Rekomendasi Game Engine Terbaik

11 Rekomendasi Game Engines Terbaik

Sama halnya dengan dunia aplikasi mobile yang berkembang pesat dalam sepuluh tahun terakhir, kompetisi di industri pengembangan game pun tak kalah ketat. Semua orang bisa mempelajari secara otodidak, apalagi tools game engine semakin banyak variasinya.

Apa sih game engines itu? Game engine adalah perangkat lunak yang membantumu menciptakan game dengan lebih mudah. Kok bisa?

Bisa dong! Alih-alih harus belajar coding manual, dengan game engine kamu sudah bisa mengakses fitur input, pencahayaan, grafis, penggabungan elemen, hingga rendering dalam satu paket software.

Nah, yang jadi pertanyaan selanjutnya adalah: apa game engines yang paling oke?

Sebab, kamu harus tahu, pilihannya banyak banget! Alhasil, untuk menjawab pertanyaan itu kamu pun harus bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan tambahan misalnya:

  •         Game macam apa yang ingin kamu buat?
  •         Grafis game-nya 2D atau 3D?
  •         Punya pengalaman pembuatan game sebelumnya?
  •         Apakah komunitas pengguna game engine-nya aktif?

Bingung ya? Tenang saja, artikel ini akan merangkumkan daftar game engines untuk beragam kebutuhan lengkap dengan plus minus-nya.

11 Rekomendasi game engines terbaik

Urutannya berdasarkan abjad ya… Cuss~

1. Amazon Lumberyard

Amazon Lumberyard

Perusahaan yang mengembangkan sayap ke hampir semua lini industri ini pun tak ragu buat ikut masuk ke dunia gaming. Ia merilis Lumberyard: game engine gratis yang terintegrasi secara langsung ke Twitch.

Engine ini punya tujuan agar games yang dibuat asyik buat ditonton dan dimainkan. Dengan kata lain, kualitas visual dan performa merupakan poin kuncinya.

Secara fitur, Lumberyard tidak main-main. Ia menyematkan integrasi cloud, multiplayer deployment internal yang terkoneksi dengan online tools, hingga dukungan mod-friendly.

Terdapat pula akses ke source code C++ jika kamu butuh kontrol penuh terhadap game yang sedang dikembangkan. Lengkap, kan?

Kelebihan:

  •         Fitur lengkap
  •         Integrasi ke fasilitas cloud dan layanan streaming
  •         Dukungan dari Amazon

Kekurangan:

  •         Butuh hardware yang mumpuni agar visual tampil optimal
  •         Butuh internet untuk mengaksesnya

2. Armory

armory game engine

Armory merupakan game engine yang sifatnya open-source dan terintegrasi dengan software animasi 3D Blender. Kamu pasti sudah pernah dengar kan ya?

Tak heran, sebab Blender sangat populer di kalangan pengembang game indie.

Kombo Blender di Armory ini bikin kamu lebih nyaman ketika membuat game. Artinya, kamu nggak perlu lagi repot-repot pindah-pindah antaraplikasi.

Kalau masih ragu dengan kualitasnya, kamu bisa mencoba demo-nya. Terdapat game dengan twin-stick serta game yang memposisikanmu sebagai orang ketiga.

Tambahan, kalau mau pakai Armory, sebaiknya kamu belajar dulu tentang Blender dan berbagai tools-nya yang sering digunakan.

Kelebihan:

  •         Open-source
  •         Komunitas online yang besar dan aktif

Kekurangan:

  •         Butuh pengetahuan awal terkait pemakaian Blender

3. Corona

corona game engine

Corona yang ini bukan virus yang bikin seluruh dunia geger. Justru ia adalah salah satu game engine yang layak kamu coba.

Corona hadir untuk pembuatan games 2D dengan fitur pembuatan prototipe secara kilat dan deployment lintas platform. Poin asyiknya lagi, kamu bisa mengeksplorasinya secara gratis!

Kalau kamu masih pemula, jangan ragu buat berkunjung ke laman komunitasnya yang aktif banget. Ada lebih dari setengah juta developers yang nggak jaim buat berbagi ilmu dan solusi.

Berbeda dengan game engines lainnya, Corona mengkombinasikan engine dengan marketplace. Developer game tak perlu pusing mikirin tentang aspek promosi dan penjualan sehingga bisa lebih fokus dalam berkreasi.

Game engine ini cocok buat pemula dan pengembang yang berfokus pada perangkat mobile.

