Apa itu Copywriting? Belajar Teknik Copywriting & Menyelami Contohnya

Copywriting dibutuhkan oleh semua bisnis. Mau itu yang berskala individu, startup, bahkan perusahaan-perusahaan bertaraf global. Mengapa? Karena semuanya butuh untuk melakukan komunikasi dengan audiens targetnya. 

Copy yang baik dapat mendorong kesuksesan penjualan dan mengangkat citra brand. Akan tetapi, berlaku pula sebaliknya. Jika copy-nya ternyata dianggap buruk, bisnisnya pun bisa kelihatan tidak menarik. 

Menariknya, semua orang bisa mempelajari copywriting dan langsung mempraktikkannya. Kamu tidak perlu gelar khusus untuk terjun ke bidang ini. 

Nah, kalau kamu tertarik untuk mencari tahu tentang copywriting lebih lanjut, lengkap dengan pembahasan tentang teknik copywriting dan contoh contoh copywriting, ini adalah artikel yang pas. Simak sampai tuntas, ya!

Apa Itu Copywriting?

Copywriting adalah bagian dari seni menulis. Lebih spesifik, “seni”-nya ini ditujukan untuk bidang pemasaran. Jadi ia diramu sedemikian rupa untuk menjual apa pun sekaligus membangun citra brand. 

Tujuan utama dari copywriting adalah untuk mensugesti orang agar mengambil tindakan tertentu. Misalnya mengajak mereka untuk membeli suatu produk, mendaftarkan diri, menjajal kuis, dan berbagai jenis konversi pemasaran lainnya.

Copywriting bisa hadir dalam berbagai bentuk. Mulai dari iklan, laman web, brosur, artikel blog, konten media sosial, bahkan tagline perusahaan. Semuanya itu termasuk dalam kategori copywriting.

Meskipun tampaknya ia hanya berupa larik kata, copywriting tidak bisa asal buat. Ia sebaiknya punya cara penyampaian yang unik tetapi masih mencerminkan citra brand yang diangkat. Dengan begitu, audiens pun tertarik untuk mencari tahu lebih lanjut, meresponsnya, maupun membagikan ulang kepada orang lain. 

Singkat kata, copywriting sebenarnya tidak murni jualan produk. Ia lebih condong menjual emosi yang nantinya diharapkan akan menciptakan lifestyle. 

7+ Jenis-Jenis Copywriting

Seperti sudah disinggung sebelumnya, copywriting ini dibutuhkan oleh semua bisnis. Tak heran, jenisnya pun ada beragam, tergantung dengan peruntukannya. Berikut ini adalah jenis-jenis copywriting yang umum ditemui.

1. Copywriting SEO 

Ini adalah copywriting yang melibatkan dunia penulisan konten artikel di website. Selain bertujuan untuk menarik perhatian pengunjung, ia juga bertugas agar ranking di hasil pencarian (SERP)-nya tinggi. Output-nya adalah website yang kamu punya jadi ramai dikunjungi oleh pengunjung organik. 

SEO ini sangat umum ditemui, sebab tiap bisnis biasanya juga sudah memiliki website-nya sendiri-sendiri. Tentu saja mereka berharap agar eksistensinya di dunia maya bisa topcer lewat website itu. 

Untuk menjadi copywriter SEO, hal pertama yang mesti kamu lakukan adalah melakukan riset kata kunci yang tepat. Hal ini bisa dilakukan dengan memanfaatkan tool seperti Google Keyword Planner, Semrush, atau Ahrefs. Pelajari pula konten milik kompetitor. 

Berikutnya, tulis kontennya sesuai dengan kaidah SEO. Untuk mempermudah, manfaatkan plugin semacam Yoast SEO di website (berbasis WordPress) dan perhatikan checklists-nya. 

2. Copywriting website

Kesannya sih jenis ini mirip dengan SEO. Padahal, copywriting website berfokus pada presentasi website-nya. Jadi bukan pada artikel yang diposting. Peletakannya biasanya ada di beranda, landing page, halaman kategori, dan sebagainya. 

Buat bisnis, copywriting ini sangatlah penting. Sebab, jika copy-nya buruk, ia tidak hanya bikin bingung pengunjung. Tetapi, juga mempercepat mereka untuk menutup laman web. 

