triangulasi

Apa itu Triangulasi? Ini Pengertian dan Manfaatnya untuk Penelitian Kualitatif!

Saat ini, mungkin kamu sedang melakukan penelitian, entah untuk membuat skripsi, tesis, atau karya ilmiah lainnya. Nah, salah satu istilah dalam penelitian yang perlu kamu ketahui adalah triangulasi.

Mungkin kamu masih asing dengan istilah ini. Tapi tak usah khawatir, karena konsep triangulasi sebetulnya cukup sederhana kok. 

Itulah mengapa di artikel ini, kami akan menjelaskan secara lengkap tentang pengertian triangulasi, manfaatnya, hingga jenis-jenisnya. Penasaran, kan? Yuk simak selengkapnya!

Apa itu Triangulasi?

Triangulasi adalah pendekatan yang dilakukan peneliti untuk menemukan lebih banyak perspektif terkait data yang ditemukan.

Selain itu, umumnya triangulasi juga digunakan untuk mengecek validitas data. Jadi, kamu bisa tahu apakah data yang kamu temukan layak untuk dipresentasikan atau tidak.

Masih bingung? Mari kita lihat kegunaan triangulasi dari sudut pandang seorang polisi.

analogi polisi dalam penjelasan tentang  apa itu triangulasi data

Ketika menangani suatu kasus, tentunya polisi akan mencari banyak bukti, kan? Misalnya, jika ada kasus perampokan rumah, pasti polisi tak akan hanya menggali data dari si tuan rumah, tapi juga dari orang-orang di sekitarnya, seperti tetangga, satpam, dan lain-lain.

Tujuannya untuk melengkapi informasi yang mereka gali dan juga memastikan semua saksi memberikan info yang sesuai dengan fakta di lapangan.

Begitu pula dengan penelitian, dengan melakukan triangulasi, kamu akan tahu apakah data yang kamu teliti sudah lengkap dan juga valid.

Apa Pentingnya Triangulasi dalam Penelitian Kualitatif?

Triangulasi adalah salah satu bagian terpenting dari penelitian kualitatif. Karena penelitian kualitatif rentan dipengaruhi penilaian subjektif

Berbeda dengan penelitian kuantitatif yang faktanya bisa diungkap menggunakan data yang bersifat eksak. Sehingga, hasil penelitiannya bisa lebih mudah dilihat secara objektif.

Itulah mengapa kamu perlu melakukan triangulasi jika sedang melakukan penelitian kualitatif. Untuk mempermudah pemahaman, mari kita ambil contoh:

Misalkan kamu sedang meneliti pengaruh kepemimpinan terhadap kinerja suatu perusahaan. Berhubung ini penelitian kualitatif, akhirnya kamu menggali data menggunakan metode wawancara.

ilustrasi wawancara pada saat melakukan triangulasi data

Awalnya, kamu mewawancarai direktur perusahaannya dulu. Berdasarkan hasil wawancaranya, sang direktur setuju bahwa kepemimpinan yang baik adalah alasan utama di balik kemajuan perusahaannya.

Pandangan ini tentu masih terbilang subjektif. Itulah mengapa selanjutnya kamu mewawancarai beberapa karyawan dari berbagai divisi.

Setelah melewati proses triangulasi, dapat disimpulkan bahwa sebagian besar responden mengakui peningkatan kinerja perusahaan disebabkan oleh bertambahnya jumlah karyawan dan juga perbaikan sistem kerja.

Berhubung hasil ini didapat berdasarkan perbandingan opini dari semua pihak, hasilnya tentu cenderung lebih objektif.

Baca juga: Big Data dan Perannya Membentuk LinkedIn yang Sekarang

Apa Saja Jenis-jenis Triangulasi?

Nah, setelah mengetahui pentingnya triangulasi bagi penelitian kualitatif, sekarang waktunya kita membahas tentang berbagai jenis triangulasi. Berikut daftarnya:

1. Triangulasi Teori

Triangulasi teori adalah metode yang digunakan untuk membandingkan informasi dari sudut pandang teori yang berbeda.

Contoh sederhananya seperti ini. Misalkan kamu mencoba membuktikan bahwa bisnis yang mempunyai banyak modal berpotensi lebih besar untuk sukses. Hipotesis ini kamu angkat berdasarkan teori A.

Tapi, berdasarkan kerangka teori B, kesuksesan suatu bisnis tidak melulu bergantung pada banyaknya modal. 

Nah, di sini kamu bisa melakukan triangulasi teori untuk membuktikan fakta yang sebenarnya di lapangan.

2. Triangulasi Sumber Data

Triangulasi sumber data adalah pendekatan yang kerap digunakan untuk mengecek validitas data dari berbagai sumber.

