repotnya lagi, banyak website-website terkenal yang menargetkan keyword yang sama. Alhasil, kesempatanmu kontenmu untuk naik peringkat jadi lebih kecil. 

Jadi… Apa yang harus kamu lakukan? Apakah ini artinya kamu harus menyerah dan melupakan riset keyword?

Tentu saja tidak! Kamu masih bisa coba strategi lain untuk mendapatkan traffic melalui keyword. Salah satunya dengan memanfaatkan long tail keyword.

Dengan menargetkannya, kamu bisa meraih traffic dengan lebih mudah. Lho kok bisa?

Nah, di sini kita akan kupas tuntas segala hal tentang long tail keyword. Setelah membaca artikel ini, kamu akan punya strategi tambahan untuk membantu kontenmu meraih peringkat tinggi di Google.

Yuk kita mulai!

Apa yang Dimaksud Long Tail Keyword?

Long tail keyword artinya adalah jenis keyword yang berisi lebih dari tiga kata. Berbeda dengan short tail keywords yang isinya lebih pendek – kurang dari tiga kata.

Agar lebih paham perbedaannya, coba kita bandingkan. Berikut adalah contoh short tail keyword:

contoh short tail keyword

Sedangkan ini adalah contoh long tail keyword:

contoh long tail keyword

Ya, sekarang pasti kamu sudah paham perbedaan long tail dan short tail keyword, kan? 

Pada contoh di atas, short tail adalah jenis keyword yang memiliki jumlah kata lebih sedikit dibanding long tail keyword.

Tapi, bukan hanya itu. Kamu juga perlu memperhatikan jumlah hasil pencariannya. Karena,  jumlah pencarian long tail jauh lebih sedikit dibanding short tail keyword.

Artinya, dengan menargetkan long tail, kamu sudah memilih untuk menghindari kompetisi. Sehingga kemungkinan kontenmu menang menjadi lebih besar!

Itulah mengapa kamu harus menggunakan long tail keyword. Tapi sebenarnya apa lagi sih manfaat lainnya? Yuk kita cek di bagian selanjutnya! 

Baca juga: Apa itu Anchor Text? Salah Satu Serba-serbi SEO yang Wajib Kamu Tahu

Apa Manfaat Long Tail Keyword?

Tahukah kamu? Menurut riset Moz, 70% pencarian di Google dilakukan dengan long tail keywords.

hasil riset long tail keywords

Hal ini memang wajar. Karena tanpa sadar, kita juga pasti sering menggunakannya saat sedang melakukan pencarian di Google.

Contohnya, misalkan kamu sedang lapar dan ingin mencari restoran nasi goreng. Bisa saja kamu membuka Google dan mengetik “di mana restoran nasi goreng terdekat”.

Contoh lainnya, di luar sana pasti ada seorang calon pembeli yang mengetik “kapan xiaomi merilis hp terbaru” di kolom pencarian.

Dan masih banyak lagi contoh lainnya..

Nah, dari kedua contoh di atas, apakah kamu menemukan persamaannya? Ya, tepat sekali. Keduanya sama-sama menunjukkan niat untuk membeli (buying intent).

Jadi, dengan menargetkannya, kontenmu akan muncul di hadapan orang-orang yang sudah punya niat untuk membeli. 

Kabar baiknya, kontenmu juga akan lebih mudah mendapat traffic. Karena lebih banyak konten yang menargetkan short tail.

Oke, sekarang kamu tahu bahwa long tail keyword menawarkan berbagai manfaat. Akan tetapi, bagaimana cara mencarinya? Yuk kita simak caranya.

Baca juga: Backlink, Rahasia Sukses Website Menerapkan SEO

3+ Cara Terbaik untuk Mencari Long Tail Keyword

Berikut adalah berbagai 3+ cara termudah dan gratis untuk mendapat long tail keyword yang tepat:

1. Menggunakan Ubersuggest

Ubersuggest adalah alat SEO gratis yang sangat populer. Kamu juga bisa menggunakannya untuk menemukan long tail keyword.

