perintah dasar linux yang wajib kamu tahu

40 Perintah Dasar Linux dan Fungsinya [Terlengkap!]

Ingin menguasai Linux? Tentu kamu harus mempelajari berbagai perintah dasarnya dulu. 

Tapi, sebelum itu, mari kita pahami cara kerjanya. Seperti yang kamu tahu, Linux adalah sistem operasi (OS). Dan OS sendiri berfungsi sebagai “penghubung” antara software dan hardware. 

logo linux

Lalu, bagaimana cara Linux menghubungkan software dengan hardware?

Singkatnya, Linux melakukannya melalui shell, yaitu program yang dapat menerima perintah untuk kemudian diteruskan ke hardware. Umumnya, Linux menggunakan command-line interface (CLI) atau graphical user interface (GUI) sebagai shell-nya.

Nah, perintah dasar yang akan kita bahas di artikel ini dapat diaplikasikan melalui CLI. Tapi kenapa harus CLI?

contoh cli berisi perintah dasar linux

Walaupun banyak distro Linux yang menggunakan GUI, tapi ada baiknya pengguna Linux tahu cara mengoperasikan Linux melalui CLI. Karena menjalankan perintah dasar melalui CLI merupakan skill yang dibutuhkan pengguna Linux pemula.

Jadi, apa saja perintah dasar Linux yang perlu kamu ketahui? Yuk kita lihat di bagian selanjutnya!

Baca juga: 12+ Rekomendasi Distro Linux Terbaik

40 Perintah Dasar Linux yang Perlu Kamu Ketahui

Sebelum menuliskan perintah dasar Linux di bawah ini, kamu perlu membuka command line terlebih dahulu. Apakah sudah? Mari kita mulai:

1. su

Ini adalah perintah untuk masuk sebagai super user alias admin. Karena terkadang ada aktivitas-aktivitas tertentu yang hanya bisa dilakukan oleh admin.

Jika kamu ingin menjalankan perintah sebagai admin, kamu juga bisa menggunakan perintah:

sudo (perintah)

Contohnya, misalkan kamu mengetik sudo shutdown. Artinya, kamu ingin mematikan (shutdown) perangkatmu sebagai admin.

2. login

Jika kamu ingin login sebagai user tertentu, maka kamu bisa menjalankan perintah:

login (nama user)

Jadi, kalau kamu mengetik login user A, kamu akan masuk ke perangkat sebagai user A.

3. pwd

Ingin tahu sekarang kamu sedang berada di path/folder mana? Gampang, kamu tinggal menuliskan perintah pwd saja.

Contohnya, misalkan kamu sedang berada di folder downloads, maka kamu akan mendapat hasil home/user/downloads setelah mengetik pwd.

4. cd

Perintah dasar Linux yang satu ini merupakan singkatan dari change directory alias berpindah folder. Jadi, kamu bisa menggunakannya untuk pindah ke folder yang kamu inginkan. Begini cara menggunakannya:

cd (nama folder)

Misalkan kamu sedang berada di folder downloads. Dan di dalam folder tersebut ada banyak folder, salah satunya adalah folder documents.

Jika kamu ingin berpindah ke folder documents, kamu tinggal mengetik cd documents.

5. ls

Jika kamu ingin tahu isi suatu folder, maka kamu perlu menggunakan perintah ini. Contohnya, misalkan kamu mengetik ls saat berada di folder Downloads, maka hasilnya akan menampilkan folder-folder yang ada di dalamnya, seperti Documents, Music, dan lain-lain.

6. cat

Perintah ini berfungsi untuk membuka isi file. Berikut adalah cara menggunakannya:

cat nama-file.ekstensi file

Contohnya, misalkan kamu ingin mengetahui isi dari file teks berjudul filebaru. Maka, kamu bisa menulis cat filebaru.txt.

Fungsi lain dari perintah cat adalah untuk membuat file baru, caranya begini:

cat > nama file

Jadi, jika kamu ingin membuat file baru bernama “file-revisi”, kamu bisa menulis cat > file-revisi.

