5 strategi pemasaran yang bisa kamu contek

5+ Contoh Strategi Pemasaran Produk Terbaik yang Bisa Kamu Tiru

Sebelum memasarkan produk, ada baiknya kamu membuat strategi terlebih dahulu. Dengan begitu, kemungkinan produkmu sukses di pasaran bisa lebih besar.

Kok bisa begitu? Yuk kita ambil contoh. Misalkan ada dua bisnis yang sedang bersaing. Bisnis pertama punya strategi yang jelas tentang cara memasarkan produknya.

Sedangkan bisnis kedua asal memasarkan produk tanpa tahu siapa yang akan membelinya. Manakah yang punya kemungkinan sukses lebih tinggi?

Tentu yang punya strategi dong.  

tulah kenapa pada artikel ini kita akan membahas berbagai strategi pemasaran yang bisa membuat produkmu sukses di pasaran.

Ga cuma itu aja. Kamu juga akan melihat contoh penerapan dari masing-masing strategi pemasarannya!

Penasaran? Yuk kita simak sama-sama.

Apa Itu Strategi Pemasaran Produk?

Strategi pemasaran produk adalah rencana yang kamu buat untuk memasarkan produkmu. 

Intinya, strategi tersebut berusaha untuk menjawab pertanyaan: “Gimana caranya biar produk ini laku di pasar?”

Dari sini mungkin kamu sudah bisa membaca bahwa strategi pemasaran produk konteksnya sangat luas. 

Bentuk strategi yang dibuat bisa bermacam-macam, tergantung dari jenis produk, sumber daya, hingga industri bisnisnya.

Nah, jadi apa saja sih strategi pemasaran produk terbaik yang bisa kamu coba? Mari kita lihat di bagian selanjutnya!

5+ Contoh Strategi Pemasaran Produk yang Wajib Kamu Tahu

Berikut adalah 5+ strategi pemasaran produk yang bisa kamu praktikkan:

1. Memanfaatkan Mesin Pencari

Tahukah kamu? 93% pengunjung website berasal dari mesin pencari.

Selain itu, 74% pembeli mengaku bahwa mereka melakukan pencarian di internet sebelum membeli secara langsung.

Fakta di atas menunjukkan bahwa mesin pencari adalah alat yang potensial untuk menarik calon pembeli.

Nah, agar produkmu mudah ditemukan di mesin pencari, ada dua cara yang bisa kamu coba, yaitu:

  1. Search Engine Optimization (SEO) – Melakukan praktik-praktik tertentu agar websitemu bisa muncul di halaman pertama mesin pencari.
  2. Search Engine Marketing (SEM) – Mengiklankan websitemu di halaman pertama mesin pencari.

Inti dari kedua strategi tersebut adalah berusaha sebisa mungkin untuk menampilkan websitemu di halaman pertama mesin pencari. Sehingga semakin banyak orang yang mengklik websitemu dan menemukan produkmu.

contoh strategi pemasaran zalora

Contohnya seperti yang dilakukan oleh ZALORA. Mereka tidak hanya mengiklankan website mereka di Google, tapi juga berhasil menempatkan website mereka di peringkat pertama hasil pencarian.

Baca juga: Apa Itu SEO? Pengertian, Cara Kerja, dan Panduannya

2. Membuka Program Afiliasi

Bingung mencari cara untuk mempromosikan produk? Kenapa tidak membayar orang lain saja untuk melakukannya?

Ya, kurang lebih itulah inti dari program afiliasi. Jadi, jika ada orang yang berhasil menjual produkmu, mereka akan mendapatkan komisi.

Walau kesannya simple, tapi dampaknya tidak bisa dianggap remeh, lho. Karena, semakin banyak orang yang mempromosikan produkmu, pasar yang kamu raih bisa semakin luas.

Sebelum membuat program afiliasi, ada beberapa hal yang perlu kamu pertimbangkan.

Contohnya seperti jenis produknya, komisi yang ditawarkan, hingga kemudahan untuk mempromosikan produknya: baik melalui link, banner, atau kode kupon.

contoh strategi pemasaran booking.com

Salah satu bisnis yang menggunakan strategi ini adalah Booking.com. Mereka menawarkan program afiliasi untuk orang-orang yang tertarik dengan bisnis pemesanan akomodasi online. Komisi yang ditawarkan pun cukup menggiurkan, yakni hingga 40%!

Dengan program ini, semakin banyak orang yang menawarkan pemesanan hotel melalui Booking.com.

3. Menggunakan Platform Media Sosial

Media sosial merupakan platform yang bagus untuk menarik perhatian calon pembeli. Tak heran, sudah banyak bisnis yang memanfaatkannya. Mulai dari Facebook dan Instagram, hingga TikTok.

Biasanya, strategi yang digunakan saat mempromosikan produk di media sosial adalah dengan menampilkan konten yang menarik. Baik berupa gambar atau video. 

Saat menggunakan media sosial, langkah pertama yang perlu kamu lakukan adalah mengidentifikasi target pembeli. Kemudian, tarik perhatian mereka dengan konten-konten yang bermanfaat.

Nah, setelah mereka berhasil menjadi followersmu, kamu bisa mulai mempromosikan produk. 

Namun, pastikan produk yang kamu tawarkan relevan dengan kebutuhan mereka. Jika tidak, promosinya akan dianggap sebagai iklan yang numpang lewat.

