Etika Profesi: Prinsip untuk Jadi Pekerja yang Etis dan Profesional

Untuk bisa sukses, suatu bisnis tidak hanya harus memastikan bahwa para pekerjanya produktif, tapi juga mampu bekerja sama dan berperilaku dengan baik. Itulah mengapa etika profesi itu penting.

Jika para pekerja di bisnismu punya etika profesi yang baik, mereka akan bisa bekerja secara lebih efektif dan profesional. Hal ini jelas akan berdampak positif pada bisnismu ke depannya.

Tapi, sebetulnya etika profesi itu apa sih? Dan bagaimana cara menerapkannya di bisnis? Artikel ini akan menjelaskannya secara lengkap. Yuk disimak!

Pengertian Etika Profesi

Etika profesi adalah sekumpulan prinsip yang dapat membimbing seseorang dalam berperilaku di tempat kerja. Tentunya prinsip-prinsip ini mengarahkan pekerja agar bisa bertindak lebih etis dan profesional.

Setiap tempat kerja biasanya punya kebijakan yang bervariasi terkait etika profesi. Karena, prinsip yang digunakan biasanya dipengaruhi oleh kultur dari masing-masing tempat kerja.

Contohnya, etika profesi di perusahaan digital dan perusahaan tradisional pasti berbeda. Karena, perusahaan digital cenderung lebih bebas dan fleksibel. Sedangkan perusahaan tradisional lebih teratur dan terstruktur.

ilustrasi mengetik di laptop

Penerapan prinsip-prinsip etika profesi juga mesti diterapkan dan diawasi secara berkala oleh bisnis. Sehingga, atmosfer yang nyaman dan harmonis bisa tercipta di antara pekerja.

Nah, apakah manfaat etika profesi hanya sebatas untuk menciptakan lingkungan kerja yang nyaman? Tentu saja tidak. 

Masih banyak manfaat lain yang bisa kamu dapatkan jika para pekerja mampu menerapkan etika profesi yang baik.

Apa Saja Manfaat Etika Profesi?

Berikut adalah lima manfaat yang umumnya didapatkan oleh bisnis yang mampu menerapkan etika profesi yang baik di lingkungan kerjanya:

1. Meningkatkan Produktivitas

Jika para pekerjamu mampu menerapkan prinsip-prinsip etika profesi dengan baik, mereka akan tahu nilai dari pekerjaan yang mereka lakukan.

Sehingga, mereka bisa bertanggung jawab dengan baik di pekerjaan mereka. Dan mereka juga akan berusaha sebisa mungkin untuk mencapai target yang mereka miliki.

Tentunya hal ini bukan semata-mata karena kewajiban, tapi karena mereka mampu menikmati pekerjaannya.

2. Memperbaiki Kerjasama antar Pekerja

Dengan mengimplementasikan prinsip-prinsip etika profesi, para pekerja juga akan paham pentingnya bekerja sama dengan baik. 

Dengan begitu, mereka dapat saling membantu dan menyelesaikan tugasnya secara efisien.

Selain itu, kerja sama yang baik juga dapat menciptakan hubungan yang sehat antar pekerja. Jadi, bisnismu bisa terhindar dari konflik-konflik yang tidak diinginkan di dalam lingkungan internal.

3. Memberikan Dampak Positif terhadap Citra Brand

Bayangkan seluruh pekerjamu mampu mengerjakan tugasnya dengan baik, tentu para pelangganmu akan merasakan dampaknya juga, kan?

Mereka akan mengenal bisnismu sebagai bisnis yang mampu mengelola sumber daya manusianya dengan baik. Sehingga, tidak hanya produknya saja yang memuaskan, tapi pelayanannya juga.

4. Mengurangi Risiko Masalah di Lingkungan Kerja

Ada begitu banyak masalah yang berpotensi muncul di lingkungan kerja, mulai dari persaingan antar teman kerja, hingga politik kantor.

Oleh karena itu, dengan memastikan bahwa setiap pekerja mampu menerapkan etika profesi dengan baik, kamu dapat mencegah berbagai potensi masalah yang sewaktu-waktu bisa saja muncul di tempat kerja.

5. Membantu Manajer dalam Membuat Keputusan Bisnis

Para pekerja yang memiliki etika profesi yang bagus pasti paham bahwa mereka punya andil besar dalam membantu bisnis meraih tujuannya.

Nah, pemahaman seperti ini dapat mendorong para pekerja untuk berinisiatif dalam memberikan masukan-masukan penting yang bisa menjadi wawasan bermanfaat bagi manajer.

ilustrasi peran etika profesi dalam membantu manajer membuat keputusan

Wawasan ini kemudian dapat membantu manajer untuk membuat keputusan bisnis yang lebih baik. Karena, input dari para pekerja bisa memberikan sudut pandang baru yang belum pernah terpikirkan sebelumnya.

