23+ Jawaban Kelemahan dan Kelebihan saat Interview Kerja

Salah satu pertanyaan interview kerja yang mungkin akan kamu hadapi adalah pertanyaan tentang kelemahan dan kelebihan yang kamu miliki. Kedengarannya simple, tapi tak sedikit yang kesulitan menjawabnya.

Nah, agar kamu siap dalam menghadapi pertanyaan ini, di artikel ini kami akan menampilkan beberapa contoh kelebihan dan kelemahan yang bisa kamu gunakan saat interview nanti. Yuk simak selengkapnya!

Mengapa Kelebihan dan Kelemahan Ditanyakan saat Interview Kerja?

Ketika tim HR memintamu untuk sebutkan kelebihan dan kelemahan yang kamu miliki, kamu mungkin bertanya-tanya. Apa alasannya ya?

Nah, sebetulnya alasan tim HR menanyakan kelemahan dan kelebihan adalah karena mereka ingin tahu seberapa jauh kamu mengenal dirimu sendiri

ilustrasi tim hr saat menanyakan kelemahan dan kelebihan saat interview kerja

Apabila kamu mengenal kualitas dirimu dengan baik, tentu kamu akan tahu kelebihan yang perlu kamu pertahankan dan juga kelemahan yang perlu kamu perbaiki. Begitu pula sebaliknya, jika kamu tidak tahu keduanya, tentu kamu akan kesulitan untuk introspeksi diri. 

Selain itu, berikut adalah beberapa alasan lain yang mendasari tim HR untuk menanyakan kelemahan dan kelebihan kandidat:

  • Mereka ingin tahu berbagai kelebihan yang kamu miliki, apakah bisa bermanfaat untuk lingkungan kerja atau tidak?
  • Mereka ingin tahu apakah kamu mampu mengevaluasi dan memperbaiki kelemahan yang kamu miliki.
  • Mereka juga ingin tahu apakah kelemahan dan kelebihan yang kamu miliki cocok dengan kultur perusahaan atau tidak.

Jika kelebihanmu mampu memberi manfaat langsung ke perusahaan, dan kamu juga bisa mengatasi kelemahanmu, bukan tidak mungkin tim HR mempertimbangkan kamu sebagai salah satu kandidat yang unggul.

Baca juga: Ingin Tahu Jawaban Terbaik untuk Alasan Melamar Pekerjaan? Cek di Sini!

12 Contoh Kelebihan Diri Sendiri

Apakah kamu masih belum tahu kelebihan yang kamu miliki? Mungkin 12 contoh kelebihan berikut adalah salah satunya:

1. Kemampuan Teknis yang Mumpuni

Setiap lowongan kerja pasti menampilkan persyaratan dari sisi skill teknis. Nah, jika kamu memiliki skill teknis yang dibutuhkan posisinya, tentu kamu bisa menjelaskan ini sebagai salah satu kelebihanmu.

Contohnya, misalkan kamu ingin melamar jadi seorang data analyst, dan salah satu skill yang kamu miliki adalah visualisasi data. Terlebih lagi, kamu juga sangat familiar dengan alat visualisasi data seperti Tableau dan Power BI.

Jadi, kamu bisa saja menjelaskan kelebihanmu seperti ini: “Salah satu kelebihan saya adalah menguasai berbagai skill teknis yang penting untuk posisi data analyst, salah satunya visualisasi data. ”

2. Skill Interpersonal yang Baik

Di dalam perusahaan, tentunya kamu tidak akan bekerja sendirian. Ada banyak rekan kerja yang akan berinteraksi denganmu, mulai dari yang satu divisi hingga lintas divisi.

Dengan memiliki skill interpersonal yang mumpuni, kamu akan menjadi rekan kerja yang menyenangkan. Karena, kamu paham cara membangun hubungan dengan baik, dan kamu juga sangat mudah untuk diajak bekerja sama.

Contoh jawaban yang bisa kamu berikan seperti ini: “Di pekerjaan sebelumnya, saya mesti bekerja sama dengan banyak divisi. Untungnya, skill interpersonal memudahkan saya untuk berbaur dan bertindak kooperatif dengan siapapun di segala situasi”.

