apa itu influencer marketing

Panduan Lengkap Influencer Marketing untuk Tingkatkan Penjualan

Kamu sudah mempromosikan produk ke berbagai platform. Tapi, hingga saat ini produkmu masih belum juga mencapai popularitas yang kamu harapkan. 

Situasi ini membuatmu bingung. Adakah solusi yang bisa kamu praktikkan untuk bisa menjangkau pasar secara lebih luas?

Tentu saja ada! Salah satu solusi terbaik yang bisa kamu coba adalah influencer marketing, yaitu metode pemasaran di mana produkmu dipromosikan oleh influencer yang jumlah followernya banyak. 

Dengan begitu, produkmu bisa menjangkau pasar yang lebih luas. Bisa dibilang, ini adalah cara instan untuk mendapat popularitas.

Tapi, mungkin kamu masih belum merasa yakin dengan metode ini. Apalagi dengan adanya embel-embel “influencer”. Apa mereka emang bener bisa mempromosikan produkmu?

Nah, untuk menjawab semua pertanyaanmu itu. Yuk kita simak artikelnya sampai akhir!

Apa itu Influencer?

Influencer adalah orang yang punya pengaruh (influence). Lebih tepatnya, pengaruh untuk menjangkau dan berinteraksi dengan massa. 

Well, kenapa orang-orang ini punya pengaruh? Alasannya bisa bermacam-macam. Ada yang menjadi influencer karena mereka sudah punya popularitas di awal, seperti artis atau atlit.

Ada juga yang menjadi influencer hanya karena mereka punya basis follower yang banyak di media sosial. Contohnya seperti selebgram.

Apapun itu, mereka punya popularitas yang lebih tinggi dibanding orang-orang pada umumnya. Nah popularitas inilah yang bisa dimanfaatkan untuk memperkuat promosi.

Tapi, emang apa saja sih manfaat yang bisa kamu dapatkan jika produkmu dipromosikan oleh influencer? Apakah tujuannya hanya untuk menampilkan produkmu ke follower mereka yang jumlahnya banyak?

Ngga dong. Mau tahu alasannya? Yuk kita lihat di bagian selanjutnya!

Baca juga: Pengertian Strategi Pemasaran dan Kunci Mudah Memahaminya

Apa sih Manfaat Influencer Marketing untuk Bisnis?

Ada banyak manfaat yang akan bisnismu dapatkan dari influencer marketing. Berikut daftarnya!

1. Menjangkau Lebih Banyak Calon Pembeli

Ini adalah manfaat yang paling kelihatan di influencer marketing. Dengan mempromosikan produk di akun influencer, produkmu tentu akan dilihat lebih banyak orang.

Semakin banyak orang yang melihat produkmu, semakin besar pula kemungkinan untuk menjangkau calon konsumen.

Tapi, apa benar begitu? 

Eitts… Jangan salah! Berdasarkan riset, sekitar 80% pemasar mengaku bahwa influencer marketing adalah metode pemasaran yang efektif. Alasannya, metode ini mempermudah mereka untuk menyasar audiens yang sesuai dengan target mereka.

Contohnya, misalkan ada bisnis yang menjual produk makeup. Mereka tinggal bekerjasama dengan influencer yang populer di bidang fashion, makeup, dan skin care.

Dengan cara itu, produk mereka akan dilihat oleh followers yang memang tertarik dengan produk-produk makeup. Sederhana sekali, bukan?

2. Membangun Kredibilitas Brand

Pernahkah kamu mendengar istilah social proof? Jadi, itu adalah pengaruh yang dirasakan seseorang ketika melihat orang lain melakukan sesuatu.

Hal ini juga berlaku di influencer marketing. Jika mereka melihat influencer menggunakan suatu produk, tentu mereka bisa menganggap produknya bisa dipercaya.

Kalau artis X aja pake, pasti produknya ga akan abal-abal!

Inilah salah satu manfaat terbaik dari influencer marketing. Karena influencer dapat meningkatkan kredibilitas produkmu melalui popularitas mereka.

ilustrasi influencer melakukan promosi

3. Meningkatkan Popularitas Brand

Ketika influencer mempromosikan produkmu, mereka pasti akan memberitahu followersnya ke mana mereka bisa memesan produknya. Baik itu melalui media sosial, website atau nomor telepon.

Nah, jika followers mereka tertarik dengan brandmu, bisa jadi mereka akan mem-follow akunmu juga. Dengan begitu, jumlah followers brandmu jadi terdongkrak.

ilustrasi scrolling media sosial

Dan apa yang terjadi jika jumlah followers-mu jadi banyak? Tentu kamu akan lebih mudah untuk mempromosikan produkmu.

Karena, orang-orang yang mengikuti akun bisnismu pasti akan sering mendapatkan info-info terbaru tentang produk atau layanan yang kamu tawarkan.