Mulai dari sumber data yang didapat secara langsung seperti wawancara dan observasi, hingga yang didapat secara tidak langsung seperti dokumen dan arsip.

Selain itu, perbedaan sumber data juga bisa dilihat dari responden yang berpartisipasi dalam penelitianmu. Kamu bisa membandingkan hasil pengamatanmu dari satu responden dengan responden lainnya.

Contohnya, misalkan kamu sedang meneliti tentang pengaruh komunikasi yang efektif terhadap peningkatan kinerja suatu tim. 

Jadi, kamu melakukan wawancara terhadap beberapa anggota tim dan juga pimpinan tim tersebut untuk mencari tahu apakah mereka sepakat bahwa komunikasi yang baik merupakan kunci performa tim.

Berhubung informasi yang kamu peroleh berasal dari beberapa sumber data, artinya jenis triangulasi yang kamu gunakan adalah triangulasi sumber data. 

3. Triangulasi Metode

Pada triangulasi metode, kamu menggunakan berbagai metode untuk mengecek kelengkapan data serta memastikan bahwa datanya valid.

Berhubung jenis penelitiannya kualitatif, maka jenis metode penggalian data yang digunakan biasanya menggunakan wawancara, survei, atau observasi. 

Lalu, apakah triangulasi metode juga bisa membandingkan hasil penelitiannya dengan metode kuantitatif? Tentu bisa. 

Terkadang, ada peneliti yang membandingkan hasil penelitian kualitatif dan kuantitatif terhadap objek yang sama. Nah, ini termasuk ke dalam triangulasi metode juga.

Dengan kata lain, saat menggunakan triangulasi metode, kamu perlu memeriksa apakah informasi yang didapat saat menggunakan metode yang berbeda selaras atau tidak.

4. Triangulasi Waktu

Dengan triangulasi waktu, sudah jelas bahwa variabel perbandingannya adalah waktu. Jadi, kita akan melengkapi data dan juga mengecek validitasnya berdasarkan waktu.

Contohnya, misalkan kamu melakukan penelitian pada bulan Januari. Lalu, pada bulan April, kamu menjalankan penelitian yang sama untuk mengecek apakah hasilnya akan berbeda di waktu yang berbeda.

Oh ya, jika kamu ingin menggunakan triangulasi waktu, pastikan deadline penelitiannya tidak mepet. Sehingga, kamu punya cukup waktu untuk mengumpulkan data yang dibutuhkan. 

5. Triangulasi Antar Peneliti

Pada keempat jenis triangulasi di atas, kamu melakukan perbandingan berdasarkan data yang kamu temukan sendiri.

Tapi, terkadang masih ada keraguan yang timbul. Karena bisa jadi masih ada penilaian subjektif yang muncul saat mengolah datanya. Itulah mengapa muncul jenis triangulasi yang kelima, yaitu triangulasi antar peneliti.

Sesuai dengan namanya, pada jenis triangulasi ini, kamu membandingkan data yang kamu peroleh dengan data yang diperoleh peneliti lain.

Patut dicatat bahwa topik dan objek penelitiannya harus sama. Jadi, yang dibandingkan di sini adalah sudut pandang dan persepsi dari masing-masing peneliti.

Baca juga: Tipe Data Pemrograman yang Wajib Diketahui Programmer

Bagaimana Cara Melakukan Teknik Triangulasi?

Secara teori, kamu sudah paham apa itu triangulasi serta jenis-jenis triangulasi yang bisa kamu gunakan. Tapi, bagaimana sih cara melakukan teknik triangulasi? Berikut langkah-langkahnya:

1. Tentukan Tujuan Triangulasi

Pertama-tama, kamu harus tahu dulu tujuan triangulasinya apa. Caranya mudah, kamu tinggal jawab pertanyaan ini: “Apa yang ingin kamu dapatkan dari penelitiannya?”

Contohnya, bisa saja kamu menentukan tujuan triangulasi seperti: “Memahami pengaruh kepemimpinan terhadap kesuksesan bisnis X di industri kuliner”.

Tapi, sebelum menentukan tujuannya, pastikan kamu sudah mempertimbangkannya matang-matang. Dalam hal ini, kamu bisa menggunakan metode SMART:

  • Specific – Jelaskan tujuannya secara spesifik. Jadi, kamu tahu apa yang akan kamu dapatkan di akhir proses triangulasi nanti.
  • Measurable – Pastikan tujuannya bisa diukur. Contohnya, tujuan “memahami pengaruh kepemimpinan” masih bisa diukur menggunakan wawancara, survei, atau observasi.
  • Achievable – Buat tujuan yang masih memungkinkan untuk dicapai. Contohnya, kamu tidak bisa membuat tujuan seperti “memahami pengaruh positif kepemimpinan pada semua perusahaan di industri kuliner”. Karena objek penelitiannya terlalu banyak.
  • Relevant – Pastikan tujuan yang kamu pasang relevan dengan tujuan penelitiannya secara keseluruhan. Contohnya, tujuan di atas akan relevan jika tujuan penelitiannya “mencari tahu variabel internal yang mampu meningkatkan performa bisnis X”.
  • Time based – Kamu juga harus mempertimbangkan waktu yang dibutuhkan untuk mencapai tujuannya. Sehingga, kamu bisa tahu apakah tujuannya realistis atau tidak.