3. Bisa Memimpin Tim

Semua orang bisa menjadi pemimpin, tapi tidak semua orang bisa menjadi pemimpin yang baik. Itulah mengapa sifat kepemimpinan merupakan salah satu kelebihan yang bisa kamu tonjolkan.

Apabila kamu pernah memimpin suatu divisi, organisasi, atau bahkan sebuah bisnis, tentu kamu sudah berpengalaman dalam mengelola dan memimpin rekan kerja. Nah, pengalaman inilah yang bisa menjadi poin plus di mata tim HR.

Bisa saja kamu menjelaskan kelebihannya seperti ini: “Saya pernah ditugaskan menjadi ketua divisi acara di salah satu event kampus. Walaupun sulit, tapi acara kami bisa berjalan dengan lancar dan mendapat hasil evaluasi yang positif berkat kerja sama tim yang baik”. 

4. Adaptif di Lingkungan Baru

Tak jarang pekerja yang baru masuk langsung merasa tak betah karena kultur perusahaannya kurang cocok dengan seleranya. Sehingga, beberapa bulan kemudian, sang pekerja pun mengundurkan diri.

Oleh karena itu, sifat adaptif adalah salah satu kelebihan yang cukup krusial juga. Karena, dengan menjadi adaptif, potensi kandidat untuk setia dengan perusahaan akan jadi semakin besar.

Berikut adalah contoh penjelasannya: “Di pekerjaan sebelumnya, saya mesti beradaptasi dengan lingkungan dan sistem kerja yang baru. Untungnya, saya langsung terbiasa setelah seminggu menjalani training dan uji coba”.

5. Pantang Menyerah

Apakah kamu tipe orang yang tidak mudah mundur walaupun sedang menghadapi masalah yang berat? Jika iya, artinya kamu bisa mengakui pantang menyerah sebagai salah satu kelebihanmu.

Saat menjelaskan kelebihan ini, ada baiknya kamu menjelaskan juga pengalaman di mana kamu bisa memanfaatkan sifat pantang menyerah dengan baik, khususnya di lingkungan kerja.

Contohnya seperti ini: “Saya pernah ditugaskan untuk menjalankan proyek dadakan dengan deadline yang cukup mepet, yaitu 2 minggu. Tapi tidak masalah karena saya menganggap hal tersebut sebagai tantangan, dan untungnya proyeknya saat itu bisa berjalan dengan lancar”.

6. Rapi dan Terorganisir

Di dunia kerja, tentu ada banyak hal yang akan kamu kelola, terlepas dari posisi apapun yang kamu lamar. Oleh karena itu, pribadi yang rapi dan serba terorganisir tentu punya poin plus tersendiri bagi tim HR.

Yang dimaksud dengan rapi di sini bukan hanya penampilan ya, tapi juga cara kerjamu secara keseluruhan. Mulai dari caramu mengelola tugas hingga menyusun jadwal dari hari ke hari.

ilustrasi jam dinding

Berikut adalah jawaban yang bisa kamu berikan jika kamu punya kelebihan dari sisi kerapian: “Salah satu kebiasaan saya saat bekerja adalah merapikan seluruh dokumen dan tools yang saya butuhkan. Sehingga, saya bisa menggunakannya dengan mudah saat dibutuhkan”.

7. Teliti di Segala Situasi

Ketelitian juga merupakan salah satu kelebihan yang penting, lho. Kalau kamu telaten dalam mengerjakan sesuatu dan sering melihat segala sesuatu secara detail, artinya kamu bisa mengakui kelebihan yang satu ini.

Mengapa kelebihan ini “menjual”? Karena banyak sekali pekerjaan yang membutuhkan ketelitian. Mulai dari akuntan, web developer, data scientist, dan masih banyak lagi. Kandidat yang teliti umumnya adalah kandidat yang selalu berhati-hati untuk tidak melakukan kesalahan.