Baca juga: 17+ Serba-Serbi Dunia Kerja yang Wajib Kamu Ketahui [Terlengkap]

7 Prinsip Etika Profesi yang Wajib Diterapkan

Oke, sekarang kamu pasti penasaran kan apa saja prinsip etika profesi yang perlu kamu ketahui? Tanpa perlu berlama-lama, berikut daftarnya:

1. Prinsip Kepatuhan

Bisa dibilang, ini adalah prinsip etika profesi yang paling mendasar. Karena, jika para pekerja tidak patuh dengan aturan-aturan yang ditetapkan oleh bisnis, tentu bisnisnya tak akan mampu untuk beroperasi dengan baik.

Walau begitu, bisnis sebaiknya tidak hanya bergantung pada kepatuhan pekerja saja. Tapi, aturan yang perlu dipatuhi juga harus bisa mengakomodasi kebutuhan para pekerja.

Dengan begitu, bukan hanya kepentingan bisnis saja yang terpenuhi, tapi juga tingkat kepuasan pekerja.

2. Prinsip Tanggung Jawab

Seorang pekerja yang memiliki prinsip tanggung jawab dapat menyelesaikan semua tugas yang menjadi kewajibannya.

Dengan menerapkan prinsip ini, manajer tak perlu mengawasi pekerja setiap saat. Karena, mereka mampu untuk selalu disiplin dan amanah dengan tugas yang mereka emban.

Umumnya, prinsip tanggung jawab ini muncul karena pekerja sadar bahwa dirinya punya peran yang penting di dalam pekerjaannya. Sehingga, mereka merasa punya tanggung jawab untuk berpartisipasi dalam mengembangkan tempat kerjanya.

3. Prinsip Kejujuran

Kejujuran adalah elemen penting dalam suatu bisnis. Karena, seorang manajer harus jujur kepada para pekerjanya, begitu pula sebaliknya.

Jika seluruh pihak di dalam bisnis mampu berkomunikasi secara transparan, bisnis akan terhindar dari berbagai masalah yang berakar dari miskomunikasi.

Nah, penerapan prinsip kejujuran bisa dimulai dengan berani menyampaikan feedback apapun secara terbuka. Sehingga, semua pihak akan terbiasa untuk menerima masukan secara objektif.

4. Prinsip Integritas

Integritas adalah kemampuan seseorang untuk berperilaku positif tanpa dorongan eksternal sama sekali. Jadi, motivasi satu-satunya hanyalah kesadaran diri dan moralitas.

Jika para pekerjamu memiliki integritas yang baik, mereka pasti punya berbagai inisiatif yang tujuannya tidak hanya untuk mengembangkan diri mereka secara personal, tapi juga profesional.

Beberapa contoh penerapan integritas seperti membangun kebiasaan untuk datang tepat waktu di kantor, atau mempelajari skill baru karena kemauan sendiri.

discord digital marketing bitlabs

5. Prinsip Keadilan

Salah satu masalah yang kerap ditemukan di lingkungan kerja adalah ketidakadilan. Contohnya seperti penyalahgunaan hak istimewa yang dimiliki oleh atasan, atau perlakuan yang berbeda di antara pekerja.

Hal-hal seperti ini dapat menimbulkan konflik internal yang cukup intens. Oleh karena itu, ada baiknya seluruh pihak yang ada di dalam bisnis diperlakukan secara adil.

Contohnya, tidak boleh ada pengecualian dalam pemberlakuan aturan. Baik itu untuk pekerja, manajer, atau bahkan CEO. Semuanya harus mematuhi aturan yang sama.

6. Prinsip Kepercayaan

Pekerja yang menerapkan prinsip ini akan berusaha sebisa mungkin agar bisa dipercaya. Baik oleh rekan kerja, manajer, hingga konsumennya.

Kepercayaan bisa dipupuk dengan memastikan bahwa setiap perkataan dan tindakan yang dilakukan bisa dipertanggungjawabkan. 

Penerapan prinsip ini sebetulnya cukup simpel, seperti datang tepat waktu saat meeting, memenuhi target deadline, atau menepati ekspektasi konsumen sesuai yang dijanjikan saat promosi.

7. Prinsip Respek

Respek, atau rasa hormat sangat dibutuhkan dalam suatu bisnis. Karena, dengan prinsip ini, semua orang dapat merasa aman untuk menyuarakan ide dan opininya secara terbuka.

Contohnya, jika seorang manajer mampu menunjukkan respek kepada para pekerjanya, tentu para pekerja tidak akan ragu untuk menyampaikan feedback yang berguna untuk bisnis.

Respek juga bisa ditujukan kepada konsumen. Caranya dengan mendengarkan komplain atau masukan dari mereka. Dengan begitu, ada dua hal yang akan kamu dapatkan: feedback yang bermanfaat dan respek dari konsumen.

