Apa Pentingnya Data dan Informasi bagi Bisnis?

Ada banyak faktor yang dapat mempengaruhi kesuksesan bisnis. Mulai dari kualitas produk, layanan, harga, dan juga promosi. Akan tetapi, ada faktor lain yang kerap luput dari perhatian, yaitu data dan informasi.

Lho, memang apa sih pentingnya data dan informasi terhadap kesuksesan bisnis?

Sangat penting! Buktinya lebih dari 90% organisasi di dunia berinvestasi di big data dan kecerdasan buatan (AI). Bahkan Presiden Joko Widodo sempat berujar bahwa saat ini “Data lebih berharga dari minyak”.

quote jokowi

Nah, ingin tahu lebih jauh kan tentang manfaat data dan informasi? Yuk simak artikel ini sampai selesai!

Apa itu Data dan Informasi?

ilustrasi data dan informasi

Pertama-tama, mari kita bahas pengertian data dan informasi serta perbedaan di antara keduanya:

Apa itu Data?

Data adalah suatu fakta yang sifatnya masih mentah. Bentuknya pun bisa bermacam-macam, mulai dari tulisan, angka, gambar, hingga suara.

Data sendiri terdiri dari dua jenis, yaitu data kualitatif dan data kuantitatif:

  1. Data kualitatif – Data ini biasanya berupa pernyataan dan penafsirannya lebih fleksibel. Contohnya seperti: “Konsumen A merasa sangat puas dengan produk B”
  2. Data kuantitatif –  Jenis data ini sifatnya lebih statis dan umumnya berupa angka. Contohnya seperti “Persentase produk gagal pada bulan Januari sebesar 9%”

Sayangnya, kita belum bisa membuat interpretasi dari data. Sebab data masih harus diolah terlebih dahulu agar kita bisa memahami konteksnya.

Nah, bagaimana agar kamu bisa mendapatkan wawasan dari data yang kamu kumpulkan? Simpel, kamu hanya perlu mengolahnya menjadi informasi

Apa itu Informasi?

Informasi adalah sekumpulan data yang telah diolah dan dianalisis. Umumnya informasi memberikan suatu wawasan spesifik yang dapat membantu dalam proses pengambilan keputusan.

Sebetulnya ada cukup banyak jenis informasi di luar sana. Namun, kami akan membahas beberapa jenis informasi yang paling populer. Berikut di antaranya:

  • Informasi konseptual – Informasi ini biasanya berasal dari hasil pemikiran atau kepercayaan seseorang. Sehingga jenis informasi ini kerap dijelaskan secara abstrak. Salah satu contohnya adalah ilmu dan filosofi Plato.
  • Informasi prosedural – Ini adalah jenis informasi yang menggambarkan cara membuat sesuatu atau cara melakukan sesuatu. Contohnya seperti cara mengendarai mobil.
  • Informasi empirikal – Jenis informasi ini berasal dari hasil observasi dan eksperimen. Contohnya seperti teori gravitasi Newton.
  • Informasi stimulasi – Ini adalah jenis informasi yang berasal dari reaksi. Contohnya seperti informasi saat melihat gesture dan ekspresi seseorang.
  • Informasi direktif – Informasi ini bertujuan untuk mengarahkan seseorang untuk melakukan sesuatu. Contohnya seperti buku manual dan juga SOP (Standard Operating Procedure).

Bagaimana Cara Mengolah Data Menjadi Informasi?

ilustrasi pentingnya mengolah data dan informasi

Pada dasarnya, cara mengolah data cukup sederhana. Mulai dari mengumpulkan data, mengolah data, mengambil informasi hingga menyimpan datanya.

Mari kita bahas tahapnya satu per satu!

1. Mengumpulkan Data

Pertama-tama, tentu kamu harus mengumpulkan data terlebih dahulu. Data yang diambil bisa berupa data kualitatif atau data kuantitatif.

Kamu bisa mengambil datanya dari dua sumber: internal dan eksternal. Data internal berasal dari bisnismu sendiri, sedangkan data eksternal didapat dari sumber lain. Contohnya seperti hasil riset atau analisis kompetitor.

Ada banyak cara yang bisa kamu lakukan untuk mengumpulkan data. Mulai dari menyebarkan kuesioner hingga melakukan observasi.

Baca juga: Apa Itu Data Mining? Berikut Pengertian Serta Contoh Praktiknya!

2. Menyiapkan Data

Pada proses ini, kamu perlu menyortir data dan menghapus data yang tidak relevan dengan data lainnya.

Hal ini penting, karena pada saat proses pengumpulan data, terkadang ada data “asing” yang ikut masuk ke dalam database. Nah, data seperti ini dapat mengganggu proses penggalian informasi ke depannya.

3. Menginput Data

Setelah seluruh datanya tersusun dengan baik, kamu bisa memasukkan datanya ke dalam alat analisis data. Contohnya seperti aplikasi word processor dan aplikasi spreadsheet.

Nantinya, proses pengolahan data akan dilakukan di dalam alat analisis datanya. Apapun alat yang kamu gunakan, pastikan kamu sudah mempelajari tata cara menggunakannya terlebih dulu.

4. Mengolah Data

Setelah memasukkan data, sekarang yang perlu kamu lakukan adalah mengolah datanya. Nah, bagaimana cara melakukannya?

Tergantung, karena setiap alat pengolahan data memiliki metode penggunaan yang berbeda-beda. Contohnya, jika kamu mengolah data di Google Spreadsheet, kamu bisa mengolah datanya dengan menggunakan berbagai rumus yang tersedia.