7. mv

Perintah ini dapat digunakan untuk memindahkan file ke folder yang kamu inginkan. Ini cara penggunaannya:

mv ‘nama file + ekstensi’ ‘direktori yang dituju’

Misalkan kamu ingin memindahkan file-baru.txt dari /home/user/downloads ke /home/user/downloads/documents. Maka, kamu bisa menulis:

mv file-baru.txt /home/user/downloads/documents

8. cp

Jika perintah mv digunakan untuk memindahkan file, perintah cp dapat digunakan untuk menyalin (copy) file ke suatu direktori:

cp ‘nama-file + ekstensi’ ‘direktori yang dituju’

Contohnya, misalkan kamu sekarang sedang berada di folder music. Lalu, kamu ingin menyalin file music.mp3 ke direktori /home/user/downloads. Maka, kamu perlu menulis:

cp music.mp3 /home/user/downloads

9. mkdir

Apakah kamu ingin membuat direktori baru? Jika iya, kamu perlu menggunakan perintah mkdir. Begini rumusnya:

mkdir direktori-baru

Contohnya, misalkan kamu ingin membuat folder pictures di direktori Downloads. Maka, kamu perlu menuliskan:

mkdir /home/user/downloads/pictures

10. rmdir

Sebaliknya, jika kamu ingin menghapus direktori, maka kamu perlu membuat perintah rmdir. Ini cara menggunakannya:

rmdir direktori-yang-ingin-dihapus

Jadi, jika kamu ingin menghapus folder pictures di direktori Downloads, ini adalah perintah yang harus kamu tulis:

rmdir /home/user/downloads/pictures

11. rm

Nah, jika kamu ingin menghapus file, kamu bisa menggunakan perintah rm. Begini caranya:

rm file-yang-ingin-dihapus

Contohnya, misalkan kamu ingin menghapus filebaru.txt. Maka, inilah perintah yang perlu kamu tulis:

rm filebaru.txt

12. find

Sesuai dengan namanya, perintah find dapat digunakan untuk mencari file. Begini caranya:

find ‘direktori’ ‘-name’ ‘nama file yang dicari + extension’

Jadi, ketika kamu ingin mencari file music.mp3 di folder /home/user/downloads/music. Maka, perintah yang perlu kamu tuliskan adalah:

find /home/user/downloads/music -name music.mp3

13. locate

Sama seperti find, locate juga berfungsi untuk mencari file. Bedanya, kamu tak perlu menuliskan direktori yang ingin kamu telusuri:

locate -i ‘nama file yang ingin dicari’

Oh ya, komponen “-i” sebenarnya opsional. Kamu bisa memasukkannya atau tidak. Fungsi dari komponen ini adalah untuk mengaktifkan kepekaan kapital (case sensitive).

Jadi, misalkan kamu ingin mencari file bernama “file baru”, maka, kamu perlu menulis perintah berikut:

locate -i file*baru

Seperti yang kamu lihat, jika di nama filenya ada spasi, kamu perlu menggantinya dengan tanda bintang (*).

14. touch

Kamu bisa menggunakan perintah touch untuk membuat file kosong baru. Selain itu, kamu juga bisa menggunakannya untuk membuat lebih dari satu file. Berikut cara menggunakannya:

touch nama-file-baru

Contohnya, misalkan kamu ingin membuat dua file baru bernama “revisi1” dan “revisi2”. Maka, kamu bisa menuliskan perintah berikut:

touch revisi1 revisi2

15. grep 

Fungsi ini berguna untuk mencari kata di suatu file. Begini caranya:

grep ‘kata yang ingin kamu cari’ ‘file yang ingin ditelusuri’

Contohnya, misalkan kamu ingin menemukan kata “fotosintesis” di dalam file “biologi.txt”. Maka, kamu bisa mengetikkan perintah berikut:

grep fotosintesis biologi.txt

Hasilnya, kamu akan melihat baris yang berisi kata “fotosintesis” di file tersebut.

16. du

Apakah kamu ingin tahu berapa banyak disk space yang sudah terisi di suatu direktori? Kamu bisa mendapat jawabannya melalui perintah du. Begini cara menggunakannya:

du -h nama direktori

Contohnya, misalkan kamu ingin tahu total ukuran (size) konten di dalam direktori /home/user/downloads, maka kamu perlu mengetikkan:

du -h /home/user/downloads.

17. df

Jika kamu ingin mengetahui sisa kapasitas disk space hard disk, kamu hanya perlu mengetik perintah df. Hasilnya akan ditampilkan dalam bentuk kilobyte. Tapi, jika kamu ingin melihatnya dalam satuan megabyte, kamu dapat menuliskan df -m.

18. diff

Perintah dasar Linux yang satu ini sangat berguna untuk programmer. Karena, perintah diff dapat digunakan untuk membandingkan konten di dalam dua file yang berbeda.

