brand adalah

Apa itu Brand: Jenis, Karakteristik, dan Elemennya

Apa yang ada di benakmu ketika ada orang yang bertanya, mie instan apa yang menjadi selera banyak orang di Indonesia karena cita rasanya yang enak? 

Tiap orang mungkin akan punya jawaban berbeda, tapi hampir bisa dipastikan sebagian besar orang akan menyebut Indomie. Kenapa bisa begitu? Karena brand Indomie yang punya tagline, “Indomie, seleraku” sangat tertanam di benak orang Indonesia.

Nah, apa sih brand itu? Kita mungkin sering mendengarnya tapi tidak tahu maksudnya. Jangan khawatir, di artikel ini, kami akan membahas apa itu brand: jenis, karakteristik, dan elemen-elemen yang ada di dalamnya. Mari kita simak penjelasannya!

Apa itu Brand?

Brand adalah kombinasi dari nama perusahaan, logo, dan merek dari sebuah produk untuk membedakan identitas suatu produk dengan produk lain.

Bisa dikatakan, brand adalah wajah dan karakter dari sebuah produk. Sama seperti manusia dengan wajah, sifat dan karakternya.

Makin menarik wajah, sifat dan karakter seseorang, tentu kita akan makin tertarik untuk berteman, kan?

Sama saja dengan brand. Jika brand tidak menarik, atau mirip dengan brand produk lain, produk akan sulit menarik perhatian dan minat beli konsumen.

Nah, setelah menyimak pengertian brand, mari kita bahas lebih dalam tentang kenapa brand itu penting.

Kenapa Brand itu Penting?

Saat ini, suatu pasar dipenuhi oleh produk yang mirip. Oleh karena itu, perusahaan harus mengembangkan brand yang stand out. Jadi, brand bisa jadi top of mind konsumen.

Lalu, mengapa mengembangkan brand yang stand out itu penting?

  • Memberi identitas – logo, merek, dan warna produk akan mengembangkan sebuah identitas produk yang unik di pasaran
  • Pembeda dari Produk Lain – brand membuat produk mudah dikenali dan dibedakan oleh konsumen dari produk lainnya yang serupa
  • Alat Pemasaran – brand membentuk identitas dan karakter produk yang memudahkan kegiatan promosi produk
  • Meningkatkan Value Produk – reputasi brand yang baik akan meningkatkan value sebuah produk. Baik dari segi citra maupun harga yang pantas dikeluarkan untuk produk tersebut.
  • Membentuk Rasa Percaya – ketika brand sudah dikenali dan diakui, produk makin mendapat kepercayaan dari konsumen dan calon konsumen

Jenis-Jenis Brand

Setelah mengetahui pentingnya brand, sekarang saatnya membahas jenis-jenis brand. Berikut ini adalah jenis-jenisnya:

1. Product Brand

Product brand adalah brand yang dikembangkan untuk identitas produk. Tujuannya untuk mendekatkan produk kepada target konsumen suatu perusahaan.

Sebagai contoh, PT Paragon sebagai produsen skin care memiliki target konsumen remaja. Oleh karena itu, Paragon mengembangkan produk dengan merek Emina.

Emina adalah skin care dengan kandungan kimia kadar rendah. Kemasan Emina dirancang dengan logo dan warna yang cerah. Selain itu, harga Emina lebih murah daripada brand Wardah yang menyasar konsumen dewasa. 

2. Corporate Brand

Corporate brand adalah brand yang dikembangkan menggunakan reputasi perusahaan. Misalnya, kualitas pelayanan, slogan, dan visi misi perusahaan.

Sebagai contoh, Garuda Indonesia membangun reputasi sebagai maskapai teraman minim kecelakaan. Oleh karena itu, Garuda Indonesia mendapat penghargaan sebagai maskapai terbaik se-Asia Tenggara.

Nah, ketika ada konsumen yang mengutamakan keselamatan penerbangan, pikiran mereka  langsung tertuju pada Garuda Indonesia. Mereka jadi rela membayar tiket pesawat lebih mahal demi keamanan.

3.Personal Brand

Personal brand adalah brand yang dikembangkan menggunakan persona atau karakter seseorang. Beberapa contohnya adalah kemampuan dan karakter seseorang.

Personal brand biasanya digunakan untuk menjual jasa di pasaran. Sebagai contoh, Raditya Dika memiliki karakter humoris dan kemampuan untuk menulis naskah film komedi. Brand Raditya Dika digunakan untuk menjual jasanya sebagai penulis dan komika.

