Jadi Front End Developer

10+ Skills Wajib Dimiliki Setiap Front End Developer!

Apakah kamu penasaran dengan yang namanya front end developer dan skills yang dibutuhkan?

Kalau itu yang kamu cari, kamu datang di artikel yang tepat!

Kehadiran front end developer ini penting banget, lho! Mereka ini yang bertanggung jawab atas seluruh tampilan dan tata letak website yang kamu kunjungi.

Mereka harus memastikan agar pengunjung enggak kebingungan dalam mengeksplor dan mengakses website.

Nah, artikel ini akan membedah apa itu front end developer sampai ke skills “wajib punya” supaya berperforma apik. Makin penasaran? Yuk, langsung aja, cusss~

Apa itu front end developer?

Seorang front end developer bertugas untuk mengimplementasikan desain web melalui bahasa pemrograman. Umumnya bahasa yang digunakan adalah HTML, CSS, serta JavaScript.

Front end bekerja layaknya seorang “klien”. Ia harus memposisikan diri sebagai pengunjung agar tahu mana saja bagian website/aplikasi yang wajib dioptimasi sehingga enak dipandang dan nggak bikin bingung. Entah itu masalah navigasi, homepage, halaman artikel, sampai ke tampilan mobile.

Tugas front end developer

Sekarang kamu sudah punya gambaran sekilas tentang kesibukan front end developer. Kalau kamu mau tahu lebih jauh tentang tugas dan tanggung jawabnya, simak daftar berikut ini:

  • Membuat laman web yang user-friendly menggunakan bahasa pemrograman
  • Memelihara dan meningkatkan kualitas website
  • Mengoptimasi agar aplikasi berjalan dengan kecepatan prima
  • Mendesain fitur-fitur berbasis mobile
  • Berkolaborasi dengan back end developers dan desainer web untuk meningkatkan kualitas dan kebermanfaatan website
  • Memperhatikan umpan balik pengguna dan memberikan solusi bagi mereka terkait web (pengguna maupun pelanggan)
  • Menyusun dokumen dan panduan untuk fungsionalitas web
  • Membuat mockup dan prototip web/aplikasi
  • Membantu back end terkait coding dan penyelesaian galat
  • Menjamin grafis berstandar tinggi tapi tetap lancar untuk diakses
  • Harus up to date terhadap perkembangan teknologi

Yap, itulah kurang lebih tugas seorang front end developer. Kelihatannya banyak banget, ya? Tenang, poin-poin di atas biasanya tidak menumpuk di saat bersamaan. Jadi tetap harus tahu mana yang harus diprioritaskan, ya! 

10+ skills wajib front end developer

Untuk menjadi front end developer yang handal, kamu harus menguasai banyak skills terkait front end.

Dengan begitu kamu bisa membangun tampilan utuh, melacak dan memperbaiki bugs visual, serta memastikan agar web/aplikasi tidak tampil acak-acakan ketika diakses di gawai berbeda. Menantang, ya? Tenang, yuk kita cek bareng daftar skills yang dibutuhkan.

1. HTML dan CSS

Seperti sudah disinggung di bagian sebelumnya, front end berkaitan dengan bahasa pemrograman. Oleh karenanya, kamu harus bisa menguasai setidaknya tiga bahasa. Dua di antaranya adalah HTML dan CSS.

Mengapa dua bahasa tersebut dijadikan satu poin? Soalnya HTML (Hyper Text Markup Language) dan CSS (Cascading Style Sheets) merupakan bahasa pemrograman paling dasar untuk membangun website.

Tanpa keduanya, kamu tidak akan bisa mendesain website. Memasukkan gambar ke web pun butuh HTML. Bisa-bisa nanti web-mu hanya dipenuhi oleh kumpulan teks polosan. Mana menarik?

Alhasil, mau tidak mau kalau kamu ingin bekerja di bagian front end, HTML dan CSS harus paham dulu, ya. Jangan panik! Keduanya mudah dipelajari kok. Asal serius, dalam waktu kurang dari sebulan pasti udah lancar jaya.