Pastikan copy yang ditampilkan singkat, jelas, dan menarik. Jadi, ketika pengunjung membuka website, company profile misalnya, mereka bisa menangkap informasi dengan baik tanpa perlu membaca banyak-banyak. 

3. Copywriting produk

Semua copywriting bersifat promosi, tetapi jenis copywriting yang ini secara khusus ditujukan untuk menjual produk yang kamu ingin tawarkan. Biasanya, copy jenis ini akan mencakup headline produk, kelebihannya, serta deskripsi singkat. 

Cara terbaik untuk menggarap copywriting produk adalah dengan memposisikan diri sebagai calon pembeli. Artinya, kamu harus tahu apa yang mereka inginkan, permasalahan apa yang dihadapi, dan bagaimana produk yang akan kamu tawarkan ini bisa menjawab itu semua. 

4. Copywriting media sosial

Definisi untuk jenis copywriting ini agak sulit dijabarkan. Mengapa? Karena masing-masing media sosial punya dinamika dan karakteristik yang berbeda. Apalagi, akun pribadi dan bisnis bisa eksis secara berdampingan di sini. 

Sederhananya, ini adalah copy yang diunggah di media sosial dengan tujuan agar brand-mu punya muka di ekosistem itu. Targetnya adalah memancing massa dan menciptakan perbincangan yang akan menaikkan citra brand. 

Kamu harus mempelajari tentang karakteristik masing-masing media sosial sekaligus perilaku penggunanya terlebih dahulu. Copy buat Facebook belum tentu cocok untuk Twitter apalagi TikTok. Dengan begitu, tahap penggarapannya bisa lebih terarah dan tepat sasaran ketika diposting. 

Baca juga: 7 Cara Mendapatkan Uang dari TikTok untuk Pemula

5. Copywriting B2B

Copywriting ini cocok untuk kamu yang menjalankan model usaha bisnis ke bisnis (B2B). Sasaranmu adalah perusahaan lain agar mereka mau membeli apa yang ditawarkan. Alhasil, gunakan bahasa level perusahaan (profesional) tentang bagaimana produk/jasamu bisa menyelesaikan masalah bisnis mereka. 

Copywriting B2B ini cukup menantang karena sasarannya bukan satu individu. Ia memiliki alur sendiri hingga nantinya deal tercapai. Oleh karena itu, buatlah copy yang persuasif dan meyakinkan untuk akhirnya berujung pada tindakan–negosiasi maupun transaksi. 

6. Copywriting B2C

Kalau sebelumnya adalah bisnis ke bisnis, sekarang pindah ke bisnis ke pelanggan (B2C). Ini merupakan copy dari perusahaan yang menjual produk/layanannya ke konsumen secara langsung. Untuk mempermudah, bayangkan toko online yang menjual elektronik dan perlengkapannya. 

Sama halnya dengan B2B, tujuan copywriting B2C adalah untuk mendorong tindakan–biasanya agar orang-orang melakukan pembelian. Secara perputaran transaksi, B2C lebih cepat dari B2B sebab konsumen lebih cepat melakukan pembelian. Keputusannya ada di satu orang. 

7. Copywriting respons cepat

Copywriting respons cepat ini memiliki tipe persuasif yang mengandung urgensi. Targetnya diminta supaya buru-buru melakukan tindakan setelah mereka selesai membaca copy-nya. 

Misalnya, ketika membuka sebuah website, ada bagian khusus tentang newsletter yang memintamu untuk menginput nama dan email segera biar dapat e-book gratis. 

Tak heran, kata-kata yang terkesan “mendesak” sering ditemukan di sini. Misalnya “sekarang”, “hari ini”, “24 jam saja”, dan sebagainya. 

8. Copywriting iklan

iklan burgerking copywriting

Copywriting iklan adalah salah satu yang paling sering kamu temui. Di koran, majalah, billboard, radio, bahkan media sosial pun tak luput dari ini. Wujud iklannya pun beragam, mulai dari yang murni teks, suara, hingga video. Lengkap!

Karena ini iklan, jelas modal utama copywriting jenis ini adalah harus bisa menarik perhatian. Syukur-syukur bisa memancing diskusi dan jadi viral. Umumnya copy iklan disampaikan secara ringkas dan cepat, akan tetapi, dengan jam terbang tinggi dan kemampuan mumpuni, iklan panjang pun tidak kalah berkesan.  

15 Teknik Copywriting Jitu 

Terapkan teknik-teknik copywriting berikut ini agar copy yang kamu buat bisa efektif dan berkesan!