Baca juga: 11+ Rekomendasi Buku untuk Fresh Graduate

Bagaimana Etika yang Tepat di Lingkungan Kerja Digital?

Sejak masa pandemi, banyak bisnis yang mulai beralih ke lingkungan kerja digital. Semua orang, mulai dari pekerja, manajer, hingga konsumen mesti berinteraksi via online.

ilustrasi pekerja di perusahaan digital yang sedang menerapkan etika profesi

Lalu, apakah penerapan etika profesi di lingkungan kerja digital berbeda dengan tatap muka? Sebetulnya tidak. Pada prinsipnya, prinsip etika profesi tetaplah sama.

Kamu masih harus menerapkan prinsip kepatuhan, kejujuran, kepercayaan, dan prinsip etika profesi lainnya. Bedanya, sekarang kamu melakukannya secara jarak jauh.

Untuk mempermudah pemahaman, berikut adalah beberapa contoh penerapan prinsip etika profesi dalam konteks lingkungan kerja digital:

1. Prinsip Kepatuhan di Lingkungan Kerja Digital

Walau pekerja mengerjakan tugasnya dari rumah, bukan berarti mereka bisa mengabaikan berbagai aturan yang diterapkan bisnis selama di kantor.

Contohnya, misalkan bisnis mensyaratkan pekerja untuk berpenampilan sopan ketika menghubungi calon konsumen atau klien.

Apakah ketika pekerja mulai bekerja dari rumah, aturan tersebut bisa diabaikan? Tentu saja tidak. Pekerja tetap harus mempresentasikan dirinya dengan baik walaupun latarnya saat meeting adalah kamar kerja.

Begitu pula dengan aturan lainnya yang diterapkan saat pekerja masih bekerja di kantor. Selama tujuannya adalah untuk meningkatkan produktivitas dan profesionalisme, aturannya harus tetap diterapkan.

2. Prinsip Tanggung Jawab di Lingkungan Kerja Digital

Salah satu masalah yang kerap muncul saat pekerja mulai bekerja dari rumah adalah kurangnya rasa tanggung jawab untuk mengerjakan tugas.

Biasanya penyebabnya bisa berbagai macam. Mulai dari masalah personal, distraksi, hingga motivasi. Alhasil, pekerjaannya jadi tidak selesai tepat waktu.

Oleh karena itu, tiap pekerja tetap harus bisa menerapkan prinsip tanggung jawab saat bekerja secara digital. Contohnya, mereka bisa saja menetapkan deadline dan menampilkan progress pekerjaannya secara terbuka di channel grup.

Dengan begitu, masalah produktivitas saat bekerja secara digital bisa dicegah.

3. Prinsip Kepercayaan di Lingkungan Kerja Digital

Prinsip kepercayaan juga perlu diterapkan di lingkungan kerja digital, khususnya bagi para manajer atau team leader.

Karena, biasanya para manajer kurang mempercayai para pekerjanya ketika bekerja secara jarak jauh. Jadi, fleksibilitas pekerja jadi berkurang karena manajer melakukan pengawasan secara berlebihan.

Bahkan, di kasus-kasus tertentu, ada manajer yang sampai melakukan micromanaging, sehingga tidak ada pekerja yang bisa mengambil keputusan sendiri. Ini tentu bukan merupakan contoh etika profesi yang baik.

Oleh karena itu, kamu harus memastikan bahwa prinsip kepercayaan diterapkan oleh semua pihak, terutama saat semuanya bekerja secara remote.

Yuk Terapkan Prinsip Etika Profesi di Lingkungan Kerjamu!

Oke, sekarang kamu sudah tahu apa itu etika profesi, serta berbagai prinsip etika profesi yang mesti kamu terapkan di tempat kerja.

Sekarang yang perlu kamu lakukan adalah memastikan bahwa setiap prinsipnya tidak hanya sekadar diketahui saja, tapi juga dijadikan pedoman oleh semua pihak yang ada di dalam bisnis.

Terlebih lagi bisnismu sedang beralih ke lingkungan kerja digital. Pastikan bahwa setiap prinsip etika profesi tetap bisa diterapkan walaupun semua pekerja terpisah oleh jarak. Sehingga, hal ini dapat mencegah masalah terkait produktivitas dan miskomunikasi.

Ingin mendapat info-info terbaru tentang digital marketing, ilmu data, dan dunia kerja? Yuk cek artikel lainnya di blog Bitlabs!

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Loading…

0

Apa itu Copywriting? Belajar Teknik Copywriting & Menyelami Contohnya

pengertian strategi pemasaran

Strategi Pemasaran: Cara Ampuh Meraih Tujuan Bisnis Lewat Marketing