Dengan begitu, programmer dapat mengecek apakah ada kode yang berbeda pada kedua file tersebut. Contohnya, misalkan mereka ingin tahu apakah ada perbedaan kode pada file1.txt dan file2.txt. Mereka hanya perlu mengetikkan perintah berikut:

diff file1.txt file2.txt

19. head

Perintah ini berfungsi untuk menampilkan sepuluh baris teks pertama di suatu file. Contohnya, misalkan kamu ingin melihat sepuluh baris awal di file revisi1.txt, maka kamu perlu menulis:

head revisi1.txt

Tapi, kamu juga bisa mengatur jumlah baris yang ditampilkan kok. Caranya, dengan menambah komponen “-n jumlah baris” di tengah perintahnya. Jadi jika kamu ingin melihat tiga baris saja, kamu bisa mengetik:

head -n 3 revisi1.txt

20. tail

Tail merupakan kebalikan dari head. Karena perintah ini akan menampilkan sepuluh baris teks terakhir di suatu file. Jadi, jika kamu ingin melihat sepuluh baris terakhir pada file revisi2.txt, kamu tinggal mengetik:

tail revisi2.txt

Dan jika kamu ingin melihat tiga baris terakhir saja, kamu bisa menulis:

tail -n 3 revisi2.txt

21. tar

Perintah tar kurang lebih fungsinya seperti WinRar atau 7Zip. Jadi, kamu bisa menggunakannya untuk membuat atau mengekstrak arsip.

Sebenarnya fungsi perintah tar ada lebih banyak lagi. Tapi, mari kita lihat fungsi dasarnya saja. Pertama-tama, mari kita lihat cara membuat arsip. 

Jadi, untuk membuat arsip, kamu perlu menggunakan perintah tar cvf. Contohnya, misalkan kamu ingin mengarsipkan semua file dengan extensi txt di direktori yang kamu masuki. Dan kamu ingin menamakan arsipnya text.rar. Maka inilah perintah yang perlu kamu tuliskan:

tar cvf text.rar *.txt

Lalu bagaimana jika kamu ingin mengekstrak file text.rar? Gampang, kamu hanya perlu menggunakan perintah tar xvf. Contohnya seperti ini:

tar xvf text.rar

22. chown

Di Linux, setiap file hanya bisa diakses oleh user tertentu. Dengan begitu, filenya menjadi lebih aman dan tak bisa diubah sesuka hati.

Tapi, bagaimana jika kamu ingin mengubah “kepemilikan” file tersebut ke user lain? Di sinilah perintah chown dibutuhkan.

Contohnya, misalkan kamu ingin mengubah kepemilikan file revisi1.txt ke user Budi. Sehingga, user Budi bisa mengubah isi filenya. Untuk itu, kamu perlu mengetik perintah berikut:

chown Budi revisi1.txt

23. wc

Wc merupakan singkatan dari word count. Jadi, misalkan kamu ingin mengetahui jumlah kata yang ada di dalam file file1.txt, maka kamu hanya perlu mengetikkan:

wc file1.txt

24. ping

Perintah ini berfungsi untuk mengecek konektivitas jaringan-mu. Contohnya, misalkan kamu ingin mengecek apakah jaringan-mu mampu mengakses Facebook. Maka, kamu perlu menulis:

ping facebook.com

25. kill

Pernahkah kamu mematikan program secara manual melalui Windows Task Manager? Nah, perintah kill kurang lebih fungsinya seperti itu. Jadi kamu bisa mematikan program secara manual.

Tapi, kamu harus tahu PID (Process Identification Number) dari program yang ingin kamu matikan. Caranya, kamu tinggal mengetikkan perintah ps.

Setelah mengetahui PID programnya, kamu baru bisa menggunakan perintah kill. Contohnya, misalkan kamu ingin mematikan program dengan PID 1234, maka inilah perintah yang perlu kamu tulis:

kill 1234

26. passwd

Jika seorang user ingin mengganti passwordnya, mereka tinggal menggunakan perintah passwd. Jadi, berikut cara menggunakannya:

passwd nama user

Kemudian, user akan diminta untuk memasukkan password baru yang mereka inginkan.

27. uname

Ingin tahu informasi dasar tentang OS dan hardware yang kamu gunakan? Kamu bisa menggunakan perintah uname

Dengan perintah ini, kamu bisa mengetahui informasi seperti nama kernel, versi kernel, dan tanggal rilis kernel-nya. Untuk melihat semua informasi tersebut, kamu hanya perlu mengetik perintah berikut:

uname -a

28. top

Apakah kamu ingin tahu proses apa saja yang sedang berjalan di perangkatmu? Gampang, kamu hanya perlu menjalankan perintah top.

Dengan perintah ini, kamu dapat melihat proses apa saja yang saat ini sedang berjalan di sistem. Kurang lebih fungsinya sama seperti Windows Task Manager.

29. wget

Perintah ini berfungsi untuk mendownload file. Contohnya, jika kamu ingin mendownload file dari link www.namadomain.com/filebaru.exe, maka kamu tinggal mengetik perintah berikut:

wget www.namadomain.com/filebaru.exe

30. history

Ingin tahu perintah apa saja yang sudah kamu jalankan sebelumnya? Gunakan perintah history.