2. CSS Preprocessors

Sebagai seorang front end developer, CSS Preprocessors penting buat dikuasai. Elemen ini berguna untuk mempercepat coding CSS.

Ia menambahkan fungsionalitas ke CSS sehingga lebih scalable dan gampang diutak-atik. Artinya fitur ini akan memproses kode yang ada sebelum kamu publish ke web. Dengan begitu, format tampilannya menjadi lebih rapi dan ramah diakses di browsers apa pun.

3. JavaScript

Setelah bagian basic-nya kelar dibangun dengan HTML dan CSS, sekarang kamu butuh bahasa pemrograman ketiga: JavaScript (JS) biar website-nya makin canggih. Dengan JavaScript, kamu bisa menambahkan banyak fitur tambahan di web-mu.

Emangnya secanggih apa sih JS itu? Sederhananya, kalau kamu melihat data maupun peta (maps) real-time di web. Itu dibangun pakai JS.

Lainnya? Film/video interaktif, game online, sampai web terkenal macam Pinterest itu pakai banyak elemen JS.

Baca juga: 11+ Jenis Bahasa Pemrograman yang Perlu Kamu Tahu

4. Frameworks dan Query

Biar tidak perlu capek-capek membangun dari awal, ada yang namanya CSS Framework dan JS Frameworks. Mereka menyediakan struktur kode siap pakai sehingga pekerjaanmu berjalan lebih cepat dan efisien.

Ada banyak pilihan frameworks yang bisa kamu pakai sesuai kebutuhan antara lain AngularJS, Backbone, ReactJS, serta Ember untuk JavaScript dan Bootstrap untuk CSS.

Selain itu, query lewat JQuery pun tak kalah pentingnya. Ia merupakan perpustakaan JavaScript yang berisikan koleksi plugins dan extensions untuk mempercepat dan mempermudah pekerjaanmu ngoding.

Dengan JQuery, kamu bisa langsung menyematkan penghitung waktu mundur, autocomplete di kolom pencarian, mengatur dan me-resize layout grid secara otomatis, dan sebagainya.

5. Layanan REST dan API

REST memiliki kepanjangan Representational State Transfer. Gampangnya, ia merupakan arsitektur ringan yang menyederhanakan komunikasi jaringan di web.

Misalnya begini, kamu pingin ngoding aplikasi yang bakal menampilkan media sosialmu (ambil contoh: Facebook) sehingga orang lain bisa dengan mudah klik follow tanpa perlu membuka profile di halaman baru.

Nah, untuk melakukannya, kamu harus “menghubungi” Facebook lewat RESTful API agar dia secara otomatis menampilkan salinan profilmu. Cara ini mirip untuk media sosial lainnya.

Meskipun terdengar rumit, praktiknya tidak ribet kok. Tinggal baca dan ikuti saja guidelines dari masing-masing penyedia layanan yang menyediakan API.

6. Desain mobile yang responsif

Penetrasi internet di Indonesia sudah mencapai 196,7 juta orang atau 73,7% hingga di kuartal kedua 2020. Lebih mencengangkan lagi, 95,4% aksesnya ternyata dari perangkat mobile!

Artinya apa? Artinya: kalau masih ada developer yang mengabaikan desain mobile yang responsif dia jelas-jelas akan rugi bandar!

Otomatis, sebagai front end developers, kamu harus memprioritaskan hal ini. Pastikan layout, fungsionalitas, dan tata letak konten sudah mobile friendly.

Untuk mewujudkannya, kamu bisa membuat tampilan antara versi desktop dan mobile tampak mirip dengan kemampuan menyesuaikan ukuran layar. Atau, kamu dapat membuat keduanya tampil berbeda tetapi dengan tetap mempertahankan karakteristik utama brand.