Berikut merupakan contoh konten promosi yang diposting oleh Indomie di akun Instagramnya. Mereka mengemas promosi varian Indomie dengan video yang menarik:

promosi indomie di media sosial

Baca juga: 7+ Trik Menambah Followers Instagram

4. Memanfaatkan Konten

Salah satu contoh strategi pemasaran yang sering digunakan pebisnis digital adalah memanfaatkan konten.

Kok bisa? Karena calon pembeli pasti lebih tertarik melihat konten daripada iklan.

Bisa diibaratkan seperti saat menonton televisi. Pasti kita akan lebih tertarik menonton acaranya daripada iklannya, kan?

Begitu pula dengan bisnis online. Pembeli akan lebih tertarik dengan konten yang mendidik atau menghibur– baik berupa artikel, infografik, atau video–daripada melihat iklan.

Nah, melalui konten, kamu bisa menjalin hubungan dengan calon pembeli. Dengan cara ini, kamu bisa lebih mudah memperkenalkan produkmu ke mereka.

Contohnya seperti yang dilakukan oleh Dekoruma. Bisnis furniture yang satu ini kerap memposting konten yang informatif di akun Instagramnya. 

konten instagram dekoruma

Topik kontennya biasanya terkait cara membuat interior rumah yang lebih menarik – yang mana cocok dengan minat calon pembeli mereka.

Dengan cara ini, Dekoruma dapat menarik calon pembeli untuk mengikuti akun mereka. Lalu, mereka pun bisa dengan mudah menawarkan produk-produknya.

5. Menggunakan Jasa Influencer

Ingin tahu cara mudah agar produkmu bisa dilihat oleh banyak orang? Pakai jasa influencer aja!

Nah, yang dimaksud dengan influencer adalah orang yang memiliki basis followers yang besar. Contohnya seperti akun YouTube yang jumlah subscribernya mencapai puluhan ribu, ratusan ribu, atau bahkan jutaan. 

Dengan metode ini, kamu bisa membayar “jasa” influencer untuk mempromosikan produkmu di akun mereka. Sehingga, followers mereka bisa mengenal produkmu juga.

Tapi ingat, pastikan influencer yang kamu ajak kerjasama relevan dengan bisnis dan produkmu.

Contohnya, misalkan kamu sedang ingin mempromosikan sepatu bola, tentu tak akan relevan jika promosinya dilakukan oleh seorang food vlogger. Sekalipun akunnya punya jumlah followers yang banyak.

Kok begitu? Karena orang-orang yang mengikuti akun tersebut pasti hanya peduli pada konten-konten berbau kuliner saja. Jika ada produk sepatu bola nongol di situ, pasti mereka akan mengabaikannya.

Salah satu brand yang cukup sering menggunakan jasa influencer untuk mempromosikan produknya adalah Eatsambel.

Mereka mengumpulkan video-video food vlogger yang mereview produk sambal mereka, lalu menampilkannya dalam bentuk highlights di akun Instagramnya:

review influencer eatsambel

6. Melakukan Pemasaran Email

Mau promosi pakai email tapi takut dibilang ketinggalan jaman? Tenang, faktanya malah sebaliknya kok.

Menurut riset Emarsys di tahun 2018, sekitar 81% usaha kecil dan menengah (UKM) masih menggunakan email sebagai saluran untuk berkomunikasi dengan konsumen.

Tapi bagaimana cara agar calon pembeli mau memberikan alamat emailnya? Gampang, kamu hanya perlu membuat lead magnet, yaitu konten bermanfaat yang berfungsi untuk menarik calon pembeli.

Contohnya, misalkan kamu menawarkan ebook gratis. Untuk mendapatkan ebook tersebut, pengunjung harus bersedia memasukkan alamat email mereka.

Nah, jika kamu sudah mendapatkan alamat email mereka, jangan serta merta membombardir kotak email mereka dengan email promosi. Justru sebaliknya, tetaplah mengirim email-email yang bermanfaat.

Jika kamu sudah berhasil meraih kepercayaan mereka, barulah kamu bisa mulai mempromosikan produkmu.

Perusahaan besar seperti Samsung pun bahkan masih mengandalkan email sebagai salah satu saluran pemasarannya.

Mereka kerap mengirimkan email yang berisi informasi peluncuran produk baru atau penawaran promosi:

email marketing samsung

Manakah Contoh Strategi Pemasaran Produk yang Ingin Kamu Coba?

Oke, kamu sudah melihat berbagai contoh strategi pemasaran terbaik untuk produkmu. Tapi pakah kamu sudah tahu strategi terbaik untuk kamu pilih?

Kalaupun belum, tenang. Untuk mengetahuinya, kamu memang perlu melakukan riset dan eksperimen terlebih dahulu. 

Intinya, apapun strategi pemasaran yang kamu pilih, kamu harus mengenal karakteristik calon pembeli, solusi yang kamu tawarkan, serta platform yang akan kamu gunakan sebagai media promosi.

Selain itu, kamu juga butuh wawasan yang up-to-date tentang pemasaran digital. Tak usah jauh-jauh, kamu bisa mendapatkannya di Bitlabs!

Di sini, ada materi tentang basic digital marketing yang dapat membimbingmu langkah demi langkah untuk menjadi pemasar digital yang lebih handal.

Jadi, tunggu apa lagi, yuk daftar di Bitlabs sekarang juga!

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

0

Comments

0 comments

7 jenis website dan fungsinya

7+ Jenis Website Berdasarkan Fungsinya, Mana Pilihanmu?

trik seo youtube untuk tambah viewers videomu

SEO YouTube: Cara Mudah Naikkan Peringkat Video YouTube