1. Gunakan storytelling

Copywriting berwujud storytelling bisa lebih mudah diingat audiens. Dengan cara ini, copy yang ada dapat memberi gambaran tentang produk/layanan yang kamu tawarkan dan bagaimana itu bisa menyelesaikan masalah mereka dengan lebih personal. Mereka pun jadi tidak segan untuk melakukan pembelian karena merasa ada hubungan emosional yang terbangun. 

2. Pahami audiens

Ingat, copywriting ini mayoritas targetnya adalah orang beneran. Jadi, kamu mesti “mengenal” audiensnya. Dengan begitu, kamu nantinya bisa menyesuaikan gaya penulisan hingga cara penyampaiannya agar mampu menarik perhatian mereka. Anggaplah kamu sedang berbicara dengan teman sendiri. 

Baca juga: Buyer Persona, Si Senjata Ampuh untuk Strategi Pemasaran

3. Bawa positive vibes

Memang tidak salah untuk menggunakan modal negatif dalam copywriting. Misalnya dengan menyindir brand lain atau marah-marah pada isu terkini. Namun, kalau tidak hati-hati, hal ini biasanya malah bisa jadi blunder. Amannya, tebarkan positive vibes saja! 

Gunakan nada dan gaya bicara yang aktif dan inspiratif. Ya karena di sini kan kamu ingin menunjukkan bahwa produk/layananmu bisa menjadi jalan keluar dari masalah yang mereka hadapi. 

4. Jangan takut melakukan pengulangan

Sudah terbukti bahwa otak manusia itu akan lebih mudah menyerap informasi kalau diberi paparan berulang kali. Nah, kamu bisa menerapkan ini dalam copy yang kamu buat. Contohnya adalah yang dilakukan oleh Mastin di produk ekstrak kulit manggisnya yang sempat ngetren beberapa tahun silam. 

Akan tetapi ingat, jangan asal-asalan melakukan pengulangan slogan. Dengan informasi yang sama, sebaiknya kamu melakukan modifikasi agar masing-masing tampak berbeda–meskipun maknanya sama. 

5. Gunakan fakta dan statistik

iklan statistik copywriting

Penyelipan fakta dan statistik bisa sangat membantu copy yang kamu buat. Audiens akan menganggap bahwa teksmu bukan bualan belaka, melainkan punya dasar kredibilitas yang bagus. 

Fakta dan statistik cocok untuk dimasukkan ke copy sebab umumnya mereka bisa dikutip sebagai informasi singkat, meyakinkan, dan mudah dicerna. 

6. Jangan abaikan struktur

Copywriting yang baik adalah yang mudah dibaca. Itulah mengapa struktur penulisan penting untuk diperhatikan. Pembaca harus dapat mencerna intisari penting secara sekilas. Gunakan poin-poin dan subjudul untuk menyoroti informasi penting sehingga bisa membantu pembaca dalam menemukan informasi yang mereka inginkan.

7. Hindari paragraf panjang

Di era internet ini, netizen lebih mudah membaca paragraf pendek. Jadi, batasi saja agar per paragraf maksimal terdiri dari 3-4 kalimat. Hal ini akan membantumu pula untuk memiliki struktur yang enak dibaca dan ringkas. 

8. Hindari bahasa yang tinggi

Ini copywriting, bukan jurnal ilmiah. Pastikan pembaca tahu makna kata yang tertera tanpa perlu buka kamus. Gunakan kata-kata yang umum saja. Hal ini akan turut membantumu agar copy yang dibuat bisa menjangkau audiens yang lebih luas. 

9. Jual benefit atau manfaat

Di sini kamu memang bermaksud menjual produk/layanan yang dipunyai. Akan tetapi, beri juga alasan “mengapa?”. 

Berikan rincian tentang benefit apa saja yang audiensmu bisa dapatkan. Ingat, konsumen umumnya bakal lebih tertarik kalau apa yang ditawarkan ke mereka punya kesan menguntungkan dan manfaat lebih. 

10. Jangan takut untuk membuat copy panjang

Kebanyakan copywriter lebih suka membuat copy pendek dan terkesan catchy. Padahal, copy panjang pun tak kalah bagusnya kalau diracik dengan baik. Ini juga bisa digunakan untuk melatih sudah sebaik apa kemampuanmu. 