5. Mengambil Informasi

Setelah datanya diolah, kamu akan menemukan suatu wawasan atau pola dari kumpulan datanya

Contohnya, misalkan kamu mengolah data penjualan pada kuarter X. Berdasarkan hasil pengolahan data, diketahui bahwa produk A adalah produk yang paling laris, sedangkan produk Z adalah produk yang jumlah penjualannya kurang memuaskan.

Nah, setelah kamu mendapat informasi yang diinginkan, kamu bisa menyajikannya dalam bentuk grafik, tabel, atau diagram. Sehingga informasinya akan lebih mudah dimengerti.

6. Menyimpan Data dan Informasi

Setelah menyajikan data, apakah prosesnya sudah selesai? Tentu saja tidak! 

Kamu masih harus menyimpan seluruh data yang telah diproses agar bisa diakses dengan mudah di kemudian hari.

Oleh karena itu, pastikan data dan informasi yang diperoleh langsung disimpan dengan rapi di dalam database. Jadi kamu bisa menemukannya dengan mudah jika sewaktu-waktu membutuhkannya.

Apa Pentingnya Data dan Informasi untuk Bisnis?

ilustrasi mengolah data dan informasi di laptop

Oke, sekarang kamu sudah tahu apa pentingnya data dan informasi, serta cara mengolahnya. Tapi, mungkin kamu masih penasaran, apa sih gunanya data dan informasi bagi bisnis?

Berikut adalah beberapa manfaat yang bisa kamu dapatkan jika kamu menggunakan data dan informasi dengan tepat:

1. Mengidentifikasi Kebutuhan Bisnis

Salah satu manfaat terbesar dari data dan informasi adalah kemampuannya untuk mengidentifikasi kebutuhan bisnis.

Contohnya, jika kamu mengumpulkan data terkait performa bisnismu dalam satu tahun, ada banyak hal yang akan kamu temukan. Misalnya, kamu bisa mengetahui produk-produk yang penjualannya kurang memuaskan karena kurang dipromosikan dengan baik.

Selain itu, kamu juga bisa menggunakan data dan informasi untuk mengetahui kebutuhan internal bisnis, seperti fasilitas kerja yang diharapkan para karyawan atau berbagai benefit yang bisa menurunkan tingkat turnover karyawan.

2. Menghasilkan Produk atau Layanan yang Berkualitas

Untuk mengungguli kompetitor, tentunya bisnismu perlu menawarkan produk atau layanan yang berkualitas.

Bagaimana caranya? Kamu bisa menggali data terkait tren pasar dan juga kepuasan konsumen terkait produkmu. Dari situ, kamu akan tahu formula yang tepat untuk membuat produkmu menjadi semakin bernilai.

Contohnya, misalkan kamu menjual keripik singkong. Setelah melakukan riset, kamu menemukan bahwa saat ini tren makanan pedas sedang meningkat, dan banyak konsumenmu juga yang menginginkan varian pedas. 

Wawasan seperti ini jelas dapat membantu meningkatkan kualitas produkmu, kan?

3. Mengenal Konsumen Lebih Dalam

Saat ini, kita berada di era personalisasi. Jadi, semakin “personal” produk yang kita tawarkan, semakin besar kemungkinan produk kita untuk laku.

Contohnya, ketika kamu berkunjung ke online marketplace, pasti kamu sering melihat kolom rekomendasi, kan?

kolom pilihan lain online marketplace

Nah, bagaimana cara online marketplace mengetahui rekomendasi produk yang tepat? Tentunya dengan menggunakan data. Jadi, mereka memanfaatkan histori pencarian produk untuk mencari tahu produk yang paling cocok dengan selera pengunjungnya.

4. Mencegah Risiko yang Berpotensi Muncul

Ada berbagai risiko yang perlu kamu waspadai saat berbisnis. Mulai dari risiko produk gagal, risiko finansial, hingga risiko keamanan.

Nah, di sinilah pentingnya data untuk mencegah berbagai risiko tersebut. Contohnya, dengan memperhatikan data terkait kualitas produk pada periode tertentu, kamu bisa mengidentifikasi penyebab produk gagal dan melakukan pencegahan sejak dini.

Contoh lainnya, misalkan kamu punya toko online. Lalu, berdasarkan data keamanan websitemu, kamu menemukan informasi bahwa banyak hacker yang mencoba menembus akses login ke websitemu. 

Nah, bermodalkan informasi tersebut, akhirnya kamu pun melakukan langkah pencegahan dengan mengurangi batas percobaan login dan juga memindahkan URL login websitemu.

Sudah Paham Pentingnya Data dan Informasi untuk Kesuksesan Bisnismu?

Walaupun data dan informasi kerap tertukar. Namun, keduanya punya definisi yang berbeda. Data adalah fakta mentah yang belum diolah, sedangkan informasi merupakan sekumpulan data yang dapat memberikan wawasan. 

Walaupun berbeda, keduanya punya satu kesamaan, yaitu sama-sama bisa memberi manfaat untuk bisnis. Contohnya seperti mengidentifikasi kebutuhan bisnis, meningkatkan kualitas produk, hingga mencegah berbagai risiko bisnis yang berpotensi timbul.

Nah, apakah kamu tertarik untuk belajar lebih dalam tentang ilmu data? Tak usah khawatir, karena kamu bisa menguasainya dengan mudah di kelas data science Bitlabs!

Di kelas ini, ada banyak hal yang akan kamu pelajari. Mulai dari cara membuat program pengolahan data hingga membuat visualisasi data. Lengkap banget, kan?

Jadi, tunggu apa lagi? Yuk klik banner di bawah untuk kepoin kelasnya!

banner belajar data science di bitlabs

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

struktur data adalah

7+ Jenis Struktur Data yang Wajib Diketahui Programmer

Big Data dan Perannya Membentuk LinkedIn yang Sekarang