Ini adalah contoh jawaban untuk kelebihan ini: “Setiap saya selesai mengerjakan sesuatu, saya selalu memastikan bahwa segala sesuatunya sudah sesuai target. Itulah mengapa double checking adalah salah satu rutinitas kerja yang selalu saya lakukan”.

8. Fleksibel

Saat ini, semakin banyak perusahaan yang lingkungan kerjanya dinamis. Perusahaan seperti ini kerap melakukan perubahan yang cepat dari waktu ke waktu, sehingga pekerjanya harus bisa fleksibel dan juga adaptif di segala situasi.

Nah, apakah kamu adalah orang yang cocok bekerja di lingkungan kerja yang seperti ini? Jika iya, kamu bisa menambahkan fleksibilitas ke dalam list kelebihan yang kamu miliki.

Berikut adalah contoh jawaban dari kelebihan ini: “Perusahaan saya sebelumnya mengalami pergantian manajemen beberapa kali, sehingga sistem kerjanya mudah berubah. Tapi, hal itu tidak menghambat saya untuk tetap memberikan performa kerja yang optimal”.

9. Pintar Memecahkan Masalah

Apabila kamu adalah orang yang objektif dalam menilai suatu masalah dan kerap juga menemukan celah solusi yang tidak disadari banyak orang, artinya kamu adalah orang yang pintar memecahkan masalah. Kelebihan ini tentu sangat menguntungkan di dunia kerja.

Wajar, karena semua pekerjaan pasti butuh skill problem solving. Contohnya, seorang marketer harus bisa memecahkan masalah jika penjualannya turun, bahkan driver ojek online pun harus bisa menemukan solusi jika sedang nyasar.

Maka dari itu, berikut adalah contoh jawaban dari kelebihan ini: “Saya punya skill problem solving yang baik, karena saya selalu menilai suatu masalah secara objektif, dan juga mempertimbangkan kemungkinan dari berbagai opsi. Sehingga masalah yang ada bisa diselesaikan secara efisien”.

10. Fokus dan Berdedikasi

Kelebihan lain yang bisa kamu sampaikan saat interview kerja adalah fokus dan berdedikasi. Apa maksud dari kedua kata ini?

Intinya, kedua kata ini menggambarkan bahwa kamu adalah orang yang tidak mudah kehilangan konsentrasi saat bekerja, sehingga apapun pekerjaan yang kamu lakukan bisa mudah terselesaikan.

Ini adalah contoh jawaban yang bisa kamu berikan: “Saat bekerja, saya selalu fokus mengerjakan tugas satu per satu. Sehingga semua pekerjaan bisa selesai berdasarkan skala prioritasnya”.

11. Berjiwa Empati

Apabila kamu melamar ke posisi yang membutuhkan rasa empati yang tinggi seperti sales, resepsionis, atau customer service, maka kelebihan yang satu ini bisa kamu sampaikan juga.

Dengan catatan, kamu memang orang yang punya jiwa empati tinggi. Jadi, kamu sangat peka dengan perasaan orang lain dan tak kesulitan untuk bisa memahami situasi orang lain.

Berikut adalah contoh jawaban yang bisa kamu berikan terkait kelebihan dari sisi empati: “Saya adalah orang yang mudah merasa empati. Itulah kenapa saya bisa jadi pendengar yang baik dan senang membantu orang lain untuk memecahkan masalah mereka”.

12. Mampu Memotivasi Diri Sendiri

Dunia kerja kerap dipenuhi berbagai tekanan. Jadi, tak jarang pekerja merasa depresi karena tekanan kerja yang cukup intens. Di situasi seperti ini, pekerja yang mampu memotivasi dirinya sendiri tentu bisa memberikan performa yang stabil.

Nah, jika kamu tak goyah saat berada di situasi tertekan, artinya kamu adalah orang yang pintar memotivasi diri. Sehingga, kamu tetap bisa tenang dan tidak mengambil keputusan secara tergesa-gesa walau di situasi genting sekalipun.