Ketika membuat copy panjang, pastikan kamu bisa menjaga ritmenya dari awal hingga akhir. Mengapa? Kembali lagi, ini nantinya akan dikonsumsi oleh publik, jangan bikin mereka bosan di tengah-tengah jalan. 

11. Manfatkan kata-kata ajaib

Gunakan kata-kata ajaib seperti “terbukti”, “sekarang”, “gratis”, dan “terbatas” untuk meningkatkan potensi konversi. Kata-kata tersebut bisa disebut ajaib sebab mereka dapat menciptakan rasa urgensi maupun eksklusif. Audiens pun jadi tertarik dan mungkin melakukan tindakan. 

12. Bagikan ulasan dan testimoni

Ulasan dan testimoni terhadap produk atau layanan tertentu dapat berfungsi sebagai bukti bahwa apa yang kamu jual memang layak dipertimbangkan. Apa pun industrinya, pelanggan lebih cenderung membeli ketika mereka mendapat respons positif dari orang lain yang telah mencobanya lebih dulu. 

13. Beri penawaran

Kalau copy tidak menarik dalam sekali baca, audiens bisa langsung berpaling. Untuk mengatasi itu, sisipkan penawaran-penawaran khusus di sepanjang konten. Misalnya dengan membaca sampai pertengahan kamu bisa memperoleh ebook gratis; dan jika menuntaskan sampai akhir kamu dapat mengisi kuis berhadiah undian voucher gratis kelas intensif coding. 

14. Beri dampak emosional

iklan apple privacy copywriting

Jika kamu ingin audiens mengambil tindakan—baik itu mengklik, mengunduh, atau membeli—kamu harus membuat mereka merasakan sesuatu terlebih dahulu. Orang membuat keputusan berdasarkan emosi. 

Berikan narasi awal yang dekat dengan mereka, misalnya dimulai dengan cerita tentang penyelamatan hewan peliharaan dan relasinya dengan produk salep hewan yang kamu produksi. Orang yang punya masalah sama akan merasa relate dengan itu dan akhirnya mau bertindak. 

15. Fokus pada headline

Entah kamu mau menulis copy panjang ataupun pendek, headline wajib dibuat sememikat mungkin. Tahu sendiri, netizen sekarang ini umumnya cuma hobi baca judul. Kalau dianggap tidak menarik di awal, mereka akan mengabaikannya begitu saja. 

5 Contoh Headline Copywriting

Melanjutkan poin terakhir dari pembahasan sebelum ini, headline merupakan komponen terpenting dalam copywriting. Berikut adalah lima contoh headline yang paling sering kita temui. 

1. Direct headline

Ini adalah jenis headline yang langsung menembak ke inti ide utamanya. 

Contohnya: 3 Langkah Mudah Menulis Copywriting

2. News headline

Headline ini tidak melulu soal berita. Asalkan copy-nya mengarah kepada kebaruan, ia bisa masuk ke dalamnya. Biasanya, akan ada kata-kata khusus seperti “baru”, “sekarang”, “akhirnya”, “memperkenalkan”, dan seterusnya. 

Contohnya: Sekarang adalah saat terbaik untuk beralih ke tayangan TV digital!

3. How-To headline

Tipe headline tutorial ini tergolong yang efektif dalam mengambil perhatian audiens. Mengapa? Sebab mereka biasanya memang sedang mencari tahu sesuatu, dan headline ini menjanjikan solusi masalahnya.

Contohnya: Insomnia? Inilah cara langsung tertidur lelap dalam 30 menit!

4. Question headline

Setiap orang selalu punya pertanyaan di benak masing-masing, headline berbentuk pertanyaan ini bisa men-trigger itu sehingga tampil lebih menonjol. 

Contohnya: Apa tablet terbaik untuk kasir resto? 

5. Command headline

Jenis ini akan menekankan adanya aspek urgensi. Di sini seolah-olah audiens harus langsung bertindak jika tidak ingin ketinggalan. Sederhananya, ia memanfaatkan praktik FOMO.

Contohnya: Kontak agen properti kami sekarang! Senin harga naik!

Cara Menulis Copywriting Berkualitas

Langkah-langkah copywriting dapat disederhanakan ke dalam tiga urutan: persiapan, penulisan, evaluasi. Bagian ini akan membeberkan ketiganya dengan lebih detail. Simak baik-baik, ya!

