pengertian strategi pemasaran

Pengertian Strategi Pemasaran dan Kunci Mudah Memahaminya

Semua bisnis pasti punya impian untuk bisa berkembang pesat. Semua perusahaan pasti berharap agar target transaksi atau pendapatannya tercapai. Nah, untuk mencapai itu, kamu butuh yang namanya pemasaran dan strategi pemasaran.  

Apa itu Pemasaran?

Pemasaran adalah kegiatan mempromosikan dan menjual produk/jasa. Di dalamnya ada proses panjang untuk menentukan siapa target promosi dan seperti apa bentuk promosinya. Dengan cara ini, bisnis bisa mempromosikan produk/jasanya dengan lebih efektif.

Kalau begitu, apa bedanya dengan strategi pemasaran? Agar lebih paham, mari kita simak satu per satu pengertian strategi pemasaran dari para ahli. 

Pengertian Strategi Pemasaran

Berikut adalah pengertian strategi menurut tiga ahlinya.

1. Philip Kotler

Philip Kotler namanya memang sudah terkenal di dunia pemasaran. Ia mengatakan bahwa pengertian strategi pemasaran terdiri dari pola pikir pemasaran yang nantinya dipakai untuk mencapai tujuan pemasaran itu sendiri. Strategi pemasaran berisi strategi rinci tentang sasaran pasar, penetapan posisi, bauran pemasaran (marketing mix), hingga anggaran untuk pemasaran. 

2. Kurtz (2008)

Ada pula Kurtz (2008) yang menjabarkan pendapatnya dalam bentuk tulisan. Ia menulis bahwa strategi pemasaran itu merupakan keseluruhan program perusahaan dalam menentukan target pasar. Ia menambahkan bahwa strategi ini bertujuan memuaskan konsumen dengan cara membangun kombinasi dari campuran pemasaran. Campuran yang dimaksud terdiri dari produk, distribusi, promosi, serta harga. 

3. Kotler dan Amstrong (2008)

Satu lagi pengertian strategi pemasaran datang dari Kotler dan Amstrong (2008). Kedua ahli ini menganggap strategi ini sebagai logika pemasaran di mana unit bisnis berharap untuk menciptakan nilai serta mendapat keuntungan dari relasinya dengan konsumen. 

Intinya, strategi pemasaran adalah jaring penghubung antara bisnis dengan konsumen. Strategi yang kamu buat pun pasti tidak hanya terdiri dari satu taktik saja. Mungkin malah menggabungkan banyak hal misalnya: jejaring tradisional, media digital, iklan cetak/televisi/radio, email langganan, dan sebagainya. 

Baca juga: Pengertian Digital Marketing Menurut Para Ahli

3+ Fungsi Strategi Pemasaran

Setidaknya ada empat fungsi dari strategi pemasaran, antara lain:

1. Menambah motivasi untuk mengembangkan bisnis

Strategi pemasaran akan memberikan gambaran tentang peluang bisnis yang bisa digarap. Peluang ini tidak cuma terpaku di masa sekarang, tetapi juga potensi pengembangannya di masa mendatang. 

Dengan kata lain, gambaran yang ada akan menciptakan “inovasi”. Nah, pengembangan ini tidak hanya berpotensi menarik minat konsumen/pasar, tetapi juga bagi bisnis agar berani mencoba hal baru. 

2. Mengefektifkan koordinasi tim

Sudah jelas bahwa strategi marketing ada untuk mencapai tujuan bisnis. Sehingga, dengan adanya “panduan utama” ini, kerja masing-masing divisi menjadi lebih terarah. 

3. Memperjelas tujuan perusahaan

Kalau perusahaan mau maju, ia harus punya tujuan yang jelas. Tanpa itu, pasti akan susah berkembang. Strategi pemasaran membantu untuk ikut merumuskan tujuan jangka pendek dan panjang dari perusahaan itu sendiri. 