Berikut adalah contoh jawaban untuk kelebihan yang satu ini: “Salah satu kelebihan saya adalah tidak mudah panik saat berada di situasi tertekan. Jadi, saya akan mencoba untuk tetap tenang dan mencari solusi yang paling efektif untuk menyelesaikan masalahnya”.

12 Contoh Kelemahan Diri Sendiri

Setelah mengetahui contoh kelebihan yang bisa kamu jelaskan saat interview kerja, selanjutnya ayo kita bahas beberapa contoh kelemahan yang bisa kamu sampaikan!

1. Kurang Percaya Diri

Apakah kamu sering khawatir jika dihadapkan pada situasi di mana kamu harus bersosialisasi atau berbicara di depan umum? Jika iya, berarti salah satu kelemahanmu adalah kurang percaya diri.

Kelemahan ini biasanya muncul di kalangan orang-orang yang introvert. Penyebabnya karena takut dan khawatir dengan penilaian orang terhadap dirinya. 

Berikut adalah contoh jawaban untuk kelemahan yang satu ini: “Biasanya saya merasa kurang percaya diri saat harus presentasi atau tampil di depan umum. Itulah mengapa saya biasanya berusaha untuk mempersiapkan diri dan juga materi sehari sebelum presentasi”.

2. Kurang Pengalaman

Kelemahan ini biasanya dirasakan oleh orang-orang yang masih di tahap fresh graduate. Karena belum ada pengalaman bekerja, skill teknisnya pun belum terasah secara sempurna.

Untuk mengatasi kelemahan ini, kamu bisa mulai membangun pengalaman secara mandiri. Entah itu melalui project pribadi, ikut magang, atau mungkin melalui pengalaman organisasi.

Ini adalah contoh jawaban yang bisa kamu sampaikan: “Saat ini saya rasa kelemahan terbesar saya adalah kurangnya pengalaman, karena saya masih fresh graduate dan belum pernah terjun ke dunia kerja. Walau begitu, saya akan berusaha mengaplikasikan seluruh skill yang saya pelajari di perkuliahan untuk memajukan perusahaan ini”.

3. Sulit Mengajukan Pertanyaan

Orang yang “tidak enakan” biasanya agak sulit untuk mengajukan pertanyaan, baik ke rekan kerja atau ke atasan. Alasannya sederhana, karena takut pertanyaannya menyinggung, atau mungkin takut pertanyaannya diremehkan.

Padahal, keterbukaan dan komunikasi sangatlah penting di dunia kerja. Jika kamu terlalu takut untuk mengajukan pertanyaan, kerja sama antara kamu dengan anggota tim yang lain bisa saja terganggu.

Berikut adalah contoh jawaban jika kamu punya kelemahan ini: “Saya adalah orang yang mudah segan, sehingga saya seringkali ragu untuk mengajukan pertanyaan secara tiba-tiba. Untuk itu, biasanya saya menyiapkan list pertanyaan dulu sebelum menyampaikan pertanyaannya secara langsung”.

4. Terlalu Kritis

Mungkin kamu heran, bukankah kritis harusnya masuk ke dalam list kelebihan? Eits, tunggu dulu, yang dibahas di sini bukanlah kritis yang biasa, tapi kritis yang berlebihan.

Sifat kritis yang terlalu berlebihan bisa menghambat progres kerja juga lho. Contohnya, misalkan kamu harus menjalankan suatu project. Tapi karena kamu terlalu kritis, kamu tidak mau untuk menjalankan projectnya untuk menghindari risiko. Padahal setiap project pasti ada risikonya.

Jika kamu punya sifat ini, berikut contoh jawaban yang bisa kamu berikan: “Saat menghadapi situasi yang baru, saya biasanya terlalu skeptis dan kritis. Untuk mengatasi hal ini, saya mulai membiasakan diri untuk menjadi lebih fleksibel dan berani mengambil risiko”.

5. Perfeksionis

Perfeksionis merupakan salah satu jawaban “ideal” yang kerap dilontarkan kandidat saat interview kerja. Walaupun terdengar klise, tapi sebetulnya sifat perfeksionis bisa menghambat performa pekerja lho.