1. Persiapan

Sebelum bisa menulis copy yang berkualitas, tentu saja kamu harus memiliki informasi sebanyak-banyaknya tentang produk/layanan yang akan diangkat. Informasi ini dapat kamu peroleh dari observasi dokumen, peninjauan lapangan, maupun wawancara. Makin lengkap, makin mantap!

Daftar berikut ini dapat kamu jadikan sebagai acuan pengumpulan data:

Item Pertanyaan
Deskripsi Secara singkat, apa produk/layanan yang ingin dijual?
Fitur Apa saja spesifikasi terpenting dari produk/layanan ini?
Tujuan dan manfaat Apa manfaat atau kegunaan produk/layanan ini bagi konsumen? Masalah apa yang diselesaikan? Kebutuhan apa yang dipenuhi? Dari semua manfaat yang ada, mana yang paling penting? Apakah fiturnya berguna semua? Bagaimana cara kerjanya?
Harga Berapa harga yang dibanderol? 
Kompetisi Dari sudut pandang pelanggan, mengapa produk/layanan ini lebih baik daripada milik kompetitor?
Bisnis Apakah bisnismu memiliki kisah perjalanan khusus? Apakah ada kisah unik? Apakah pernah memperoleh penghargaan?
Garansi Seberapa besar rasa percayamu pada produk/layanan ini? Bukti pendukungnya apa saja? Apakah ada garansi khusus, misalnya masa uji coba gratis 30 hari atau garansi uang kembali?
Prospek Dalam bayanganmu, siapa pembeli ideal untuk produk ini? Laki-laki atau perempuan? Penghasilan di rentang berapa? Umurnya? Minat mereka apa? Kekhawatiran dan ketakutan apa yang mereka miliki?
Penolakan Jika terjadi, apa kemungkinan alasan seseorang yang tidak menginginkan/menyukai produk ini?
Testimonial Apakah ada testimoni kepuasan pelanggan? Liputan dari media? Endorsement dari tokoh terkenal? 
Objektif Apa yang kamu harapkan ketika audiens melihat iklan ini? Apakah biar mereka mencari tahu informasi lebih lanjut? Membelinya sesegera mungkin? Mengunjungi web bisnismu? Datang ke showroom untuk melihat demo?
Penawaran Apa deal yang kamu sodorkan ke calon pembeli? Apakah promo harga khusus dalam jangka waktu terbatas? Dapat bonus produk?
Deadline Kapan masa penawaran berakhir?
Urusan legal Jika produkmu membutuhkan lisensi khusus untuk tiap penjualannya, salinan dokumen resmi apa saja yang harus disertakan oleh calon pembeli?
Pantangan Apa yang tidak boleh disebutkan atau dijanjikan?
Metode pembayaran Angsuran? Tunai? 
Metode pemesanan Bagaimana seharusnya pembeli melakukan pemesanan? Telepon? Email? Web? Ecommerce? 

Dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan di atas, sekarang kamu telah memiliki informasi yang cukup komprehensif tentang produk/layananmu. Langkah selanjutnya adalah penulisan. 

2. Menulis Headline

Headline merupakan aspek krusial dalam copy. Umumnya para copywriters akan menghabiskan mayoritas waktu mereka di sini. Dengan headline yang ada, audiens target bisa menentukan apakah ingin lanjut atau langsung skip. 

Untuk menyusun headline, berikut adalah langkah yang bisa kamu tiru:

  • Cek lagi informasi yang telah kamu kumpulkan di tahap persiapan. Lihat bagian manfaat, penawaran, tenggat, harga, prospek, metode pemesanan, deskripsi, hingga garansinya.
  • Pilih informasi yang ingin kamu tekankan.
  • Pilih jenis headline yang paling pas. Pilihannya bisa kamu lihat di bagian sebelum ini (Contoh Headline).
  • Mulai racik headline-mu berbekal informasi yang sudah dikerucutkan. Praktikkan juga teknik dan berbagai macam tips copywriting yang telah dijabarkan di artikel ini sebelumnya. Tulis sebanyak-banyaknya agar opsinya beragam. 
  • Tambahkan sub-headline. Dalam copy, terkadang headline saja tidak cukup. Guna sub-headline adalah memperluas informasi dari headline (yang biasanya terbatas). 

3. Menulis Isi

Setelah menulis headline, selanjutnya kamu bisa lanjut ke bagian inti alias isi dari promosi. Untuk langkah-langkahnya bisa ikuti panduan berikut.