2. Kumpulkan Data

Setelah mengetahui tujuan triangulasi, selanjutnya kamu tinggal mengumpulkan data yang dibutuhkan.

Lalu, bagaimana cara mengumpulkan datanya? Dalam penelitian kualitatif, pengumpulan data bisa dilakukan dengan tiga cara:

  • Wawancara – Kamu bisa mengajukan deretan pertanyaan secara langsung ke responden.
  • Observasi – Kamu dapat mengamati perilaku responden sesuai dengan variabel yang ingin kamu ukur.
  • Survei – Kamu juga bisa menyebarkan kuesioner yang berisi pertanyaan-pertanyaan mendalam terhadap para responden.
ilustrasi menulis kuesioner

Setelah mendapatkan data yang diinginkan, apakah langkahnya sudah selesai? Tentu saja belum.

Kamu masih harus menyortir datanya agar lebih mudah untuk diolah. Contohnya, jika kamu mewawancarai empat orang responden, maka kamu harus membuat tabel transkrip wawancara serta menyusun jawabannya sesuai dengan teori dan variabel yang diuji.

Baca juga: 13+ Jenis Database yang Wajib Kamu Ketahui

3. Analisa Data yang Diperoleh

Di tahap akhir, tentunya kamu harus menganalisa seluruh data yang telah diperoleh. Mulai dari yang sumber datanya berbeda, hingga yang metodenya berbeda.

Apa saja langkah-langkah yang perlu dilakukan saat menganalisa data? Berikut daftarnya:

  1. Prioritaskan data yang paling relevan dengan tujuan triangulasi. Karena, data yang dihasilkan saat pengumpulan data pasti jumlahnya sangat banyak.
  2. Temukan pola di dalam datanya. Contohnya, misalkan 7 dari 10 karyawan yang kamu wawancara menyatakan bahwa mereka nyaman dengan lingkungan kerjanya.
  3. Buatlah hipotesis dari data yang kamu analisa. Contohnya, kamu bisa saja membuat hipotesis seperti: “kepemimpinan yang baik adalah faktor terpenting untuk meningkatkan kenyamanan dan kepuasan karyawan”.
  4. Cek seluruh data yang kamu miliki, lalu cocokkan dengan hipotesis yang kamu buat.
  5. Buat kesimpulan dari analisis yang kamu lakukan di langkah sebelumnya. Apakah hipotesisnya terbukti benar atau keliru? Apa yang bisa kamu simpulkan dari data yang kamu miliki?

Oh ya, informasi yang kamu dapat dari hasil triangulasi bisa kamu tampilkan ketika kamu mempresentasikan hasil penelitianmu.

Baca juga: Apa itu Dataset? Berikut Pengertian, Contoh, serta Jenis-jenisnya!

Yuk Gunakan Triangulasi Data agar Penelitianmu Semakin Valid!

Sekarang kamu sudah tahu bahwa triangulasi adalah pendekatan yang dilakukan untuk memastikan kelengkapan dan juga validitas data. 

Selain itu, ada beberapa jenis triangulasi yang bisa kamu gunakan, yaitu:

  1. Triangulasi Teori
  2. Triangulasi Sumber data
  3. Triangulasi Metode
  4. Triangulasi Waktu
  5. Triangulasi Antar Peneliti

Dengan melakukan teknik triangulasi, hasil penelitianmu akan terhindar dari penilaian subjektif. Sehingga, informasi yang didapat akan menjadi lebih kredibel.

Nah, triangulasi merupakan salah satu metode yang perlu kamu pahami saat mempelajari ilmu data. Jika kamu ingin menguasai data science secara lebih mendalam, kamu bisa bergabung ke Komunitas Data Science Bitlabs Academy!

Di sana, kamu bisa mendapat banyak wawasan baru terkait data science. Tidak hanya itu, kamu juga bisa saling berbagi dengan seluruh member yang tergabung di komunitas ini.

Tertarik? Yuk klik banner di bawah untuk join sekarang juga!

banner discord data science bitlabs

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Loading…

0
netflix vs disney

Netflix vs Disney Plus, Mana yang Lebih Oke?

daftar pertanyaan interview kerja

25+ Pertanyaan Interview Kerja dan Cara Menjawabnya