Contoh paling mudah adalah dengan melihat tampilan layanan e-banking dan m-banking suatu bank. Biasanya kedua versi itu akan tampak berbeda meskipun punya fungsi sama.  

contoh mandiri front end banking
Contoh front end mbanking dan ebanking Bank Mandiri

7. Pengembangan lintas browser

Pernah nggak kamu nemuin website yang tampil oke ketika dibuka lewat Chrome tapi malah acak-acakan ketika diakses di Opera?

Jangan sepelekan hal ini, front end developer sebaiknya memahami karakteristik masing-masing browser sehingga website tetap bisa tampil prima waktu di akses di sembarang peramban.

Skill ini makin dibutuhkan apalagi semakin ke sini variasi browser makin banyak. Baik untuk versi desktop maupun mobile.

8. Content Management System

Rasa-rasanya nggak ada website yang absen dari elemen content management system (CMS). Kalau membuat website, kamu pun punya pilihan mau memakai CMS apa.

Paling umum sih WordPress (yang dipakai oleh 60% total website di dunia), ada juga Drupal, Joomla, bahkan platform e-commerce.

CMS memudahkanmu untuk membangun website dengan sangat cepat dan efisien. Misalnya di WordPress, tidak sedikit fitur yang tinggal drag and drop, belum lagi plugins yang jumlahnya ribuan. Kalau butuh untuk mengedit kodenya pun kamu bisa melakukannya dalam waktu relatif singkat.  

9. Testing dan debugging

Namanya juga developer, pasti butuh untuk menguasai testing dan debugging. Sebelum mem-publish web/aplikasi, pastikan tidak ada bug di bagian front end.

Umumnya kamu akan melakukan unit testing untuk menguji blok source code. Kamu dapat melakukan hal ini dengan bantuan unit testing frameworks yang punya metode serta struktur masing-masing (tergantung bahasa pemrograman yang dipakai).

Testing lainnya yang umum dilakukan adalah UI testing. Tes ini untuk memastikan bahwa website “berperilaku” sesuai dengan tujuan awal. 

Misalnya ketika pengguna lupa mengisi satu kolom formulir maka seharusnya kotak error akan muncul dan mengingatkan mereka agar melengkapinya.

10. Version Control System dan Git

Version Control System (VCS) memungkinkanmu untuk melacak perubahan-perubahan yang dilakukan dalam kode yang dibuat. Dengan sistem ini, kamu juga bisa dengan mudah mengembalikan kode ke versi sebelumnya jika dirasa lebih pas/bebas bugs.

Sedangkan Git merupakan VCS yang paling umum digunakan. Dengan menguasainya, kamu bisa menggarap pekerjaan development dari mana saja. Ssst, Git ini meskipun umum digunakan, tetapi ternyata masih kurang populer, lho!

11. Kemampuan menyelesaikan masalah

Namanya juga developer, kamu pun harus mampu menyelesaikan kendala yang ditemui di tengah jalan.

Sebagai front end, ada banyak lingkup untuk ini. Mulai dari bagaimana metode terbaik untuk implementasi desain, mengatasi bugs, hingga mengotak-atik kode front end sehingga bisa bekerja dengan baik ketika digabungkan dengan kode back end. 

Banyak kan yang bisa “diselesaikan”?

Siap menjadi front end developer?

Setelah tahu skills apa saja yang dibutuhkan untuk menjadi front end developer di atas, gimana nih perasaanmu? Makin semangat? Wah, artinya sekarang kamu harus mulai nih menyisihkan waktu, tenaga, dan pikiran untuk terus mengasah keahlian front end.

Kalau masih bingung harus memulai dari mana, kamu bisa mengikuti kelas online tentang bidang ini dari Bitlabs! Mantap, kan?

Selamat belajar! 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

rad adalah

Apa itu RAD? Mengenal Salah Satu Metode Pengembangan Aplikasi

belajar bahasa pemrograman dasar untuk pemula

Belajar Bahasa Pemrograman Dasar Untuk Pemula