Aslinya, sifat ini tak jauh berbeda dengan sifat kritis yang berlebihan. Intinya kamu tidak bisa menyelesaikan suatu tugas jika tugasnya benar-benar perfect. Kedengarannya bagus, tapi pada kenyataannya akan banyak menghabiskan banyak waktu dan juga energi.

Bila ini adalah salah satu kelemahanmu, berikut contoh jawabannya: “Saat mengerjakan sesuatu, biasanya saya butuh waktu yang lebih lama. Sebab saya orangnya cukup perfeksionis. Walau begitu, saya akan tetap berusaha untuk tidak melewati batas deadline yang ditentukan”.

6. Belum Menguasai Skill Tertentu

Ketika melamar ke suatu posisi, tentu ada skill set yang menjadi persyaratan. Tapi, terkadang tak semua skill yang dicantumkan dikuasai oleh kandidatnya.

Nah, jika kamu punya masalah ini, kamu bisa menjelaskannya sebagai salah satu kelemahanmu. Tapi, pastikan kamu juga menjelaskan bahwa kamu akan mempelajari skillnya secara bertahap ke depannya.

Contohnya seperti: “Saat ini saya sudah menguasai berbagai SEO tools, mulai dari Ahrefs hingga Google Search Console. Tapi sayangnya saya belum menguasai Google Data Studio yang bisa membantu saat proses SEO reporting. Ke depannya, saya berencana untuk mempelajari skill ini juga”.

ilustrasi data mining menggunakan google analytics

7. Kerap Menunda-nunda

Ini adalah kelemahan yang pastinya pernah dialami hampir semua orang. Tapi, jika kelemahan ini terlalu sering kamu alami, kamu bisa menjelaskannya juga saat interview kerja.

Saat menyampaikan kelemahan ini, pastikan kamu tidak menggambarkan dirimu sebagai orang yang malas, melainkan orang yang kesulitan dalam menentukan prioritas kerja. Berikut adalah contoh penjelasannya:

“Salah satu kelemahan saya adalah kerap menunda-nunda pekerjaan. Hal ini biasanya terjadi ketika saya sulit menentukan tugas mana yang mesti saya kerjakan duluan. Oleh karena itu, saat ini saya mulai membiasakan diri untuk menentukan skala prioritas sebelum memulai pekerjaan”.

8. Mudah Lupa

Mudah lupa adalah salah satu kelemahan yang juga kerap disebut saat interview kerja. Wajar, karena memang banyak orang yang mengalami masalah ini, entah di dunia kerja, atau bahkan di kehidupan sehari-hari.

Saat menjelaskan kelemahan ini, pastikan kamu memberitahu solusinya juga ya. Karena, sifat mudah lupa sebetulnya cukup merugikan dalam konteks pekerjaan, contohnya seperti lupa menyelesaikan deadline tugas, lupa jadwal meeting, dan seterusnya.

Berikut adalah contoh jawaban yang bisa kamu berikan: “Di beberapa situasi, terkadang saya mudah lupa. Oleh karena itu, saya selalu mencatat hal-hal penting yang harus saya lakukan di HP. Sehingga, saya tak akan melewatkan semua hal yang seharusnya saya ingat dan kerjakan”.

9. Kurang Bisa Mengambil Risiko

Di dunia kerja, terkadang ada keputusan-keputusan berat yang harus diambil. Mulai dari menentukan budget proyek, menentukan strategi bisnis ke depannya, dan seterusnya.

Nah, jika kamu kerap mengalami kesulitan saat dihadapkan pada situasi penuh risiko seperti ini, artinya salah satu kelemahanmu adalah kurang bisa mengambil risiko. Tentunya kelemahan ini akan sangat merugikan jika posisi yang kamu lamar adalah posisi leader atau manajer.

Oleh karena itu, berikut adalah contoh jawaban untuk kelemahan ini: “Biasanya, saya merasa kebingungan saat menghadapi situasi yang penuh risiko. Jadi, untuk mengatasi masalah ini, saya kerap mengajak anggota tim saya untuk berdiskusi untuk menemukan solusi yang tepat dalam menghadapi risiko yang ada”.