4. Mengontrol aktivitas pemasaran

Namanya juga “strategi pemasaran”, pasti tidak jauh-jauh dari aktivitas pemasaran. Ia memastikan bahwa semua kegiatan berjalan sesuai koridor alias terpantau dengan baik demi mencapai tujuan.  

5+ Langkah Menjalankan Strategi Pemasaran

Lalu, bagaimana kamu harus memulainya? Tenang, Bitlabs rangkumkan enam kunci sederhana untuk memahami strategi pemasaran. 

1. Analisis situasi

Pahami di mana posisi bisnismu sekarang. Untuk bisa memetakan kondisi bisnismu secara jelas, coba jawab pertanyaan seperti ini:

  • Apakah pendapatan sudah mencapai target? 
  • Apa kamu berencana membuka cabang? 
  • Bagaimana tingkat kepuasan konsumen dengan variasi produk yang telah ada?

Buatlah penilaian sejujur mungkin tentang kondisi bisnis yang kamu miliki. Jika masih kurang jelas, gunakan metode SWOT (strengths, weaknesses, opportunities, dan threats) untuk membantu melakukan identifikasi. 

2. Definisikan tipe pelanggan ideal

Mengharapkan semua orang bakal tertarik dengan produk kita memang terdengar bagus. Akan tetapi, kamu juga harus realistis dan strategis. 

Jadi, coba definisikan tipe pelanggan idealmu berdasarkan identitas dan kondisinya. Misalnya dari rentang usia, jenis kelamin, status pernikahan, kondisi finansial, dan sebagainya. 

Kenapa ini penting? 

Pertama, kamu memperbesar peluang calon pelanggan agar tertarik membeli produk/jasa. Sebab, kamu memakai cara komunikasi yang “mereka banget” untuk menjangkau mereka. Cara macam ini menimbulkan rasa percaya. 

Kedua, memperbesar peluang pelanggan agar lebih loyal. Apalagi ketika mereka menyukai produkmu dan cara komunikasimu. Kamu tak memberi mereka alasan lain untuk pindah produk lainnya.

Ketiga, membuat daftar tipe pelanggan juga akan menghemat tenaga, pikiran, dan waktu ketika ingin mengembangkan produk. Kenapa? Karena kamu punya tujuan yang jelas, kamu bisa langsung memutuskan mana strategi yang kemungkinan suksesnya besar.

Nah, praktik ketiga hal di atas tidak akan kamu dapatkan kalau sembarangan menjaring semua orang. 

Kalau kamu tertarik untuk tahu lebih dalam soal ini, coba baca → Buyer Persona, Si Senjata Ampuh untuk Strategi Pemasaran

3. Buat target pemasaran 

Tujuan utama strategi pemasaran adalah mendorong peningkatan pendapatan. Otomatis, berhasil tidaknya rencana pemasaran ditunjukkan dengan angka konversi atau penjualan.

Untuk bisa mencapai target, kamu tentu harus membuat target yang spesifik. Kenapa? Target spesifik membantu kamu membuat strategi yang terukur presisi. 

Target di sini bukan cuma angka ya, tapi juga rentang waktu yang jelas. Ini akan berguna untuk memudahkanmu melacak progres. Jadi, kamu bisa mengevaluasi strategimu sendiri dan memudahkan semisal perlu adanya penyesuaian strategi. 

4. Tentukan marketing tools

Kamu telah menilai kondisi bisnismu, tipe pelanggan pun sudah jelas, tujuannya juga terpampang nyata, dan timeline-nya rapi. Apa yang harus kamu lakukan selanjutnya? 

Untuk membuat strategi pemasaran yang baik, kamu harus menentukan taktik pemasaran. 

Poin ini sudah sempat disinggung di awal tulisan ini. Intinya, ada banyak taktik yang bisa dipakai. Mulai dari yang tradisional hingga modern. 

Satu hal yang pasti, perencana strategi pemasaran yang baik pasti tahu mana yang paling cocok dengan bisnis yang dijalankan. Bahkan ia bisa melakukan kombinasi serta penyesuaian.