Kelebihan:

  •         Marketplace dan game engine dalam satu paket
  •         Gratis
  •         Komunitas besar dan aktif

Kekurangan:

  •         Sebagian orang akan menganggapnya ketinggalan zaman karena Corona fokus ke pengembangan game 2D

4. Construct 3

homepage construct 3

Di dunia game engines, Construct ini bisa disebut sebagai yang paling populer. Ini tak lepas dari kemudahan pemakaiannya yang tinggal drag-and-drop.

Dengan pemahaman yang sangat minim sekalipun tentang pemrograman, kamu tetap bisa menggunakan Construct secara lancar. Desainnya intuitif, visualnya cakep, dan instruksinya jelas.

Karena itulah, tidak heran kalau pembuatan games di Construct tidak butuh waktu lama hingga siap diujicobakan.

Produk games dari engine ini paling pas buat perangkat mobile. Meskipun begitu, mereka juga bisa dijalankan di browsers.

Terkait dengan browsers, satu hal yang jadi catatan: Construct 3 berjalan menggunakan HTML5. Jenis HTML ini sangat tergantung pada performa browser yang digunakan. Alhasil, karena kualitas browser itu beda-beda, uji coba lintas platform kadang butuh kesabaran ekstra.

Construct 3 menyediakan versi gratis tanpa batasan waktu tetapi dengan fitur terbatas.

Kelebihan:

  •         Tampilan menarik
  •         Penggunaan drag-and-drop
  •         Cocok untuk games mobile

Kekurangan:

  •         Versi gratis ada pemangkasan fitur
  •         Uji coba HTML5 di browser kadang tidak lancar

5. CryEngine

game engine cryengine

Bagi para pencari engine untuk game 3D, jangan lewatkan CryEngine. Ia cocok untuk membuat game konsol maupun PC.

Di dalamnya ada dukungan VR yang top—lengkap dengan fitur efek visual. Game yang kamu buat akan memiliki grafis mirip foto realis. Gambarannya serupa rilisan Steam-lah.

CryEngine memang sangat ambisius di aspek visual. Detail tingkat tinggi sekaligus karakter yang super realistis jadi andalannya. Untuk menopangnya, ia menyediakan segudang tools yang dapat dimanfaatkan oleh para pengembang.  

Kalau kamu sudah paham cara mengoptimalkan penggunaan tools yang ada, pembuatan game hingga siap digunakan bisa rampung dengan cepat. Apalagi fitur editingnya diatur sedemikian rupa sehingga berjalan efisien.

Kamu boleh menggunakan engine ini secara gratis. Namun, kalau game yang dibuat ingin dijual, ada royalti yang mesti dibayarkan.

Kelebihan:

  •         Tools pembuatan game 3D lengkap
  •         Detail visual bagus

Kekurangan;

  •         Butuh hardware berperforma tinggi
  •         Bukan untuk pemula

6. Defold

defold game engine

Satu lagi engine yang cocok untuk menggarap games 2D: Defold.

Ia dipasarkan sebagai teman para desainer games web dan mobile. Di dalamnya sudah tersemat fitur pengontrol versi rilis serta manajemen tim. Tools 2D-nya pun sudah sangat cukup untuk digunakan hingga menghasilkan games siap coba.

Pengguna pemula tidak perlu khawatir, sebab Defold sudah menyertakan tutorial lengkap di bagian editor. Pokoknya habis install, kamu bisa langsung belajar mulai dari dasar.

Engine yang open-source ini tersedia gratis dan menggunakan bahasa pemrograman Lua.

Kelebihan:

  •         Akses ringan
  •         Tutorial lengkap mulai dari dasar

Kekurangan:

  •         Khusus pembuatan games 2D

7. GameMaker Studio 2

gamemaker studio 2

GameMaker Studio 2 merupakan engine yang pas untuk games lintas platforms—bahkan ia mendukung Nintendo Switch.

Jangan cemas, pengguna pemula tidak akan kesulitan dalam pemakaiannya sebab GameMaker menggunakan variasi visual drag-and-drop.

Meskipun begitu, kalau kamu pengin ngoding langsung, ia pun menyediakan GameMaker Language di mana pengguna dapat melakukan kustomisasi di banyak hal.  

Sayangnya, meskipun mendukung pembuatan games 3D, engine ini lebih berfokus ke games 2D. Alhasil tools untuk visual 3D termasuk sangat terbatas.

Kelebihan:

  •         Cocok untuk pembuatan games lintas platforms
  •         Fitur drag-and-drop
  •         Cocok untuk pemula

Kekurangan:

  •         Fokus ke games 2D

8. Godot

godot game engine

Engine ini sudah dirilis sejak 2014, tetapi baru naik daun beberapa tahun terakhir. Padahal, ia punya segudang fitur yang sangat sayang buat dilewatkan.