10. Sulit Melakukan Public Speaking

Tidak semua posisi perlu skill public speaking, tapi memiliki skill ini tentunya akan memberikan kelebihan tersendiri. Khususnya jika posisi yang dilamar adalah posisi manajer atau posisi-posisi lainnya yang public speaking-nya cukup sering.

Apabila kamu punya sifat pendiam dan pemalu, mungkin kamu merasa bahwa kelemahan yang satu ini cocok dengan kepribadianmu. Tapi kamu tak perlu khawatir, karena public speaking adalah keahlian yang bisa dilatih, apapun karakter orangnya.

Oleh karena itu, berikut adalah contoh jawaban untuk kelemahan ini: “Saya kerap merasa gugup apabila disuruh berbicara di depan umum. Jadi, agar bisa tampil lebih tenang, biasanya saya melakukan persiapan materi secara mendalam sebelum hari H”

11. Terlalu Lama dalam Mengerjakan Sesuatu

Ada banyak alasan mengapa seseorang lama dalam mengerjakan sesuatu. Mulai dari terlalu detail, perfeksionis, atau memang cara kerjanya yang bermasalah.

Nah, apabila kamu sering mengalami masalah ini, kamu juga bisa menjelaskannya sebagai salah satu kelemahanmu. Walau begitu, pastikan kamu juga memberi tahu solusinya juga ya! Jadi, tim HR tidak akan menganggap kelemahanmu yang satu ini sebagai red flag.

Contohnya seperti ini: “Saat mengerjakan sesuatu, biasanya saya terlalu detail dan berhati-hati, yang mana mengakibatkan progressnya jadi terlalu lama. Untuk mengatasinya, saya selalu mencoba untuk memasang deadline di setiap tugas. Sehingga saya tetap bisa menyelesaikan tugasnya tepat waktu”.

12. Terlalu Kaku 

Apakah pekerja yang patuh pada aturan dan sistem kerja itu bagus? Tentu saja. Tapi tidak untuk pekerja yang terlalu berpatokan pada pedoman dan sistem kerja yang ada, hingga kesulitan untuk berkembang dan berinovasi.

Kelemahan ini tentu bisa jadi ancaman yang cukup serius jika kamu melamar ke tempat kerja yang sifatnya dinamis. Oleh karena itu, kamu harus belajar untuk menjadi lebih fleksibel, dan berkembang sesuai dengan yang dibutuhkan lingkungan kerja.

Berikut adalah contoh jawaban yang bisa kamu tiru jika kamu punya kelemahan ini: “Saya biasanya terlalu terpaku pada aturan dan sistem kerja yang ada. Walau begitu, jika ke depannya ada perubahan yang mengharuskan saya untuk berubah, saya siap untuk beradaptasi”. 

Baca juga: Fasilitas Kerja yang Diharapkan Selain Gaji? Ini 10+ Jawabannya!

5 Tips saat Menjawab Pertanyaan tentang Kelemahan dan Kelebihan

Walaupun kamu sudah melihat berbagai jawaban di atas, masih ada beberapa tips yang perlu kamu perhatikan saat menjawab pertanyaan kelemahan dan kelebihan. Dengan begitu, kamu akan terhindar dari jawaban yang kurang tepat. Berikut di antaranya:

1. Hindari Jawaban Kelemahan dan Kelebihan yang Tidak Perlu 

Ingat, kamu sedang ada di interview kerja. Jadi, berikan jawaban yang memang sesuai dengan konteks pekerjaan. Penyebabnya karena masih ada kandidat-kandidat yang memberikan jawaban yang kurang relevan saat dihadapkan pada pertanyaan ini.

Contohnya seperti kandidat yang mengatakan bahwa kelebihan dia adalah bermain musik saat sedang melamar sebagai akuntan, atau kandidat yang menjelaskan bahwa salah satu kelemahan dirinya adalah terlalu mudah patah hati. 