Jadi, perintah ini dapat menampilkan seluruh perintah yang sudah kamu buat sebelumnya. Mulai dari awal login hingga perintah terakhir yang kamu jalankan.

31. stat

Apabila kamu ingin tahu informasi detail tentang suatu file, kamu bisa menggunakan perintah stat

Dengan perintah ini, kamu dapat mengetahui informasi seperti nama, ukuran, dan jenis file. Tidak hanya itu, kamu pun bisa tahu kapan filenya terakhir dimodifikasi.

32. man

Man ini adalah singkatan dari “manual”. Jadi, kamu dapat menggunakannya untuk mencari tahu fungsi dari suatu perintah.

Contohnya, misalkan kamu ingin tahu fungsi dari perintah stat. Maka, kamu tinggal mengetikkan:

man stat

Kemudian, kamu akan melihat instruksi detail tentang cara menggunakan perintah stat.

33. hostname

Dengan menggunakan perintah hostname, kamu dapat mengetahui domain dan nama host (hostname) perangkatmu.

Hostname sendiri adalah nama perangkat yang terhubung dengan jaringan internet.

Nah, selain mengetahui nama host, kamu juga dapat menggunakan perintah ini untuk melihat alamat IP Caranya, kamu tinggal mengetikkan perintah berikut:

hostname -i 

34. zip

Selain perintah tar, perintah lain yang bisa kamu gunakan untuk mengompres file ke dalam arsip adalah zip. 

Contohnya, jika kamu ingin mengompres file revisi1.txt ke dalam arsip bernama arsip.zip. Maka, kamu perlu menulis perintah berikut:

zip arsip.zip revisi1.txt

Lalu bagaimana jika kamu ingin mengekstrak file zipnya? Simpel, kamu hanya perlu menggunakan perintah unzip. Contohnya seperti ini:

unzip arsip.zip

35. useradd

Kamu bisa menambahkan user baru ke dalam sistem. Caranya dengan menggunakan perintah useradd. Contohnya, misalkan kamu ingin memasukkan “user-satu” ke dalam sistem. Maka, kamu perlu menjalankan perintah berikut:

useradd user-satu

Sebaliknya, jika kamu ingin menghapus user di dalam sistem, kamu tinggal menggunakan perintah userdel. Contohnya seperti ini:

userdel user-satu

36. cal

Perintah cal merupakan singkatan dari calendar. Sesuai dengan namanya, perintah ini akan menampilkan kalender. Memang sederhana, tapi bagus untuk mengecek tanggal.

37. id

Perintah id berfungsi untuk menampilkan user yang sedang menggunakan sistem. Tidak hanya itu, kamu juga akan melihat seluruh user yang berada di dalam sistemnya.

Kamu dapat menggunakan perintah ini untuk mengecek siapa saja user yang terdaftar ke dalam sistemnya. 

38. date

Dilihat dari nama perintahnya, pasti kamu sudah bisa menebak fungsi perintah ini, kan? Ya, betul sekali. Perintah date berfungsi untuk melihat tanggal dan waktu.

39. whoami

Ini adalah perintah lain yang fungsinya cukup mendasar. Jadi perintah whoami dapat digunakan untuk melihat user yang sedang login saat ini. 

39. clear

Apakah tampilan command line-mu sudah penuh? Tenang, perintah clear dapat membersihkannya. Dengan menjalankan perintah ini, layar command line akan kosong seketika.

40. exit

Ingin keluar dari command line? Ya, tepat sekali. Kamu bisa menggunakan perintah exit untuk melakukannya.

Sudah Siap Menggunakan Linux?

Oke, sekarang kamu sudah tahu seluruh perintah dasar yang dibutuhkan untuk mengoperasikan Linux. Tapi, apakah mempelajari 40 perintah dasar itu saja sudah cukup?

Tentu saja belum, masih ada banyak lagi perintah Linux yang bisa kamu pelajari. Tenang, dengan memahami lebih banyak perintah, pekerjaanmu di Linux akan menjadi semakin mudah. 

Nah, tertarik untuk mendapat wawasan lebih dalam tentang Linux dan web programming? Yuk cek artikel-artikel lain di blog Bitlabs!

Baca juga: Apa itu Linux? Berikut Penjelasan Lengkapnya!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

mau jadi full stack developer kuasai 5 skill ini

Ingin Jadi Full Stack Developer? Berikut 5+ Skill yang Kamu Butuhkan!

plugin wordpress

25 Rekomendasi Plugin WordPress Terbaik yang Wajib Di-Install