Contohnya, misalkan kamu punya toko handphone online dan kamu ingin tahu bagaimana calon pembeli handphone melakukan pencarian di Google. 

Kamu bisa coba mengetik “beli handphone” di Ubersuggest, dan inilah hasilnya:

long tail keywords di ubersuggest

Seperti yang kamu lihat, pada tabelnya ada dua keyword panjang yang ditemukan, yaitu “beli handphone di luar negeri” dan “beli handphone di akulaku”.

Walaupun jumlah volume pencariannya lebih kecil, skor keyword-keyword tersebut di kolom SD juga lebih sedikit dibanding keyword lainnya. 

Dengan kata lain, tingkat persaingan untuk keyword-keyword tersebut lebih sedikit.

Baca juga: 10+ SEO Tools Terbaik yang Wajib Kamu Coba [Gratis!]

2. Melihat Penelusuran Terkait

Cara yang satu ini sangatlah simpel. Kamu hanya perlu melihat segmen “penelusuran terkait” di halaman pencarian Google.

Contohnya, berikut adalah hasil penelusuran terkait untuk keyword “beli handphone”:

penelusuran terkait google

Berdasarkan hasilnya, ada cukup banyak long tail keywords yang bisa kamu temukan, seperti “jual hp bekas murah online”, “hp murah di bawah 1 juta”, atau “harga hp android murah berkualitas”.

Nah, keyword-keyword tersebut bisa muncul sebagai rekomendasi penelusuran terkait karena ada banyak orang yang mencarinya.

Oleh karena itu, kamu tinggal memilih keyword yang akan ditargetkan untuk kontenmu selanjutnya.

3. Memanfaatkan Fitur Autocomplete Google

Kamu juga bisa memanfaatkan fitur autocomplete Google. Contohnya seperti ini:

fitur autocomplete google

Lagi-lagi hasilnya menampilkan keyword “beli handphone di luar negeri”. Keyword lainnya yang teridentifikasi adalah “beli handphone di amazon” dan “beli handphone online terpercaya”.

Oh ya, hasil yang ditampilkan di fitur autocomplete Google bisa berubah sewaktu-waktu. Jadi, pastikan kamu rutin mengeceknya ya!

4. Menggunakan Wordstream Free Keyword Tool

Alat lain yang bisa kamu andalkan adalah Wordstream free keyword tool. Mau tahu alasannya? Yuk kita lihat contohnya!

hasil penelusuran wordstream free keyword tool

Berdasarkan hasilnya, jumlah keyword yang ditampilkan tidak sedikit. Selain itu, kamu juga bisa mengetahui volume pencarian dan tingkat kompetisi masing-masing keyword.

Sebagai contoh, kamu dapat mengetahui bahwa keyword “beli hp second terpercaya” mudah untuk dikuasai karena tingkat kompetisinya rendah.

Baca juga: LSI Keyword, Kata Kunci yang Wajib Dipakai Kalau Nggak Mau Dianggap Spam

Yuk Gunakan Long Tail Keyword untuk Kontenmu!

Nah, sekarang kamu sudah siap untuk mencari dan menargetkan long tail keyword untuk kontenmu. Sehingga, kesempatan kontenmu untuk meraih traffic bisa semakin tinggi.

Tapi ingat, pastikan keyword yang kamu targetkan punya volume yang tidak terlalu rendah (sebisa mungkin tidak di bawah 100) dan memiliki tingkat persaingan yang rendah.

Menggunakan long tail keyword merupakan salah satu strategi SEO. Jika kamu tertarik untuk mempelajari strategi lainnya, kamu dapat mengunjungi artikel kami yang membahas tentang 15+ teknik SEO terampuh untuk katrol peringkat websitemu.

Selamat belajar!

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

0

Comments

0 comments

contoh bahasa pemrograman

11+ Jenis Bahasa Pemrograman: Semua Info yang Perlu Kamu Tahu

5 Cara Menghasilkan Uang dari YouTube Selain AdSense!