Karakteristik Brand

Brand adalah aset perusahaan yang disusun berdasar karakteristik berikut ini:

1.Tidak Ada Wujudnya

Karakteristik brand yang pertama adalah tidak berwujud. Sebab, brand membentuk persepsi konsumen ketika melihat suatu produk. Misalnya seperti rasa percaya, bahagia, dan membutuhkan.

2.Dinamis

Karakteristik brand selanjutnya adalah dinamis. Artinya, persepsi konsumen terhadap sebuah brand tidak pernah sama. Misalnya, hari ini brand dipandang tidak berkualitas, dua tahun lagi bisa dipandang berkualitas.

3.Unik

Sebuah brand perlu memiliki karakteristik yang kuat dan unik. Tujuannya, agar brand bisa membedakan suatu produk dengan produk lainnya yang serupa.

4.Empatik

Brand perlu memiliki karakteristik yang sesuai dengan target konsumennya. Misalnya, target konsumennya remaja, maka brand perlu memiliki karakteristik ceria. Jadi, target konsumen memiliki ikatan emosional dengan brand.

5.Gampang Dikenali

Brand perlu memiliki elemen-elemen yang berbeda dengan brand lain. Tujuannya agar target konsumen mudah membedakan suatu produk dengan produk lainnya. Jadi, target konsumen mudah mengenali target konsumen.

6.Konsisten

Brand perlu mengembangkan suatu identitas secara konsisten. Sebab, konsistensi identitas akan membentuk persepsi target konsumen terhadap suatu produk.

Elemen-Elemen Brand

Setelah mengenal karakteristik brand, waktunya kita membahas elemen-elemen brand, berikut ini adalah daftarnya:

1.Visual Identity

Visual identity adalah semua elemen brand yang terlihat oleh mata. Mulai dari logo, nama, merek, warna, tipografi, slogan dan gambar. Biasanya identitas visual melekat pada kemasan produk.

2.Brand Association

Brand association adalah persepsi yang muncul di benak konsumen ketika memikirkan sebuah brand. Misalnya, ketika memikirkan brand Wardah, konsumen mengingat Sandra Dewi sebagai brand ambassadornya.

3.Brand Purpose

Brand purpose merepresentasikan visi dan misi sebuah perusahaan. Contohnya, misi perusahaan untuk bertanggung jawab terhadap limbah produk mereka. Caranya dengan mengembangkan komunitas daur ulang produk.

4.Brand Promise

Brand promise adalah ekspektasi konsumen tentang apa yang akan mereka dapatkan ketika membeli produk. Nilai brand juga berkaitan dengan pengalaman konsumen ketika berinteraksi dengan sebuah brand.

5.Brand Identity

Brand identity adalah kumpulan aktivitas branding untuk membentuk persepsi konsumen terhadap sebuah brand.

6.Brand Personality

Persona brand adalah sekumpulan karakteristik brand yang relevan dengan target konsumen. Contohnya, brand Emina punya karakter ceria dan berwarna. Sesuai dengan target konsumennya yang berusia remaja.

7.Brand Voice

Brand voice adalah pemilihan kata dan gaya bahasa untuk membentuk persepsi brand di benak target konsumen. Sehingga, brand bisa melakukan engagement saat melakukan interaksi dengan target konsumen.

8.Brand Image

Brand image adalah sekumpulan nilai, ide, dan kesan dari suatu brand di benak konsumen. Misalnya, sebuah brand memiliki image yang mahal, berkualitas dan terpercaya.

9.Brand Experience

Brand experience adalah pengalaman target konsumen terhadap suatu brand. Contohnya pengalaman saat berinteraksi dengan brand. Baik itu dalam membeli produk, merasakan sebuah layanan atau menggunakan produk.

10.Brand Equity

Brand equity adalah rangkaian aset brand berupa nama, logo dan merek. Di mana aset-aset tersebut dapat meningkatkan atau menurunkan nilai penjualan. Semuanya tergantung dari baik atau buruknya persepsi konsumen terhadap aset-aset brand.

11.Brand Architecture

Brand architecture adalah struktur dari brand perusahaan. Biasanya meliputi sub brand dan produk dari sub brand.

Contoh Brand

Nah, sekarang saatnya kita membahas contoh brand berdasar jenis, karakteristik dan elemennya. Yuk simak contoh brand berikut ini:

1.Coca Cola

PT Coca Cola Company adalah perusahaan yang menggunakan product brand sekaligus corporate brand.