Tentu jawaban-jawaban seperti itu kedengarannya kurang profesional, kan? Maka dari itu, pastikan kamu hanya menjawab kelemahan dan kelebihan yang ada hubungannya dengan pekerjaan, contohnya dari sisi produktivitas dan juga self development.

2. Jangan Memberikan Jawaban yang Terlalu Percaya Diri

Jangan sampai pertanyaan kelebihan dimanfaatkan untuk jadi ajang narsis. Terkadang, ada kandidat-kandidat yang terbawa suasana hingga pada akhirnya terkesan menyombongkan kelebihan yang ia miliki.

Jadi, saat kamu memberikan jawaban terkait kelebihan, pastikan kamu tidak banyak menjelaskan kelebihannya. Justru fokuslah untuk menceritakan pengalaman yang bisa menggambarkan bahwa kamu memiliki kelebihan tersebut.

Dengan begitu, tidak hanya kamu terhindar dari stigma “sombong”, tim HR juga akan melihat kamu sebagai kandidat yang berbicara sesuai kenyataannya.

3. Jangan Memberikan Jawaban Bersifat Rendah Diri

Begitu pula sebaliknya, pastikan jawaban yang kamu berikan di pertanyaan terkait kelemahan tidak menggambarkan bahwa kamu adalah orang yang rendah diri.

Misal, kamu mengatakan bahwa kamu sebetulnya punya banyak kelemahan. Mulai dari skill teknis yang kurang, sulit untuk percaya diri, dan juga kurang bisa mengambil keputusan. Walaupun jujur, tapi jawaban seperti ini dapat menjatuhkan reputasimu.

Itulah mengapa saat menjawab pertanyaan kelemahan, kamu harus mengisyaratkan bahwa kelemahan tersebut masih di dalam kendali, dan kamu akan terus berusaha mengatasinya.

4. Selipkan Solusi di Setiap Masalah

Mungkin kamu menyadari bahwa di setiap contoh jawaban kelemahan di atas, kami selalu menyertakan solusi di setiap jawabannya. Hal ini bukan tanpa alasan lho.

Dengan menjelaskan solusi di setiap kelemahan yang kamu miliki, kamu akan terlihat sebagai pribadi yang sadar akan pentingnya pengembangan diri. 

ilustrasi respons wawasan kerja yang bagus

Selain itu, kamu juga akan terhindar dari stigma negatif yang bisa jadi muncul ketika kamu menjelaskan tentang kelemahanmu. 

5. Berikan Jawaban yang Relevan dengan Posisi yang Dilamar

Selain memberikan jawaban yang relevan dengan dunia kerja, akan lebih baik lagi jika jawabannya juga relevan dengan posisi yang dilamar. Dengan begitu, tim HR bisa langsung menyambungkan kelebihan dan kelemahanmu dengan kualifikasi posisinya.

Contohnya, jika kamu melamar pekerjaan di posisi manajerial, jelaskan kelebihan-kelebihan yang sesuai dengan posisi tersebut, seperti kemampuan leadership, kemampuan teknis, dan juga pintar memecahkan masalah.

Sudah Siap Menjawab Kelemahan dan Kelebihan saat Interview Kerja?

Nah, apakah sekarang kamu sudah tahu respon yang tepat untuk menjawab kelemahan dan kelebihan saat interview kerja? Jika iya, kamu bisa cek berbagai pertanyaan interview kerja lain yang mungkin akan kamu hadapi nanti.

Oh ya, jika kamu belum mencapai tahap interview, hal penting yang perlu kamu persiapkan adalah CV yang menarik. Tentunya kamu juga harus memasukkan nilai lebih ke dalamnya, contohnya seperti sertifikat kursus persiapan kerja.

Nah, untungnya Bitlabs menyediakan berbagai kelas career acceleration yang dapat membuat CV-mu semakin mentereng. Contohnya seperti kelas data science dan kelas digital marketing!

Tertarik? Yuk klik tombol di bawah untuk kepoin kelasnya:

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

0
brand adalah

Apa itu Brand: Jenis, Karakteristik, dan Elemennya

contoh motivation letter

Contoh Motivation Letter dan Cara Membuatnya [Lengkap!]