4. Menaikkan Jumlah Traffic Website

Selain menaikkan jumlah followers, influencer marketing juga bisa mendorong jumlah traffic di websitemu.

Tapi jumlah traffic doang apa gunanya? Eits, jangan salah, orang-orang yang datang ke websitemu dari rekomendasi influencer bisa jadi tertarik untuk membeli.

Itulah mengapa traffic dari influencer mesti kamu manfaatkan sebesar-besarnya. Caranya dengan memberikan “umpan” seperti diskon, beli satu gratis satu, dan sejenisnya.

Selain itu, pengunjung yang benar-benar tertarik dengan produkmu bisa saja kembali ke websitemu untuk melakukan pembelian ulang.

ilustrasi analytics influencer

5. Meningkatkan Penjualan

Tahukah kamu? 8 dari 10 konsumen mengaku bahwa mereka membeli produk setelah melihat rekomendasi influencer. 

Artinya, dengan mempromosikan produk via influencer, kamu bisa mendorong jumlah penjualan. Tentunya dengan catatan audiens influencer-nya cocok dengan target konsumenmu.

Selain itu, ada banyak faktor lain yang dapat mempengaruhi keampuhan influencer dalam “menjual” suatu produk. Mulai dari reputasi influencer-nya hingga konten promosinya.

Itulah mengapa kamu harus tahu cara mencari influencer yang tepat. Sehingga, bisnismu bisa mendapat hasil yang diinginkan. Tenang, di akhir artikel, kita akan membahasnya kok.

Tapi sebelum membahas cara memilih influencer yang tepat, tentu kamu harus tahu dulu berbagai jenis influencer yang ada di luar sana.

Apa Saja Jenis-Jenis Influencer?

Di permukaan, mungkin semua influencer terlihat sama saja. Orang-orang yang eksis di media sosial dan punya jumlah follower yang banyak.

Tapi, sebenarnya tiap influencer bisa dibedakan berdasarkan jumlah follower yang mereka miliki dan jenis platform yang mereka gunakan.

Kamu harus tahu perbedaannya karena ini akan membantumu memilih influencer yang tepat untuk bisnismu. Jika tidak, kamu tidak akan bisa membedakan satu influencer dengan yang lain.

Pertama-tama, mari kita lihat jenis-jenis influencer berdasarkan jumlah followersnya!

Jenis Influencer Berdasarkan Jumlah Followers

Dilihat dari jumlah followersnya, ada tiga jenis influencer yang bisa kamu temukan, yaitu influencer mikro, makro, dan premium.

1. Influencer Mikro

Influencer mikro adalah jenis influencer yang jumlah followersnya paling sedikit, yaitu hanya 2 ribu hingga 100 ribu pengikut. 

Lantas, apakah influencer mikro adalah pilihan terburuk saat melakukan influencer marketing? 

Tidak juga. Justru influencer mikro adalah opsi yang tepat jika kamu lebih mengejar interaksi dibanding jumlah views. Karena, jenis influencer ini cenderung memiliki tingkat interaksi yang lebih tinggi.

Wajar saja, karena semakin sedikit jumlah pengikut, semakin mudah influencer dalam berkomunikasi dengan pengikutnya. 

Beberapa contoh influencer mikro adalah @gembulfoodie dan @struggletravel.

influencer gembul foodie

2. Influencer Makro

Influencer makro punya jumlah followers di kisaran 100 ribu hingga 1 juta pengikut. Tidak terlalu sedikit, tidak terlalu banyak juga. 

Biasanya, influencer makro dipilih karena punya jangkauan audiens yang lebih luas dibanding influencer mikro. Di sisi lain, mereka juga biayanya tidak setinggi mega influencer.

Salah satu kelebihan lain yang dimiliki oleh jenis influencer ini adalah popularitas. Walau mungkin tidak tenar-tenar amat, tapi setidaknya mereka sudah mulai bisa mengangkat kredibilitas produkmu.

Beberapa contoh influencer makro adalah @shannonwong dan @alodita.

influencer shannon wong

3. Mega Influencer 

Jika kamu punya budget yang cukup besar dan ingin produkmu dikenal seluas mungkin, mega influencer adalah pilihan yang tepat.

Alasannya sudah jelas, jenis influencer ini punya jumlah followers yang paling banyak dibanding jenis influencer yang lain, yaitu lebih dari 1 juta followers.

Itulah mengapa mega influencer punya tingkat popularitas yang lebih tinggi. Kemungkinan besar kamu sudah pernah mendengar nama-namanya.

Beberapa contoh influencer yang sudah masuk ke dalam kategori mega influencer adalah @jeromepolin dan @vincentraditya.

influencer jerome polin

Jenis Influencer Berdasarkan Platform

Sekarang, kita akan membahas berbagai jenis influencer berdasarkan platform yang mereka gunakan. Karena, tiap platform menentukan jenis konten yang mereka buat.