Baca juga: 19+ Marketing Tools Ampuh di Era Digital

5. Anggaran 

Poin-poin sebelumnya sudah siap, nih, tapi kalau tanpa anggaran yang memadai? Ya mana bisa jalan. 

Supaya berjalan efektif dan sesuai dengan target, strategi pemasaran juga butuh duit. 

Pastikan bahwa anggarannya cukup walaupun tidak harus besar. Tentunya, yang paling penting, harus bersifat berkelanjutan sesuai dengan timeline yang telah dibuat. 

Lebih baik lagi kalau dampak strategi yang dimiliki bakal memberikan keuntungan jangka panjang. Kamu bisa melakukan penghematan buat proyek selanjutnya. 

6. Antisipasi gangguan

Strategi pemasaran jangan cuma mikirin enak-enaknya doang. Pastikan perencanaannya juga mempertimbangkan risiko yang mungkin hadir di tengah jalan. 

Langkah ini akan memberikan gambaran sekilas tentang tantangan yang mungkin hadir sehingga nantinya tidak kaget. Alih-alih, kamu bisa langsung memikirkan alternatif penyelesaiannya secara lebih sigap. 

Contoh Strategi Pemasaran

Ada banyak contoh strategi pemasaran yang digunakan oleh berbagai bisnis. Namun, di sini Bitlabs akan rangkumkan tiga jenis yang paling umum digunakan:

1. Kerja sama

Kerja sama ini biasanya dilakukan dengan pihak yang dianggap punya pengaruh. Misalnya dengan menggandeng acara tv tertentu atau endorse selebriti hingga influencer daring. Pihak-pihak ini dianggap bisa memperkenalkan suatu produk dan diharapkan akan diikuti oleh pengikut/penggemar mereka. 

2. Diskon di momen khusus

Ini adalah salah satu strategi pemasaran yang paling ramah bisnis. Kamu bisa memberikan diskon khusus misalnya di soft opening/ulang tahun/acara tertentu. 

Variasinya pun banyak, misalnya beli satu gratis satu, beli produk A dapat produk B, beli dua makanan gratis satu minuman, dan sebagainya.  

Hal yang perlu diingat, pastikan kamu sudah membuat perhitungan terperinci sehingga kegiatan ini tidak berujung rugi. 

3. Flash sale

Jangan salah, flash sale sudah ada sejak lama. Dulu kegiatan ini paling sering tampil di tv, misalnya penjualan panci anti-lengket yang dijual lebih murah kalau pelanggan langsung menelepon saat itu juga. 

Uniknya, taktik ini semakin naik daun ketika e-commerce mulai populer di Indonesia. Kini orang-orang berlomba-lomba untuk jadi yang tercepat klik beli ketika ada produk baru yang diluncurkan. 

Banyak merek smartphone yang menggunakan strategi pemasaran ini untuk menjual produknya. 

Baca juga: 5+ Contoh Strategi Pemasaran Produk Terbaik yang Bisa Kamu Tiru

Siap Buat Strategi Pemasaran Versimu Sendiri?

Bagaimana? Kini, kamu nggak takut lagi kan mendengar istilah “strategi pemasaran”? 

Dengan mengetahui dan memahami elemen-elemen dasar yang ada, kamu bisa menyusun strategi pemasaran yang bisa diandalkan. 

Di tengah jalan mungkin kamu akan menemui beberapa sandungan. Akan tetapi dengan perencanaan yang baik, semuanya pasti bisa diatasi. Apalagi dengan semakin bertambahnya pengalaman dari satu proyek ke proyek lainnya. 

Apakah kamu jadi semakin tertarik untuk belajar marketing lebih jauh? 

One Comment

Leave a Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

pengertian digital marketing menurut para ahli

Pengertian Digital Marketing Menurut Para Ahli, Manfaat, & Komponennya

perbedaan ui dan ux

Mengenal Perbedaan UI dan UX Desain yang Sedang Naik Daun