Dari sisi product brand, Coca Cola memiliki karakter dan elemen brand sebagai berikut:

  • Warna: Merah
  • Logo: tulisan Coca Cola berwarna putih
  • Merek: Coca Cola
  •  Brand Personality: Gembira
  • Brand Voice: positif, ramah, dan sederhana
  • Brand Equity: aset brand berupa logo, nama, dan merek menghasilkan penjualan sebesar 84 triliun USD
  • Brand Purpose: menyegarkan dahaga di segala aktivitas

Sedangkan, dari sisi corporate brand, PT Coca Cola Company terkenal sebagai perusahaan penghasil minuman menyegarkan. Mulai dari soda tawar, Coca Cola, soda buah hingga air mineral. Selain itu, PT Coca Cola Company melakukan penjualan ke 200 lebih negara.

2. McDonald’s

McDonald’s adalah brand yang mendapat peringkat 6 dalam kategori brand paling penting di dunia. Berikut ini adalah jenis, karakteristik dan elemen McDonald’s:

  • Warna: Kuning dan Merah
  • Logo: huruf M
  • Merek: McDonald’s
  • Brand Personality: Ceria dan hangat
  • Brand Voice: terbuka, menyambut, bisa diandalkan
  • Brand Equity: 129 Triliun USD
  • Brand Purpose: menyediakan makanan siap saji dengan akses mudah, layanan cepat, dan rasa yang enak.

3. Indofood

  • Warna: Biru
  • Logo: tulisan Indofood
  • Merek: Indofood
  • Brand Personality: Terbuka
  • Brand Voice: dapat diandalkan, formal, terpercaya
  • Brand Purpose: menjadi produk makanan instan yang menawarkan citarasa khas Indonesia

4. Wardah

  • Warna: Hijau laut
  • Logo: tulisan Wardah
  • Merek: Wardah
  • Brand Personality: Santun dan Lembut
  • Brand Voice: menenangkan, bersahabat, dan terpercaya
  • Brand Purpose: menjadi produk skin care dan make up yang halal

Perbedaan Brand dan Merek

Tadi, kita sudah banyak menyimak tentang apa itu brand beserta contoh brand. Namun, masih banyak yang terjebak menganggap brand sama dengan merek.

Sebenarnya, brand dan merek punya banyak perbedaan lho. Agar lebih jelas, kami akan membahas perbedaannya berdasar beberapa aspek.

1. Pengertian

Brand adalah bayangan konsumen saat mendengar atau melihat identitas produk atau perusahaan. Misalnya, saat mendengar brand Garuda Indonesia, konsumen mengingat penerbangan yang aman.

Sedangkan, merek adalah nama, warna, logo yang digunakan untuk membuat identitas produk. Merek biasanya melekat di kemasan produk secara visual.

2. Fungsi

Brand berfungsi untuk membentuk persepsi target konsumen terhadap suatu produk atau perusahaan. Misalnya, sebuah brand terkenal sebagai penghasil produk berkualitas dan terpercaya.

 Merek berfungsi untuk melindungi nama, warna logo sebuah produk. Tujuannya agar identitas produk tidak ditiru oleh kompetitor.

3. Elemen

Brand memiliki elemen-elemen berupa visual identity, brand associate, brand purpose, brand image, brand voice. Elemen tersebut membentuk persepsi konsumen terhadap suatu brand.

Merek melindungi elemen-elemen dari sebuah brand. Mulai dari nama brand, slogan, kata-kata, simbol, kemasan produk, dan skema warna produk.

4.Contoh

Agar lebih jelas, saatnya membahas contoh perbedaan brand dan merek. Kita ambil contoh saja brand Indomie.

  • Indomie sebagai brand: mie instan legendaris dengan varian rasa khas Indonesia.
  • Indomie sebagai merek: produk mie instan dengan logo bertuliskan Indomie berwarna biru. Tagline atau slogannya adalah Indomie Seleraku.

Ayo Mulai Rancang Brand Produkmu!

Sekarang, kamu sudah mengetahui pengertian brand, jenis brand, karakteristik brand, elemen brand hingga contoh brand. Jadi, saatnya kamu mulai rancang brand-mu sendiri!

Sebelum mulai merancang brand, kamu perlu menambah wawasan tentang digital marketing terlebih dahulu. Sebab, brand adalah bagian terpenting dari digital marketing. Dengan strategi digital marketing yang jitu, target konsumen bisa lebih cepat kenal brandmu.

Kamu tidak perlu bingung mencari tempat untuk menambah wawasan digital marketingmu. Daftar saja ke bootcamp digital marketing kami. Caranya dengan klik tombol di bawah ini:

Oya, di dalam bootcamp digital marketing kami, kamu tidak hanya dapat wawasan teoritis. Kamu juga akan dibimbing oleh praktisi digital marketing selama 5 bulan hingga kamu siap bekerja atau mengembangkan brand sendiri.

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

0
brand awareness adalah

Brand Awareness: Pengertian dan Cara Meningkatkannya

23+ Jawaban Kelemahan dan Kelebihan saat Interview Kerja