Godot dapat kamu gunakan dengan gratis karena sifatnya yang open-source. Artinya, kalau kamu berencana menjual games-mu, tidak perlu lagi membayarkan royalti.

Selain itu, ia mendukung pembuatan games 2D dan 3D. Apa pun kebutuhanmu, Godot kemungkinan besar sudah cukup untuk membantu mewujudkannya. Terlebih komunitas online-nya tergolong sangat aktif.

Satu hal yang perlu dicatat, ia memiliki bahasa sendiri untuk scripting. Namanya GDScript—yang merupakan pengembangan dari Python. Jadi, kamu bakal punya PR untuk setidaknya memahami bagian ini.

Kelebihan:

  •         Cocok untuk games 3D dan 2D
  •         Gratis dan open-source
  •         Komunitas aktif

Kekurangan:

  •         Harus mempelajari GDScript untuk agar penggunaannya optimal

9. Phaser

phaser

Versi terakhir dari Phaser (versi 3) dirilis pada 2018. Ia merupakan salah satu engine terpopuler hingga saat ini. Terutama untuk games yang penggunaannya berbasis mobile dan browser.

Mengapa Phaser terkenal? Sebab teknologi yang digunakan tak jauh beda dengan yang dipakai di pengembangan web. Framework-nya relatif stabil.

Bagian terpenting, ia merupakan engine games 2D. Jadi, kalau kamu adalah pengembang games 3D, jangan gunakan Phaser daripada nanti kecewa.

Kelebihan:

  •         Cocok untuk games mobile dan browser
  •         Sangat stabil

Kekurangan:

  •         Terbatas pada pembuatan games 2D

10. Unity

unity

Meskipun engine yang “bisa semuanya” belum ada, tetapi Unity bisa dibilang sebagai yang paling mendekati itu.

Tools yang tersemat di dalamnya sangat lengkap dan menjawab berbagai kebutuhan para pembuat games.

Tak heran kalau developers dari games lintas platform populer semacam Hearthstone, Rimworld, bahkan Pokemon Go menggunakan Unity dalam pembuatannya.

Komunitas Unity sangat besar, aktif, dan solid. Kamu bisa memperoleh insights baru tanpa batas dan dapat langsung diujicobakan sendiri.

Dengan fitur rendering dan aset yang tersedia di dalam Unity, dalam hitungan hari kamu pasti bisa menghasilkan prototip siap coba.

Satu lagi, kamu bebas menggunakan engine ini secara gratis. Akan tetapi kalau ingin menjualnya, kamu harus membayar persenan royalti berdasarkan skema yang telah diatur oleh pengembangnya.

Kelebihan:

  •         Cocok untuk games 2D dan 3D bervisual detail
  •         Tersedia banyak aset siap pakai
  •         Dukungan penuh untuk pengembangan games mobile

Kekurangan

  •         Ada skema lisensi yang cukup rumit

11. Unreal Engine

unreal engine

Pernah main Fortnite? Developers-nya menggunakan Unreal sebagai engine. Ia sangat cocok untuk menciptakan games berkualitas tinggi.

Kualitas grafis Unreal tidak kalah hebat dibandingkan CryEngine. Bahkan, bisa dibilang Unreal memiliki UI yang lebih rapi dan ramah pengguna.

Bahasa pemrograman di baliknya menggunakan C++. Namun tenang saja, dengan editor internalnya yang disebut Blueprint kamu bisa berkreasi tanpa butuh berbaris-baris coding.

Tutorial penggunaannya melimpah. Kamu pun bisa menggunakan Unreal untuk membuat games 2D, 3D, bahkan VR.

Kelebihan:

  •         Performa bagus
  •         Pilihan tepat untuk pembuatan games VR
  •         Editor internal nyaman untuk pemula

Kekurangan:

  •         Kurang cocok untuk proyek solo
  •         Butuh hardware dengan performa tinggi

Mana game engines pilihanmu?

Akhirnya kamu punya banyak alternatif game engines yang bisa dicoba. Ingat, sesuaikan dengan kebutuhan dan fitur yang diincar, ya.

Selain itu, masing-masing engine juga memiliki tingkat kesulitan yang berbeda. Tidak ada salahnya untuk mendalami tutorial yang tersedia terlebih dahulu agar nantinya pengoperasiannya bebas hambatan.  

Jadi, apa game engines pilihanmu? 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

apa itu data

Apa itu Data? Berikut Pengertian serta Fungsinya!

tipe data pemrograman

Tipe Data Pemrograman yang Wajib Diketahui Programmer