Oh ya, perlu dicatat bahwa terkadang satu influencer bisa merambah ke lebih dari satu platform. Tapi, di antaranya pasti ada platform utama yang mereka andalkan.

1. YouTuber

Dari namanya sudah bisa ditebak. YouTuber adalah influencer yang berkarya di YouTube. Popularitas mereka bisa dilihat dari jumlah subscriber dan jumlah views yang mereka dapat.

Mempromosikan produk melalui YouTuber adalah pilihan yang tepat jika kamu ingin produkmu dipresentasikan dalam bentuk video, khususnya video yang berdurasi panjang.

Contoh YouTuber Indonesia yang populer adalah Raditya Dika dan Deddy Corbuzier.

youtube raditya dika

Baca juga: 15+ Cara Promosi Video YouTube untuk Tingkatkan Views

2. Selebgram

Kamu mungkin sering mendengar kata “selebgram”, bahkan kata “influencer” kerap diidentikkan dengan “selebgram”. 

Padahal selebgram adalah salah satu tipe influencer yang fokus pada platform Instagram. Tipe konten yang mereka buat biasanya berupa gambar atau video-video singkat.

Jika kamu ingin mengukur popularitas seorang selebgram, kamu bisa melihat jumlah followersnya. Kamu juga bisa mengecek jumlah like dan komen yang mereka dapatkan di tiap postingannya.

Beberapa contoh selebgram yang populer di Indonesia adalah Clairine Clay, Fadil Jaidi, dan Keanu Angelo.

instagram keanu angelo

Baca juga: 7+ Cara Jualan di Instagram Biar Ramai dan Laris Manis

3. Blogger

Tidak seperti YouTuber dan Selebgram yang mengandalkan audio visual, blogger adalah influencer yang memanfaatkan tulisan sebagai media untuk promosi dan berinteraksi dengan pengikutnya.

Blogger pada umumnya memanfaatkan blog mereka untuk membagikan konten terkait tema tertentu. Nah, jika kamu tertarik untuk bekerja sama dengan blogger, pastikan produkmu sesuai dengan tema blog mereka.

Bagaimana cara untuk mengetahui popularitas blog? Kamu bisa mengecek jumlah trafficnya dengan menggunakan alat seperti SimilarWeb atau Ubersuggest.

Selain itu, kamu juga bisa melihat apakah postingan mereka sering mendapat komentar atau di-share ke platform lain.

Contoh blog Indonesia yang populer adalah Duck of York, Iwan Banaran, dan Dzofar.com.

banner dzofar com

Bagaimana Cara Memilih Influencer yang Tepat?

Melihat begitu banyak jenis influencer, mungkin kamu jadi bertanya-tanya, manakah influencer yang paling tepat untuk bisnismu?

Nah, agar kamu tidak salah pilih influencer, kamu bisa ikuti langkah-langkah berikut:

  1. Tentukan tujuan kampanye pemasarannya – Apakah kamu ingin memperkenalkan produk baru? Menambah brand awareness? Atau sekadar menambah jumlah followers?
  2. Tentukan target audiens – Siapa yang akan kamu targetkan? Pastikan kamu mengetahui karakteristik audiensnya. Contohnya seperti umur, gender, dan daya beli.
  3. Lakukan riset – Cari tahu platform di mana target audiens-mu sering berkumpul. Kamu bisa mengetahuinya dengan cara observasi atau melakukan survei. 
  4. Buat list influencer potensial – Jika kamu sudah tahu siapa target audiens-mu dan platform yang sering mereka kunjungi, kamu tinggal mencari influencer yang cocok dengan karakteristik tersebut.
  5. Evaluasi potensi influencer – Periksa jumlah followers, subscriber, dan engagement yang dimiliki influencer. Apakah sesuai dengan kebutuhan kampanye marketingmu?

Setelah melewati kelima fase tersebut, kamu akan tahu influencer yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan bisnismu.

Yuk Tingkatkan Penjualan Bisnismu dengan Influencer Marketing!

Oke! Sekarang kamu sudah tahu bahwa influencer marketing adalah metode pemasaran yang efektif. Selain itu, kamu juga punya wawasan yang cukup untuk mulai mempraktikkannya.

Intinya, pastikan kamu tahu tujuan kampanye pemasaranmu dan siapa target audiensnya. Dengan begitu, kamu akan tahu siapa influencer yang paling tepat untuk mempromosikan produknya.

Oh ya, influencer marketing hanyalah satu dari sekian banyak metode untuk memasarkan bisnis di internet. Jika kamu untuk mempelajari metode lain, kamu bisa mengecek postingan blog Bitlabs lainnya, seperti email marketing dan SEO.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Contoh Algoritma dan Flowchart Sehari-hari

15+ Contoh Algoritma dan Flowchart dalam Kehidupan Sehari-hari

mengenal bahasa pemrograman javascript

Panduan Lengkap JavaScript untuk Pemula (Terbaru!)