  • Pilih satu fitur yang paling melekat di produk/layanan yang akan ditawarkan. Gunanya, agar copy yang kamu tulis bisa lebih fokus dan tidak bertele-tele.
  • Jelaskan manfaat dari fitur tersebut. Ini akan memudahkan target audiens memahami kegunaan produk bagi mereka. Jadi, kamu tidak terjebak dengan memakai istilah-istilah teknis.

Mungkin bagian copy isi ini tampak sulit di awal, padahal tidak seperti itu. Asalkan kamu sudah punya headline dan sub-headlines yang bagus, bagian isi bisa langsung dikembangkan dari situ. 

Jika audiensmu sudah meluangkan waktu untuk membaca copy isi, artinya mereka sebenarnya sudah tertarik dengan jualanmu. 

Kamu tinggal memastikan bahwa copy yang ada memang memberikan detail yang jelas dan mendukung headline dan sub-headlines sebelumnya. Bahasanya tidak perlu yang sulit-sulit. 

4. Menulis Call to Action

Namanya copy, tidak akan lengkap tanpa yang namanya call to action. Call to action adalah kalimat ajakan agar target audiens melakukan hal yang kita minta. Misal, membeli barang, mengunjungi halaman tertentu, subscribe, dsb.

Berikut beberapa tips menulis call to action:

  • Cek informasi penting yang jadi fokus materi promosi. Bisa tentang metode pemesanan, penawaran, harga, deadline, hingga ketentuan garansi
  • Tulis call to action berdasarkan informasi paling penting. Tidak perlu menyertakan semua, susun sesuai prioritas. Misalnya: Beli paket kelas coding sekarang, garansi uang kembali jika tidak puas di dua pertemuan pertama! 
  • Lihat referensi dari “jualan” sejenis untuk inspirasi. Soalnya, beda produk/layanan biasanya juga berbeda juga call to action-nya. 

5. Evaluasi

Proses copywriting tak berhenti sampai di menulis saja. Kamu juga perlu mengevaluasinya agar bisa menghasilkan copywriting yang ciamik! Selain itu, proses evaluasi akan membantumu mengetahui copy mana yang paling berhasil.

Berikut beberapa trik yang bisa kamu lakukan.

  • Endapkan copy yang telah kamu buat selama beberapa waktu. Hal ini bertujuan agar pikiranmu lebih objektif ketika membaca ulang. 
  • Lakukan tes lima detik. Ini untuk memastikan “ketajaman” headline yang telah kamu buat. Caranya, lakukan tes kepada beberapa orang dengan cara memperlihatkannya secara sekilas–lima detik. Jika mereka biasa memahami inti idenya, artinya copy headline-mu bagus. Namun, jika hasil tes justru menunjukkan sebaliknya, jangan ragu untuk merevisi headline, sebab itu adalah organ utama copy. 
  • Cek semua aspek, pastikan tidak ada yang sumbang. Apakah headline-nya masih membingungkan? Apakah call to action-nya jelas? Apakah nada copy-nya sudah sesuai dengan identitas brand? Pokoknya jujur saja terkait penilaian-penilaian ini. Jika semuanya sudah memuaskan, selamat! Copy-mu siap digunakan. 

Siap Jadi Copywriter?

Copywriting itu selalu berkutat pada teknik persuasi, pemicu ikatan emosional, dan pemanfaatan tools komunikasi lainnya. Akan tetapi, ingat juga bahwa meskipun kamu punya tujuan “konversi”, copy yang dihasilkan harusnya jujur kepada audiens. 

Copy yang baik tidak hanya yang berhasil dalam tembakan pertama, tetapi ialah yang masih membekas di ingatan orang-orang hingga di nanti-nanti. Untuk sampai di level itu, kamu bisa belajar tentang copywriting dan mengasah kemampuanmu di bidang ini secara terus-menerus. 

Kamu juga bisa nimbrung ke komunitas terkait yang aktif saling berbagi pengalaman. Misalnya dengan bergabung di channel Discord-nya Bitlabs. 

Selamat belajar!

discord digital marketing bitlabs

 

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Loading…

0
content marketing adalah

Apa itu Content Marketing? Cara Jitu untuk Promosi Digital

Etika Profesi: Prinsip untuk Jadi Pekerja yang Etis dan Profesional